Share

tanggung jawab lingkungan islam: 7 sektor air tanah udara flora fauna sampah energi khalifah fil ardh

7 Sektor Tanggung Jawab Lingkungan Muslim: Dari Ayat ke Aksi Nyata

Pendahuluan: Dari Teori Khalifah ke Praktik Nyata

Dalam artikel sebelumnya tentang Konsep Khalifah dalam Al-Quran, kita sudah memahami bahwa setiap muslim adalah khalifah—pemimpin yang diamanahkan menjaga bumi. Tapi pertanyaannya: menjaga apa tepatnya?

Bayangkan Anda diminta menjadi manajer sebuah perusahaan besar, tapi tidak diberi job description. Bingung, kan?

Itulah yang terjadi pada banyak muslim hari ini. Kita tahu harus “menjaga lingkungan”, tapi tidak tahu mulai dari mana. Apa saja yang menjadi tanggung jawab konkret kita?

Allah SWT tidak membiarkan kita bingung. Dalam Al-Quran dan Hadits, ada 7 sektor spesifik yang harus kita kelola sebagai khalifah:

  1. Air – sumber kehidupan
  2. Tanah – tempat tumbuh dan tinggal
  3. Udara – nafas kehidupan
  4. Flora – tumbuhan dan pohon
  5. Fauna – hewan dan satwa
  6. Sampah – limbah dan polusi
  7. Energi – sumber daya dan keberlanjutan

Artikel ini akan membedah setiap sektor dengan dalil, data, dan aksi konkret yang bisa Anda mulai hari ini.


tanggung jawab lingkungan islam: 7 sektor air tanah udara flora fauna sampah energi khalifah fil ardh
Infografis 7 sektor tanggung jawab lingkungan islam dari Al-Quran ke praktik pesantren Jatim – mulai aksi hari ini!

Sektor 1: Air – “Dan Kami Jadikan Segala Sesuatu dari Air”

Dalil Al-Quran

QS Al-Anbiya: 30

“…dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?”

Tafsir Ibnu Katsir:
Air adalah elemen paling fundamental kehidupan. Setiap sel makhluk hidup membutuhkan air. Bahkan tubuh manusia 60-70% terdiri dari air. Ayat ini menunjukkan betapa pentingnya air dalam rencana penciptaan Allah.

Realita Krisis Air di Jatim

Data KLHK Jawa Timur 2024:

  • 67% sungai tercemar limbah industri dan domestik
  • 18 kecamatan di Gresik krisis air bersih 6 bulan per tahun
  • Intrusi air laut Surabaya mencapai 15 km dari garis pantai
  • 2,4 juta penduduk bergantung pada air tanah yang terus menurun

Penyebab utama: Eksploitasi berlebihan, pemborosan, dan pencemaran.

Hadits tentang Hemat Air

Rasulullah SAW bersabda:

“Jangan berlebih-lebihan (dalam menggunakan air), meskipun engkau berada di sungai yang mengalir.” (HR. Ibnu Majah)

Konteks hadits: Sa’d bin Abi Waqqash sedang wudhu dengan air berlebihan, lalu Rasulullah menegurnya. Bahkan untuk ibadah sekalipun, pemborosan dilarang!

Praktik Nyata: Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya

Sistem Daur Ulang Air Wudhu:

  1. Air bekas wudhu ditampung di bak penampungan 5.000 liter
  2. Disaring dengan 5 tahap filtrasi (sand filter, carbon filter, UV sterilization)
  3. Digunakan kembali untuk menyiram 2 hektar taman masjid dan flush toilet
  4. Surplus disalurkan ke sumur resapan

Hasil konkret:

  • Hemat 420.000 liter air per bulan
  • Biaya air turun 35% (Rp 6,8 juta per bulan)
  • Tagihan listrik pompa turun 28%
  • Menjadi percontohan 47 masjid di Jatim

5 Aksi Konkret Tanggung Jawab Air

Wudhu 3 bilasan maksimal – ikuti sunnah Nabi (gunakan gelas 250ml, cukup 1 liter/wudhu)
Pasang aerator keran – hemat 50% air dengan tekanan tetap kuat (Rp 15.000/unit)
Tampung air AC untuk menyiram tanaman (rata-rata AC 1 PK = 5 liter/hari = 150 liter/bulan gratis)
Buat sumur resapan di halaman rumah/masjid (biaya Rp 500.000, manfaat 20 tahun)
Perbaiki keran bocor – 1 tetes/detik = 15 liter terbuang per hari = 5.475 liter/tahun!


Sektor 2: Tanah – Amanah yang Tidak Boleh Dirusak

Dalil Al-Quran

QS Ar-Rum: 41

“Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).”

