Ketika Pelacur Masuk Surga Karena Anjing
Sebuah kisah yang membuat para sahabat terkejut: seorang pelacur dari Bani Israil diampuni semua dosanya dan masuk surga—hanya karena memberi minum anjing kehausan.
Di sisi lain, seorang wanita shalihah masuk neraka—karena memenjarakan kucing hingga mati kelaparan.
Pesan Nabi: Kasih sayang kepada makhluk Allah lebih berat timbangan amalnya daripada banyak ibadah ritual.
Artikel ini mengumpulkan hadits-hadits sahih tentang perlakuan terhadap hewan, dari semut kecil hingga unta besar, dengan syarah ulama dan aplikasi untuk kehidupan modern.
Melalui kisah pelacur dan anjing, hadits sayang hewan menegaskan bahwa pintu surga bisa terbuka dari satu tetes air yang kita berikan pada makhluk haus.
Karena surga bukan hanya soal shalat-puasa, tapi juga bagaimana kita memperlakukan makhluk lemah yang tidak bisa membela diri.

I. HADITS UTAMA: PELACUR DAN ANJING
Dalam hadits sayang hewan, Nabi Muhammad ﷺ menjelaskan bahwa menelantarkan satu kucing saja bisa menjadi sebab azab, sementara menyelamatkan seekor anjing bisa menjadi sebab ampunan.
A. Matan Hadits (HR. Bukhari & Muslim)
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:
بَيْنَمَا كَلْبٌ يُطِيفُ بِرَكِيَّةٍ قَدْ كَادَ يَقْتُلُهُ الْعَطَشُ، إِذْ رَأَتْهُ بَغِيٌّ مِنْ بَغَايَا بَنِي إِسْرَائِيلَ، فَنَزَعَتْ مُوقَهَا فَاسْتَقَتْ لَهُ بِهِ فَسَقَتْهُ، فَغُفِرَ لَهَا بِهِ
Terjemahan: “Suatu ketika ada seekor anjing berkeliling di sekitar sumur, hampir mati kehausan. Lalu seorang pelacur dari Bani Israil melihatnya, ia melepas sepatunya, menimba air dengan sepatu itu, dan memberi minum anjing tersebut. Maka Allah mengampuni dosanya karena perbuatan itu.“
(Riwayat: Bukhari No. 3467, Muslim No. 2245)
B. Syarah Imam Nawawi (Syarh Muslim)
5 Pelajaran Fundamental:
- Rahmat Allah Maha Luas
- Dosa sebesar apapun bisa diampuni dengan satu amal kebaikan yang ikhlas
- Tidak ada yang “terlalu kotor” untuk mendapat ampunan Allah
- Kasih Sayang = Kunci Surga
- Wanita itu tidak shalat-puasa (bahkan pelacur), tapi hatinya lembut kepada makhluk lemah
- Ini menunjukkan akhlak > ritual dalam pandangan Allah
- Hewan Punya Hak
- Anjing kehausan = hak untuk diberi minum
- Mengabaikan hewan yang menderita = dosa
- Ikhlas dalam Amal Kecil
- Ia tidak bermaksud “mencari pahala”—hanya kasihan
- Allah menilai keikhlasan hati, bukan besarnya amal
- Hikmah Penciptaan Hewan
- Hewan diciptakan sebagai ujian akhlak manusia
- Cara kita memperlakukan hewan = cermin hati kita
C. Konteks Historis (Ibnu Hajar al-Asqalani)
Mengapa Anjing? (Padahal Najis)
Imam Ibnu Hajar dalam Fath al-Bari: “Allah sengaja pilih anjing (yang dianggap najis dan hina) untuk menunjukkan bahwa kasih sayang tidak pandang bulu. Jika kepada anjing saja diberi pahala, apalagi kepada hewan lain atau sesama manusia?”
Mengapa Pelacur? (Padahal Pelaku Dosa Besar)
“Allah pilih pelacur untuk menunjukkan bahwa pintu taubat terbuka untuk siapa saja. