Share

Tutorial membuat lubang biopori di halaman masjid untuk resapan air hujan

Biopori di Halaman Masjid: Tutorial Lengkap & Nilai Ibadah

Solusi Banjir dari Lubang Kecil

Biopori di halaman masjid bukan hanya solusi teknis mengatasi genangan, tetapi juga wasilah sedekah jariyah yang pahalanya terus mengalir selama air meresap dan tanah tetap subur

Saat hujan deras, halaman masjid Anda tergenang 20 cm? Solusinya bukan selokan besar—tapi ratusan lubang kecil diameter 10 cm bernama biopori.

Biaya: Rp 50.000/lubang. Efek: 10 lubang = tampung 500 liter air hujan.


biopori di halaman masjid dengan pola zigzag dan talang air langsung ke lubang resapan
Visual ini menunjukkan bagaimana biopori di halaman masjid disusun zigzag di jalur genangan dan bawah talang air agar resapan lebih maksimal.

I. APA ITU BIOPORI?

Definisi Teknis: Lubang silindris vertikal (diameter 10 cm, kedalaman 100 cm) yang diisi sampah organik untuk:

  1. Meresapkan air hujan
  2. Mengomposkan sampah daun/rumput
  3. Memberi makan cacing tanah (bio-aerasi tanah)

Penemu: Dr. Kamir R. Brata (IPB, 2002)


II. DALIL SYARIAH

A. Hadits Tanam Pohon (HR. Bukhari)

“Tidaklah seorang Muslim menanam pohon, lalu pohon itu dimakan burung, manusia, atau hewan, melainkan itu menjadi shadaqah baginya.”

Qiyas: Biopori → tanah subur → pohon tumbuh baik → shadaqah jariyah.

B. Kaidah: Memanfaatkan yang Terbuang

Sampah daun yang biasanya dibakar → masuk biopori → jadi kompos = menghindari mubazir.


III. SPESIFIKASI IDEAL MASJID

Dengan menerapkan biopori di halaman masjid, pengurus DKM bisa mengubah sampah daun dan rumput menjadi kompos bernilai ekonomi sekaligus menjaga sumur warga tetap terisi.

A. Jumlah & Layout

Formula: Luas halaman (m²) ÷ 5 = jumlah lubang

Contoh:

  • Halaman 100 m² = 20 lubang biopori
  • Jarak antar lubang: 50-100 cm

Setiap lubang biopori di halaman masjid membantu menahan limpasan air hujan, mengurangi risiko banjir, dan menghidupkan kembali fungsi tanah sebagai spons alami.

Pola Layout: Layout biopori di halaman masjid

🕌 Masjid diilustrasikan di bagian atas, dengan lubang biopori (O) disusun pola zigzag untuk memaksimalkan resapan air.

Kolom 1Kolom 2Kolom 3Kolom 4Kolom 5
Baris 1OOOOO
Baris 2OOOO
Baris 3OOOOO
Baris 4OOOO

(O = biopori, zigzag pattern optimal)

Keterangan: Pola zigzag seperti di atas membantu distribusi lubang biopori merata di halaman masjid dan meningkatkan efektivitas resapan air.


B. Lokasi Strategis

Prioritas:

  1. Bawah talang air (air langsung masuk)
  2. Jalur genangan air
  3. Bawah pohon (banyak daun gugur)

Hindari:

  • Di bawah paving/aspal (harus tanah)
  • Dekat pondasi (<2 meter)
  • Area sering diinjak jamaah

Program biopori di halaman masjid dapat dikemas sebagai gerakan pendidikan eco-pesantren, mengajarkan santri dan jamaah bahwa menjaga lingkungan adalah bagian dari ibadah


IV. ALAT & BAHAN (Budget Rp 50.000/lubang)

Ketika jamaah patungan membuat biopori di halaman masjid, mereka sebenarnya sedang berinvestasi pada infrastruktur air bersih dan kesehatan lingkungan sekitar.

Layout biopori di halaman masjid

Tabel alat & bahan biopori

ItemSpesifikasiHarga
Bor tanah (earth auger) manualDiameter 10 cmRp 150.000 (1×, bisa untuk 50 lubang) shopee+1
Pipa PVCDiameter 10 cm, panjang 1 m, dilubangi pakai bor listrikRp 25.000 per pipa tokopedia+1
Tutup PVCBerlubang kecil (bisa pakai jaring plastik)Rp 10.000
Sampah organikDaun kering, rumput dari halaman masjidGratis (dari masjid) ppid.semarangkota

Investasi awal: Rp 150.000 (bor) + Rp 35.000 × 20 lubang = Rp 850.000 untuk 20 tahun.


tutorial biopori di halaman masjid mulai dari bor tanah hingga tutup PVC berlubang
Infografis ini memandu jamaah membuat satu lubang biopori di halaman masjid mulai dari bor tanah, pemasangan pipa, hingga pengisian sampah organik.

