Cara Bergabung FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama), FKUB merupakan wadah strategis bagi tokoh agama dan masyarakat yang ingin berkontribusi aktif dalam menjaga harmoni beragama di Indonesia. Jika Anda tertarik untuk bergabung dengan FKUB di daerah Anda, artikel ini memberikan panduan lengkap mulai dari persyaratan hingga proses pendaftaran.
Apa Itu FKUB dan Mengapa Bergabung?
FKUB adalah forum yang dibentuk oleh masyarakat dan difasilitasi oleh pemerintah daerah untuk membangun, memelihara, dan memberdayakan umat beragama dalam menjaga kerukunan dan perdamaian. Bergabung dengan FKUB memberikan kesempatan untuk:
- Berkontribusi langsung pada harmoni sosial di daerah Anda
- Menjadi mediator dalam konflik berbasis agama
- Membangun jejaring lintas agama yang kuat
- Mendapatkan pelatihan dan pengembangan kapasitas
- Menjadi bagian dari program nasional moderasi beragama
Struktur FKUB di Indonesia
FKUB dibentuk di dua tingkatan:
FKUB Provinsi
- Beranggotakan tokoh dari kabupaten/kota se-provinsi
- Fokus pada isu-isu strategis tingkat provinsi
- Koordinasi dengan pemerintah provinsi
FKUB Kabupaten/Kota
- Langsung bersentuhan dengan masyarakat
- Menangani isu-isu lokal
- Koordinasi dengan bupati/walikota
Untuk bergabung, Anda perlu melamar di tingkat kabupaten/kota tempat Anda berdomisili.
Link ke: Pilar 4 – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Lengkap
Persyaratan Menjadi Anggota FKUB
Cara Bergabung FKUB : Persyaratan Umum
1. Status Keanggotaan
- Tokoh agama (ulama, pendeta, pastor, biksu, pandita, dll.)
- Tokoh masyarakat yang aktif dalam kegiatan keagamaan
- Tidak harus pemuka agama formal, tapi memiliki pengaruh di komunitas
2. Karakteristik Personal
- Berkomitmen pada nilai-nilai toleransi dan kerukunan
- Memiliki integritas dan rekam jejak baik
- Tidak terlibat dalam organisasi yang bertentangan dengan Pancasila
- Bersedia mengalokasikan waktu untuk kegiatan FKUB (sukarela)
3. Kompetensi yang Diharapkan
- Pemahaman tentang agama sendiri dan menghormati agama lain
- Kemampuan komunikasi yang baik
- Kemampuan mediasi dan negosiasi (akan dilatih jika belum)
- Kemauan untuk belajar dan berkembang
4. Administratif
- KTP sesuai domisili
- Surat rekomendasi dari organisasi keagamaan atau tokoh masyarakat
- Tidak sedang menjalani hukuman pidana
- Berusia minimal 25 tahun (umumnya)
Cara Bergabung FKUB : Persyaratan Khusus per Agama
FKUB menerapkan prinsip representasi proporsional. Komposisi keanggotaan mencerminkan proporsi populasi agama di daerah tersebut, dengan catatan:
- Setiap agama (6 agama resmi) harus terwakili minimal 1 orang
- Jumlah anggota per agama disesuaikan dengan populasi
- Contoh: Jika 80% Muslim, 15% Kristen, 3% Hindu, 1% Buddha, 1% Konghucu, maka komposisi FKUB kurang lebih mengikuti proporsi ini
4 Tahap Proses dan Cara Bergabung FKUB
Tahap 1: Persiapan dan Nominasi
Langkah 1: Self-Assessment Sebelum melamar, evaluasi diri Anda:
- Apakah saya memiliki waktu untuk komitmen ini? (minimal 10-15 jam/bulan)
- Apakah saya siap bekerja dengan orang dari berbagai agama?
- Apakah saya bisa objektif dan tidak membawa kepentingan sempit kelompok?