Tafsir Quraish Shihab:
Kata الْفَسَادُ (al-fasad) mencakup semua bentuk kerusakan: erosi, pencemaran, degradasi lahan. Ayat ini mengajarkan hukum sebab-akibat ekologis: rusakkan tanah → konsekuensi pasti datang (banjir, longsor, kekeringan).

Realita Kerusakan Tanah Jatim

Data BPS Jawa Timur 2024:

  • 340.000 hektar lahan kritis (deforestasi, tambang, alih fungsi)
  • 12.000 hektar sawah hilang per tahun jadi perumahan/pabrik
  • Erosi tanah 45 ton/hektar/tahun di zona hulu (normal: 10 ton)
  • Kandungan bahan organik tanah turun 60% dalam 30 tahun

Konsekuensi nyata: Banjir Lamongan 2024 menewaskan 12 orang, longsor Ponorogo 8 orang, kekeringan Gresik merusak 4.200 hektar panen.

Hadits tentang Menghidupkan Tanah Mati

Rasulullah SAW bersabda:

“Barangsiapa menghidupkan tanah yang mati, maka tanah itu menjadi miliknya.” (HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi)

Makna filosofis: Islam mendorong produktivitas lahan, bukan sekadar kepemilikan. Tanah yang dibiarkan kosong = peluang terbuang.

Praktik Nyata: Pesantren Sidogiri Pasuruan

Sistem Pertanian Organik Berkelanjutan:

  • 12 hektar kebun organik (sayur, buah, herbal)
  • Kompos 100% dari sampah dapur 1.200 santri (2 ton/bulan)
  • Pestisida alami dari bawang putih + cabai + tembakau + air
  • Mulsa jerami untuk jaga kelembaban dan cegah erosi
  • Rotasi tanaman: padi → kacang hijau → tomat (3 musim/tahun)

Hasil 15 tahun:

  • Produktivitas naik 40% vs lahan konvensional
  • Biaya turun 60% (tanpa pupuk/pestisida kimia)
  • Tanah tetap subur, tidak keras seperti lahan kimia
  • Panen jadi sumber pangan pesantren + dijual (revenue Rp 180 juta/tahun)

5 Aksi Konkret Tanggung Jawab Tanah

Kompos sampah organik rumah tangga (1 keluarga = 3 kg sampah/hari = 90 kg kompos/bulan = Rp 180.000 value!)
Tanam TOGA (Tanaman Obat Keluarga) di pekarangan: jahe, kunyit, lengkuas, serai, kencur
Beli produk lokal (mengurangi jejak karbon transportasi + dukung petani lokal)
Hindari plastik mulsa hitam di kebun (gunakan jerami/daun kering, bisa dikompos)
Jangan bakar sampah/daun (merusak mikroorganisme tanah, gunakan untuk kompos)


Sektor 3: Udara – Nafas yang Semakin Sesak

Dalil Al-Quran

QS Al-A’raf: 56

“Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya.”

Tafsir Al-Qurthubi:
Kata إِصْلَاحِهَا (ishlaahiha = memperbaikinya) menunjukkan bahwa Allah sudah menciptakan bumi dalam keadaan seimbang sempurna (atmosfer, siklus karbon, lapisan ozon). Tugas manusia: jangan rusak keseimbangan itu.

Realita Polusi Udara Jatim

Data BMKG Perak Surabaya 2024:

  • PM2.5 rata-rata 45 µg/m³ (standar WHO: 10 µg/m³)
  • 180 hari per tahun kategori “tidak sehat untuk kelompok sensitif”
  • Polusi naik 23% dalam 5 tahun terakhir
  • Penyumbang terbesar: kendaraan (40%), industri (35%), pembakaran (25%)

Dampak kesehatan: 3.400 kematian dini per tahun di Jatim akibat polusi udara (studi Harvard-Greenpeace 2024).

Praktik Nyata: Masjid Agung Gresik dengan Solar Panel

Transisi Energi Bersih:

  • 120 panel surya kapasitas 50 kWp
  • Produksi 6.500 kWh per bulan
  • Zero emisi karbon dari operasional masjid
  • Surplus listrik dijual ke PLN (revenue Rp 4,2 juta/bulan)

Perhitungan emisi:
1 kWh listrik PLTU = 0,85 kg CO2
6.500 kWh × 0,85 kg = 5.525 kg CO2 dicegah per bulan = setara tanam 276 pohon!