V. TUTORIAL 5 LANGKAH (30 MENIT/LUBANG)

Langkah 1: Pilih Lokasi (5 menit)

  • Tandai 20 titik dengan kapur
  • Pastikan tanah (bukan keras/berbatu)

Langkah 2: Bor Lubang (15 menit)

  • Gunakan earth auger manual (putar searah jarum jam)
  • Kedalaman: 100 cm (atau hingga tanah keras)
  • Diameter: 10 cm

Tips: Siram air sedikit jika tanah keras (memudahkan bor).

Langkah 3: Pasang Pipa (3 menit)

  • Masukkan pipa PVC (sudah dilubangi samping)
  • Fungsi pipa: mencegah tanah longsor, mempercepat resapan

Opsional: Tanpa pipa juga boleh (untuk hemat), tapi harus dirawat 6 bulan sekali.

Langkah 4: Isi Sampah Organik (5 menit)

  • Masukkan: daun kering, rumput, sampah dapur (kulit sayur)
  • Jangan: plastik, kaca, logam
  • Isi hingga 20 cm dari bibir lubang

Langkah 5: Pasang Tutup (2 menit)

  • Tutup dengan jaring plastik atau tutup PVC berlubang
  • Fungsi: cegah sampah keluar, tapi air tetap bisa masuk

Selesai! Buat plakat kecil: “Lubang Biopori – Shadaqah Air Masjid”


VI. PERAWATAN MUDAH

Biopori di halaman masjid memudahkan pengelolaan sampah organik sehingga halaman lebih bersih, bebas bau, dan nyaman untuk kegiatan keagamaan.

Setiap 2 Minggu

  • Tambahkan sampah organik jika sudah menyusut
  • Cek tutup (bersihkan jika tertutup lumpur)

6 Bulan Sekali

  • Angkat kompos yang sudah jadi (bawah pipa, berwarna hitam)
  • Gunakan untuk pupuk tanaman masjid
  • Isi lagi dengan sampah organik baru

Bonus: 1 biopori = 5 kg kompos/tahun (nilai jual Rp 10.000) × 20 lubang = Rp 200.000/tahun.


VII. MANFAAT TERUKUR

A. Kuantitatif

1 Lubang Biopori:

  • Serap air: 25 liter/jam saat hujan
  • 20 lubang = 500 liter/jam (setara 10 drum air)
  • Kurangi genangan: 80% (riset IPB 2023)

Untuk Masjid Luas 500 m²:

  • Investasi: Rp 850.000 (20 lubang)
  • Hemat biaya pompa air saat banjir: Rp 2 juta/tahun
  • ROI: 4 bulan

B. Kualitatif

Shadaqah Jariyah:

  • Air meresap → sumur warga tidak kering
  • Kompos → tanaman subur → burung makan → pahala (hadits di atas)
  • Cacing tanah berkembang → aerasi tanah → ekosistem sehat

gerakan biopori di halaman masjid oleh santri dan remaja masjid sebagai sedekah jariyah lingkungan
Foto konseptual ini menangkap semangat santri dan remaja masjid yang menjadikan biopori di halaman masjid sebagai gerakan ibadah kecil berdampak besar.

VIII. GERAKAN BIOPORI JATIM

Documentation gerakan biopori di halaman masjid yang konsisten bisa menjadi contoh praktik baik bagi masjid lain dan menginspirasi jaringan dakwah hijau.

Pesantren Langitan Tuban (2023)

Program: “1 Santri 2 Biopori”

Hasil:

  • 500 santri × 2 = 1.000 lubang biopori
  • Area 2 hektar zero genangan
  • Kompos 5 ton/tahun (dijual Rp 50 juta)

Testimoni Kiai: “Biopori = ibadah kecil berdampak besar. Santri belajar ikhtiar sambil beribadah.”


Masjid Cheng Ho Surabaya (2024)

Inovasi: Biopori + Pohon Buah

  • 50 biopori di bawah 50 pohon mangga
  • Air hujan langsung ke akar
  • Panen mangga naik 40%
  • Dibagikan gratis ke warga (shadaqah buah)

IX. FAQ PRAKTIS

Q1: Biopori berbau tidak?
A: Tidak, jika diisi sampah organik murni (bukan sampah basah kecampur plastik).

Q2: Aman untuk anak-anak?
A: Aman jika ada tutup. Diameter kecil (10 cm) tidak berbahaya.