Langkah 2: Konsultasi dengan Tokoh Senior Bicarakan niat Anda dengan:
- Pimpinan organisasi keagamaan Anda
- Anggota FKUB yang sudah ada (jika memungkinkan)
- Tokoh masyarakat di lingkungan Anda
Langkah 3: Dapatkan Rekomendasi Mintalah surat rekomendasi dari:
- Organisasi keagamaan (NU, Muhammadiyah, PGI, KWI, Walubi, PHDI, dll.)
- Tokoh masyarakat setempat
- RT/RW (untuk tokoh grassroot)
Tahap 2: Pendaftaran Resmi
Langkah 4: Hubungi Sekretariat FKUB
Setiap FKUB memiliki sekretariat, biasanya di:
- Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota
- Kantor Bappeda (Badan Perencanaan Pembangunan Daerah)
- Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol)
Cara Menghubungi:
- Telepon/WA ke kantor terkait
- Kunjungi langsung kantor
- Email resmi (jika tersedia)
Informasi yang Perlu Ditanyakan:
- Kapan periode rekrutmen anggota baru?
- Apa persyaratan dokumen yang dibutuhkan?
- Bagaimana prosedur pendaftarannya?
- Siapa kontak person yang bisa dihubungi?
Langkah 5: Lengkapi Berkas
Dokumen yang biasanya dibutuhkan:
- Fotokopi KTP
- Pas foto terbaru (ukuran 4×6, 2 lembar)
- Surat rekomendasi dari organisasi keagamaan
- Surat pernyataan kesediaan menjadi anggota
- CV singkat (riwayat pendidikan dan keterlibatan sosial-keagamaan)
- SKCK (Surat Keterangan Catatan Kepolisian) – kadang diminta
- Surat tugas dari organisasi (jika mewakili organisasi)
Langkah 6: Submit Aplikasi
Serahkan berkas ke sekretariat FKUB sesuai jadwal yang ditentukan. Pastikan Anda mendapat tanda terima.
Tahap 3: Seleksi dan Penetapan
Langkah 7: Proses Seleksi
FKUB dan pemerintah daerah akan melakukan:
- Verifikasi berkas
- Wawancara calon anggota
- Konsultasi dengan organisasi keagamaan
- Penilaian track record dan reputasi
Kriteria Penilaian:
- Integritas dan moralitas
- Komitmen terhadap kerukunan
- Kemampuan komunikasi
- Pengaruh di komunitas
- Keseimbangan representasi
Langkah 8: Penetapan oleh Pemerintah Daerah
Setelah seleksi, nama-nama calon anggota akan:
- Diusulkan oleh FKUB kepada Bupati/Walikota
- Ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK) Kepala Daerah
- SK biasanya berlaku untuk masa jabatan 3-5 tahun
Langkah 9: Pelantikan
Anggota yang ditetapkan akan dilantik secara resmi dalam upacara yang dihadiri:
- Kepala Daerah atau perwakilan
- Kepala Kantor Kemenag
- Tokoh agama dan masyarakat
- Media lokal
Tahap 4: Orientasi dan Pelatihan
Langkah 10: Training Awal
Anggota baru akan mendapat pelatihan tentang:
- Tugas dan fungsi FKUB
- Mediasi konflik
- Komunikasi lintas budaya
- Peraturan perundangan terkait kerukunan
- Best practices dari FKUB lain
Pelatihan biasanya diselenggarakan oleh:
- Kementerian Agama
- Pemerintah Daerah
- NGO yang fokus pada perdamaian
Link ke: Pelatihan dan Pengembangan Kapasitas Anggota FKUB
Timeline Proses Bergabung
Fase Persiapan: 1-2 bulan
- Konsultasi dan mendapatkan rekomendasi
Fase Pendaftaran: 1-2 minggu
- Submit aplikasi saat periode pendaftaran dibuka
Fase Seleksi: 1-3 bulan
- Verifikasi, wawancara, penetapan
Fase Pelantikan: 1-2 minggu setelah penetapan