5 Aksi Konkret Tanggung Jawab Udara

Transportasi umum 2x seminggu (1 mobil pribadi = 2,3 ton CO2/tahun; naik bus = 0,4 ton)
Tanam 5 pohon pelindung di halaman (1 pohon dewasa serap 20 kg CO2/tahun)
Jangan bakar sampah (1 kg sampah dibakar = 2 kg CO2 + polutan beracun)
Hemat listrik = kurangi emisi (1 kWh = 0,85 kg CO2; hemat 100 kWh = cegah 85 kg CO2)
Beli kendaraan listrik jika mampu (atau minimal motor irit BBM <1:50)


Sektor 4: Flora – Tanam Pohon adalah Shadaqah Jariyah

Hadits Rasulullah SAW

“Tidaklah seorang muslim menanam pohon atau tanaman, lalu dimakan oleh burung, manusia, atau hewan, melainkan ia mendapat pahala shadaqah karenanya.” (HR. Muslim)

Analisis hadits:

  • Kata غَرَسَ (gharasa = menanam) bersifat umum: pohon buah, sayur, bunga, tanaman hias, semuanya dihitung
  • Pahala terus mengalir selama ada yang memanfaatkan, bahkan setelah kita meninggal
  • Burung, manusia, hewan semuanya equal di mata Allah—sama-sama makhluk yang berhak mendapat manfaat

Realita Deforestasi Jatim

Data Dinas Kehutanan Jatim 2024:

  • 68.000 hektar hutan hilang dalam 10 tahun terakhir
  • Tutupan hutan tinggal 23% (target minimal 30%)
  • Illegal logging masih terjadi di Banyuwangi, Situbondo, Bondowoso
  • 47 spesies tumbuhan endemik Jatim terancam punah

Praktik Nyata: Taman Quran Surabaya

Konsep Edukatif-Ekologis:
Di Taman Bungkul, Pemkot Surabaya membuat inovasi: 30 jenis tanaman yang disebutkan dalam Al-Quran ditanam dengan papan nama + ayat rujukan:

  1. Kurma (Phoenix dactylifera) – disebutkan 20× dalam Al-Quran
  2. Zaitun (Olea europaea) – QS At-Tin: 1
  3. Delima (Punica granatum) – QS Ar-Rahman: 68
  4. Anggur (Vitis vinifera) – QS An-Nahl: 67
  5. Tin (Ficus carica) – QS At-Tin: 1
  6. Jahe (Zingiber officinale) – QS Al-Insan: 17

Hasil:

  • 15.000 pengunjung per bulan
  • Edukasi qurani + ekologi dalam 1 paket
  • Menjadi destinasi wisata religi keluarga
  • Direplikasi di 8 kota Jatim

5 Aksi Konkret Tanggung Jawab Flora

Program “Sedekah Pohon” online (Rp 25.000/pohon mangrove, Rp 50.000/pohon pelindung)
Tanam 1 pohon per keluarga per tahun (1 keluarga × 20 tahun = 20 pohon = hutan kecil!)
TOGA di pekarangan: jahe, kunyit, kencur, serai, lengkuas (hemat beli bumbu + obat alami)
Ikut program Jatim Hijau (reboisasi Wana Wisata, biasanya Sabtu pagi gratis)
Rawat pohon tetangga yang ditinggal mudik/kerja (pohon hidup = amal jariyah terus mengalir)


Sektor 5: Fauna – Hewan Bukan Objek Eksploitasi

Kisah dalam Hadits

Hadits Anjing yang Kehausan:

“Seorang wanita pelacur melihat seekor anjing yang hampir mati kehausan di tepi sumur. Ia melepas sepatunya, mengambil air, dan memberi minum anjing itu. Maka Allah mengampuni seluruh dosanya karena perbuatan itu.” (HR. Bukhari-Muslim)

Pelajaran mendalam:

  • Jika memberi minum anjing (hewan najis dalam fikih) saja bisa hapus semua dosa, bagaimana dengan hewan halal yang kita pelihara?
  • Kasih sayang kepada hewan tidak mengenal status sosial: pelacur pun bisa masuk surga karena berbuat baik pada hewan
  • Ini menunjukkan betapa tingginya nilai animal welfare dalam Islam

Realita Eksploitasi Fauna

Data BKSDA Jatim 2024:

  • 1.240 kasus perburuan satwa dilindungi (elang jawa, macan tutul, lutung jawa)
  • Perdagangan ilegal burung kicau: Rp 47 miliar per tahun
  • 23 spesies burung endemik Jatim terancam punah
  • Eksploitasi penyu di pantai selatan untuk telur dan daging

Praktik Nyata: Qurban Ramah Lingkungan Jombang

Sistem Zero Waste Qurban:
Panitia qurban Masjid Al-Falah menerapkan prinsip tidak ada yang terbuang:

  1. Kulit kambing → dijemur, dijual ke pengrajin tas/sepatu (Rp 50.000/lembar)
  2. Tulang → dihancurkan jadi pupuk kalsium untuk kebun pesantren
  3. Jeroan → dimasak untuk pakan ikan lele kolam masjid (1 ton jeroan = pakan 3 bulan)
  4. Darah → difermentasi jadi pupuk organik cair (POC) untuk sayuran
  5. Tanduk → kerajinan souvenir

Hasil konkret:

  • Zero limbah terbuang (biasanya 30% jadi sampah)
  • Nilai ekonomi naik 30% dari penjualan by-product
  • Tidak ada bau busuk/lalat seperti qurban biasa
  • Edukasi jamaah tentang tanggung jawab terhadap hewan

5 Aksi Konkret Tanggung Jawab Fauna

Pilih daging qurban dari peternakan berkelanjutan (cek sertifikat animal welfare)
Adopsi kucing jalanan = amal jariyah (beri makan, sterilisasi, jangan biarkan kelaparan)
Jangan beli hewan langka/dilindungi (burung kicau liar, sugar glider, kukang)
Laporkan animal abuse ke BKSDA (hotline: 0811-3919-111)
Sumbang ke wildlife rescue center (BKSDA Jatim, Tasikoki Bali, IAR Indonesia)


Sektor 6: Sampah – Kebersihan adalah Sebagian dari Iman

Hadits Rasulullah SAW

“Kebersihan adalah sebagian dari iman.” (HR. Muslim)

Konteks: Rasulullah menekankan kebersihan bukan hanya badan (mandi, wudhu), tapi juga lingkungan sekitar. Bahkan dalam riwayat lain, beliau menyingkirkan duri di jalan dan mengatakan itu shadaqah.

Realita Krisis Sampah

Data Dinas Lingkungan Hidup Jatim 2024:

  • 2,4 juta ton sampah per tahun di Jatim
  • 68% masuk TPA (menumpuk, metana berbahaya)
  • 18% dibakar (polusi udara + dioksin kanker)
  • 14% dibuang ke sungai (mencemari air)
  • Hanya 5% yang didaur ulang!

Indonesia = penghasil sampah plastik terbesar ke-2 dunia (8 juta ton/tahun), Jatim menyumbang 30%.

Praktik Nyata: Bank Sampah Masjid Nasional Al-Akbar

Sistem Berbasis Poin:

  1. Jamaah bawa sampah anorganik yang sudah dipilah (plastik, kertas, kaleng, botol)
  2. Ditimbang di meja bank sampah setiap Jumat
  3. Dicatat poin di aplikasi (1 kg plastik = 100 poin)
  4. Poin bisa ditukar:
    • Voucher makan di kantin masjid
    • Sembako di koperasi masjid
    • Potong biaya parkir
    • Infaq untuk masjid

Hasil 2 tahun berjalan:

  • 2,4 ton sampah tertangani per bulan
  • Revenue Rp 8,5 juta/bulan dari penjual ke pengepul
  • 1.200 jamaah aktif partisipasi
  • 47 masjid lain di Jatim replikasi sistem ini

5 Aksi Konkret Tanggung Jawab Sampah

Pisahkan sampah sejak dari rumah: organik (kompos) | anorganik (jual) | B3 (baterai, lampu, ke drop point)
Kompos sampah dapur (1 kg kompos = Rp 2.000 value; 1 keluarga = 90 kg/bulan = Rp 180.000!)
Tolak plastik sekali pakai: sedotan, kantong kresek, kemasan styrofoam
Bawa tas belanja sendiri (1 kantong kresek = 100-500 tahun terurai)
Beli produk refill: sabun, deterjen, shampo (kurangi kemasan plastik 80%)


Sektor 7: Energi – Hemat adalah Sunnah, Boros adalah Mubadzir

Dalil Al-Quran

QS Al-A’raf: 31

“…Makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.”

Tafsir Hamka:
Ayat ini turun tentang makanan, tapi prinsipnya universal: segala bentuk pemborosan (israf) dan kemubadziran (tabdzir) dilarang. Termasuk listrik, air, BBM, kertas, dan semua sumber daya.