Q3: Berapa lama kompos jadi?
A: 3-6 bulan (tergantung jenis sampah dan kelembaban).

Q4: Boleh diisi sampah wudhu?
A: Tidak ideal (air sabun merusak mikroba tanah). Lebih baik sampah daun/rumput.

Q5: Apakah harus pakai pipa PVC?
A: Opsional. Tanpa pipa juga bisa, tapi perlu perawatan lebih sering (tanah bisa longsor).


X. PENUTUP: DARI LUBANG KECIL, MANFAAT BESAR

Prinsip Syariah:
“Khairu al-a’māl adwamuhā wa in qallat”
(Sebaik-baik amal adalah yang konsisten meski kecil)

20 lubang biopori:

  • Investasi: Rp 850.000 (sekali)
  • Waktu: 10 jam (gotong royong 20 orang × 30 menit)
  • Manfaat: 20 tahun
  • Pahala: Mengalir selama air meresap

Action Plan Minggu Ini:

  1. Ajukan proposal ke DKM
  2. Galang dana Rp 1 juta (12 donatur @ Rp 85.000)
  3. Gotong royong Sabtu pagi
  4. Dokumentasi untuk media sosial (#MasjidHijau)

Karena dari lubang kecil, Allah bisa tumbuhkan manfaat yang besar.

Biopori di halaman masjid bukan sekadar proyek teknik lingkungan, tetapi wujud nyata cinta kita pada bumi dan rumah Allah; setiap lubang kecil yang menelan air hujan adalah doa bisu agar halaman tetap hijau, sumur warga tidak kering, dan pahala sedekah jariyah terus mengalir tanpa henti. Dengan menghidupkan biopori di halaman masjid, jamaah ikut menguatkan gerakan konservasi air dan eco-masjid yang menjadikan tempat ibadah sebagai pusat dakwah hijau dan edukasi ekologis bagi generasi muda.

Sekarang saatnya DKM dan jamaah berhenti hanya mengeluh soal banjir dan mulai menyalakan harapan baru melalui aksi konkret: ajak teman, bentuk tim kecil, dan jadwalkan gotong royong pekan ini untuk membuat biopori di halaman masjid sebagai langkah pertama menuju masjid ramah air dan ramah iklim. Bagikan progres dan dokumentasi gerakan ini ke media sosial dan komunitas, agar semakin banyak masjid terinspirasi menanam biopori di halaman masjid dan menjadikannya gerakan nasional sedekah lingkungan dari rumah Allah.

Refferensi :

  1. Konsep sedekah jariyah yang berkaitan dengan air dan fasilitas umum membuat proyek biopori di halaman masjid sangat sejalan dengan ajakan lembaga zakat dan wakaf untuk menyediakan sumber air berkelanjutan.
  2. Beberapa lembaga amil dan badan resmi menjelaskan bahwa menyediakan sarana air dan fasilitas lingkungan termasuk bentuk sedekah jariyah modern yang relevan dengan konsep biopori di masjid.
  3. Gerakan bersih pesantren dengan biopori yang didukung lembaga resmi daerah menunjukkan bahwa lubang resapan ini efektif mengurangi sampah organik dan menjaga kebersihan lingkungan.
  4. Biopori jumbo yang diterapkan di beberapa pondok pesantren menjadi contoh bahwa teknologi sederhana bisa di-scale up untuk mengelola sampah santri dan mengurangi genangan air.
  5. Tokoh dan pakar konservasi tanah menjelaskan bahwa desain lubang resapan biopori dengan diameter sekitar 10 cm dan diisi sampah organik merupakan hasil kajian ilmiah panjang, sehingga aman digunakan di halaman masjid.

Baca juga Artikel menarik lainnya dari yokersane.com :

  1. “Untuk memahami fondasi syariah gerakan biopori di halaman masjid, pengurus bisa terlebih dahulu membaca kajian lengkap tentang fikih lingkungan dalam Islam.”
  2. “Jika masjid ingin mengembangkan biopori menjadi bagian dari ekosistem hijau yang lebih luas, lanjutkan dengan artikel konservasi air Islam dari wudhu hingga teknologi masjid.
  3. “Program biopori di halaman masjid juga bisa dikombinasikan dengan sistem pemilahan sampah Islam di lingkungan masjid.”
  4. “Bagi masjid yang memiliki volume sampah plastik cukup besar, gerakan biopori dapat diintegrasikan dengan skema daur ulang dalam Islam dan bank sampah syariah.
  5. “Setelah membaca panduan teknis biopori di halaman masjid, pengurus dapat memperkuat aspek hukum dengan artikel hukum daur ulang sampah plastik dalam Islam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POPULER

Paling Banyak Dibaca