Total Waktu: 3-6 bulan dari awal niat hingga resmi menjadi anggota
Tips Agar Aplikasi Anda Diterima
1. Bangun Track Record yang Kuat
- Aktif di kegiatan sosial-keagamaan di lingkungan Anda
- Terlibat dalam acara lintas agama (jika ada)
- Dokumentasikan kontribusi Anda
2. Jaringan dengan Anggota FKUB Saat Ini
- Hadiri acara-acara FKUB sebagai audience/peserta
- Kenalkan diri Anda
- Tunjukkan minat dan komitmen
3. Tunjukkan Moderasi dalam Sikap
- Hindari pernyataan atau postingan yang intoleran di media sosial
- Bangun reputasi sebagai tokoh yang inklusif
- Jangan terlibat dalam politik praktis yang memecah belah
4. Upgrade Kompetensi
- Ikuti seminar/workshop tentang kerukunan beragama
- Baca buku dan artikel tentang moderasi
- Pelajari keterampilan mediasi
5. Komunikasi yang Baik
- Saat wawancara, tunjukkan pengetahuan tentang FKUB
- Jelaskan motivasi Anda dengan jelas dan tulus
- Tunjukkan bahwa Anda siap berkomitmen jangka panjang
Hak dan Kewajiban Anggota FKUB
Hak
- Mengikuti semua rapat dan kegiatan FKUB
- Mendapat pelatihan dan pengembangan kapasitas
- Menggunakan identitas sebagai anggota FKUB
- Mendapat perlindungan hukum saat menjalankan tugas
- Akses ke jaringan FKUB nasional
Kewajiban
- Hadir dan aktif dalam rapat FKUB (minimal 75% kehadiran)
- Melaksanakan tugas yang diberikan
- Menjaga netralitas dan objektivitas
- Menjaga nama baik FKUB
- Melaporkan kegiatan yang dilakukan
- Tidak menggunakan posisi untuk kepentingan pribadi/kelompok
FAQ: Pertanyaan yang Sering Diajukan
Q: Apakah anggota FKUB mendapat gaji? A: Tidak. Keanggotaan FKUB bersifat sukarela (volunteer). Namun, untuk kegiatan tertentu biasanya ada honor atau transport.
Q: Berapa lama masa jabatan anggota FKUB? A: Biasanya 3-5 tahun, sesuai SK Kepala Daerah. Bisa diperpanjang untuk periode berikutnya.
Q: Apakah saya harus meninggalkan organisasi keagamaan saya? A: Tidak. Justru keanggotaan di organisasi keagamaan menjadi kekuatan Anda di FKUB.
Q: Bagaimana jika di daerah saya belum ada FKUB? A: Anda bisa mengusulkan pembentukan FKUB kepada Bupati/Walikota melalui Kantor Kemenag setempat.
Q: Apakah ada batasan usia maksimal? A: Tidak ada batasan usia maksimal secara formal, selama masih aktif dan sehat.
Kesimpulan
Bergabung dengan FKUB adalah kesempatan mulia untuk berkontribusi pada perdamaian dan harmoni sosial. Proses bergabung memang memerlukan waktu dan komitmen, namun dampaknya sangat signifikan tidak hanya bagi masyarakat, tetapi juga untuk pengembangan diri Anda sebagai agen perdamaian.
Jika Anda memiliki semangat untuk kerukunan, kemampuan untuk berdialog, dan komitmen untuk Indonesia yang harmonis, FKUB adalah wadah yang tepat. Mulailah dengan membangun track record yang baik, konsultasi dengan tokoh senior, dan hubungi sekretariat FKUB di daerah Anda.
💡 Langkah Selanjutnya: Untuk memahami lebih dalam tentang tugas dan fungsi yang akan Anda jalankan sebagai anggota FKUB, baca artikel Tugas dan Fungsi FKUB dalam Mediasi Konflik. Juga pelajari Pilar 4: Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) untuk konteks yang lebih luas.