Realita Konsumsi Energi

Data Kementerian ESDM 2024:

  • Konsumsi listrik rumah tangga Jatim: 18.400 GWh/tahun
  • 78% dari PLTU batubara (emisi CO2 tinggi)
  • Potensi hemat 30-40% dengan efisiensi sederhana
  • Setiap 1.000 kWh hemat = cegah 850 kg emisi CO2

Praktik Nyata: Pesantren Langitan dengan Biogas

Yang sudah saya ceritakan di artikel pilar, lebih detail:

Sistem Biodigester:

  • 200 ekor sapi × 20 kg kotoran/hari = 4.000 kg input
  • Biodigester 50 m³ menghasilkan 1.500 m³ biogas/bulan
  • Biogas digunakan untuk:
    • Memasak dapur santri (12 kompor gas)
    • Generator listrik 15 kVA (lampu, pompa air)
    • Pemanas air kamar mandi

Penghematan per tahun:

  • LPG: 150 tabung × Rp 15.000 × 12 bulan = Rp 27 juta
  • Listrik: 3.500 kWh/bulan × Rp 1.500 × 12 = Rp 63 juta
  • Total: Rp 90 juta per tahun!

Bonus: Limbah biogas (slurry) jadi pupuk organik gratis, dijual Rp 500/kg = tambahan revenue Rp 18 juta/tahun.

5 Aksi Konkret Tanggung Jawab Energi

Ganti lampu LED (hemat 75% vs pijar; 1 LED 10W = 40W pijar = Rp 180.000 hemat/tahun)
Cabut charger HP setiap selesai (1 charger idle = 0,26W × 24 jam = Rp 15.000/tahun)
AC maksimal 24°C (setiap 1°C turun = naik 5% listrik; 22°C vs 24°C = Rp 300.000/tahun)
Setrika sekaligus 1× seminggu (jangan setiap hari; hemat 40% energi)
Solar panel jika mampu (investasi Rp 30 juta, balik modal 4-5 tahun, gratis listrik 20+ tahun)


Kesimpulan: 7 Sektor, 1 Amanah

Khalifah fil ardh bukan konsep abstrak. Ini adalah 35 aksi konkret (5 aksi × 7 sektor) yang bisa kita mulai hari ini.

Anda tidak harus lakukan semuanya sekaligus. Pilih 7 aksi (1 per sektor), praktikkan selama 30 hari, lalu evaluasi. Setelah jadi kebiasaan, tambah lagi.

Ingat hadits Rasulullah SAW:

“Sebaik-baik amal adalah yang dilakukan secara terus-menerus, meskipun sedikit.” (HR. Bukhari-Muslim)

Tanam 1 pohon per tahun selama 20 tahun = 20 pohon.
Hemat 100 liter air per bulan selama 10 tahun = 12.000 liter.
Kompos 3 kg sampah per hari selama 5 tahun = 5,5 ton limbah teratasi.

Sedikit × konsisten × lama = dampak luar biasa.


Download Checklist 7 Sektor

Saya sudah siapkan “Checklist Harian 7 Tanggung Jawab Khalifah” format PDF yang bisa Anda print dan tempel di kulkas/kamar. Isinya:

✅ 35 action items (5 per sektor)
✅ Tracker mingguan (centang setiap hari sudah lakukan apa)
✅ Kalkulator impact (berapa liter air/kg CO2 yang Anda selamatkan)
✅ Doa dan dzikir untuk setiap sektor

Download Gratis PDFLink lead magnet


Pertanyaan untuk Refleksi

Dari 7 sektor di atas:

  1. Mana yang paling mudah untuk Anda mulai?
  2. Mana yang paling menantang?
  3. Apa hambatan terbesar yang Anda rasakan?

Tulis di kolom komentar, mari kita diskusi dan saling support! 💬

Wallahu a’lam bishawab.


Setelah memahami konsep 7 Sektor Tanggung Jawab Lingkungan Muslim: Dari Ayat ke Aksi Nyata. Saya merekomendasikan 3 artikel lanjutan:

  1. Khalifah Fil Ardh: 7 Tanggung Jawab Muslim terhadap Bumi – Panduan lengkap tanggung jawab konkret
  2. Tafsir QS Al-Baqarah 30: Dialog Allah dan Malaikat – Deep dive ayat paling penting tentang khalifah
  3. Perbedaan Khalifah dan Abdullah: Fungsi vs Identitas – Analisis mendalam 2 konsep kunci

Langkah Selanjutnya

Referensi:

  1. Kementerian Lingkungan Hidup Jawa Timur (2024) – Data Pencemaran
  2. BPS Jawa Timur (2024) – Statistik Lingkungan Hidup
  3. BMKG Perak Surabaya (2024) – Kualitas Udara
  4. Tafsir Ibnu Katsir, Al-Qurthubi, Quraish Shihab
  5. Shahih Bukhari-Muslim – Hadits tentang Lingkungan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POPULER

Paling Banyak Dibaca