1. Transformasi Baru Gerakan Intelektual NU di Jawa Timur
Dalam perjalanan panjang Nahdlatul Ulama, Jawa Timur menjadi salah satu pusat dinamika intelektual yang berkembang pesat. PW ISNU Jatim muncul sebagai kekuatan strategis yang mengawal perubahan itu—menghubungkan tradisi keilmuan pesantren dengan kebutuhan dunia profesional modern.
Prof. M. Afif Hasbullah, Pelaksana Tugas Ketua PW ISNU Jatim, menegaskan bahwa tradisi berpikir kritis dan pengembangan ilmu di NU sudah tumbuh jauh sebelum ISNU hadir. Namun pada masa-masa awal, arus pemikiran tersebut didominasi lingkungan pesantren dengan fokus menjaga marwah NU dan komitmen kebangsaan.
Momentum peringatan Harlah ke-26 ISNU pada 19 November 2025 menjadi waktu penting untuk meninjau kembali perjalanan ini. Bagi Afif, lahirnya ISNU adalah penanda perubahan arah gerakan intelektual NU menuju partisipasi yang lebih luas dalam dunia akademik, profesional, dan berbagai sektor modern lainnya.
2. Lahirnya ISNU: Dari Forum Silaturahim ke Badan Otonom NU
ISNU tidak muncul tiba-tiba. Cikal bakal organisasi ini berawal dari Forum Silaturahim Sarjana NU (FOSSNU)—wadah para sarjana muda NU yang merasa perlu membangun jaringan antarprofesional.
Pada 19 November 1999, forum tersebut berkembang menjadi organisasi formal bernama Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama. Perubahan ini dipengaruhi oleh beberapa dorongan utama:
- kebutuhan koordinasi para intelektual NU yang mulai tersebar di berbagai sektor,
- keinginan memperluas kontribusi NU pada isu kebangsaan dan pengembangan masyarakat,
- kerinduan banyak santri yang berkarir di luar pesantren untuk tetap terhubung dengan tradisi keulamaan,
- serta meningkatnya peran akademisi NU di tingkat nasional maupun internasional.
Perkembangan peran sarjana NU membuat lembaga-lembaga keilmuan NU sebelumnya, seperti Lakpesdam, tak lagi cukup menampung ruang gerak mereka. Karena itu, NU memerlukan wadah otonom baru—dan ISNU menjadi jawaban dari kebutuhan tersebut.
3. Perkembangan Pesat PW ISNU Jatim dan Penguatan Cabang Kampus
Dalam perjalanannya di Jawa Timur, ISNU mengalami pertumbuhan signifikan. Prof. Afif yang mulai aktif sejak 2003 melalui ISNU Cabang Lamongan menyaksikan langsung bagaimana organisasi ini berekspansi.
Kini, PW ISNU Jatim memiliki tujuh cabang istimewa di perguruan tinggi besar, antara lain:
- Universitas Brawijaya
- Universitas Islam Malang
- Universitas Airlangga
- UIN Sunan Ampel Surabaya
- Universitas Nurul Jadid
- UIN Maulana Malik Ibrahim Malang
- Universitas Sunan Drajat Tuban
Kehadiran cabang-cabang kampus tersebut memperlihatkan bahwa ISNU tumbuh bukan hanya sebagai organisasi alumni, tetapi juga sebagai sarana pengembangan kapasitas intelektual generasi muda NU yang berproses dalam dunia akademik.
4. Refleksi Harlah ke-26 dan Kehadiran Para Senior
Perayaan 26 tahun ISNU (1999–2025) yang berlangsung di kantor PW ISNU Jatim mengumpulkan kader dari berbagai daerah, termasuk Surabaya, Sidoarjo, Jombang, dan Pasuruan.
Sejumlah tokoh senior hadir dalam forum tersebut, seperti:
- H. Abdul Manan
- dr. Hamid Nawawi
- Dr. Ir. M. Qoderi
Dalam sesi reflektif, para senior mengulas kembali perjalanan panjang ISNU hingga mendapatkan pengakuan resmi sebagai badan otonom NU dalam Muktamar ke-32 NU di Makassar pada 2010. Penetapan itu menjadi pondasi yang memperkuat struktur organisasi ISNU dari tingkat pusat hingga daerah.
Pada kesempatan yang sama, Afif menekankan bahwa soliditas antar-kader adalah modal utama untuk mempercepat inovasi dan memperluas kontribusi ISNU bagi masyarakat.
5. Peran Strategis PW ISNU Jatim dalam Dunia Profesional
Sebagai organisasi keilmuan, PW ISNU Jatim menjalankan berbagai misi strategis untuk mendukung tumbuhnya kader NU yang kompeten dan berdaya saing.
A. Inkubasi Profesional NU
ISNU mendorong kadernya berkembang di berbagai bidang, antara lain:
- akademisi dan penelitian,
- teknologi digital dan inovasi,
- profesi kesehatan dan kedokteran,
- bisnis syariah dan kewirausahaan,
- kebijakan publik serta pemerintahan.
B. Ruang Pertemuan Gagasan
ISNU berfungsi sebagai pusat diskusi dan pertukaran ide yang memperkuat identitas NU sebagai organisasi berbasis tradisi intelektual.
C. Menghubungkan Pesantren dan Dunia Kampus
Dengan posisi Jawa Timur sebagai wilayah dengan jumlah pesantren dan kampus besar yang sangat banyak, ISNU Jatim memainkan peran sebagai jembatan:
- menghubungkan warisan keilmuan pesantren,
- dengan pemikiran ilmiah dan teknologi modern di perguruan tinggi.
D. Kontribusi Nyata untuk NU dan Bangsa
Beberapa kontribusi ISNU mencakup:
- riset sosial keagamaan,
- pendidikan literasi untuk masyarakat,
- pelatihan profesional,
- analisis isu strategis kebangsaan.
6. Tantangan Baru dan Arah Gerak ISNU Jatim
Di era transformasi digital, PW ISNU Jatim dihadapkan pada sejumlah tantangan:
- menyesuaikan riset agar relevan dengan kebutuhan masyarakat,
- mengoptimalkan potensi kader muda di bidang teknologi,
- memperkuat kolaborasi antar kampus dan lembaga penelitian,
- memastikan organisasi tetap adaptif terhadap perubahan sosial.
Langkah strategis yang disiapkan antara lain:
- digitalisasi database kader,
- pembentukan pusat pelatihan kompetensi,
- percepatan kerja sama dengan industri dan pemerintah,
- dan pengembangan ekosistem riset berbasis nilai-nilai NU.
Arah ini menjadi modal penting agar ISNU dapat terus memberikan kontribusi nyata untuk NU dan NKRI.
7. Penutup: ISNU Jatim sebagai Penopang Intelektual NU Masa Kini
PW ISNU Jatim semakin meneguhkan posisinya sebagai pilar yang menghubungkan warisan pesantren dengan tantangan dunia modern. Perayaan Harlah ke-26 bukan sekadar momentum nostalgik, tetapi tanda bahwa perjalanan membangun kader profesional NU masih sangat panjang.
Dengan kolaborasi, inovasi, dan konsistensi, ISNU Jatim berpotensi menjadi pusat perkembangan intelektual NU yang lebih progresif dan berdampak luas.
Call to Action:
Ikuti berbagai kegiatan, kajian, dan pembaruan informasi melalui platform resmi Yokersane. Bersama, kita dorong gerakan keilmuan NU menuju masa depan yang lebih visioner.











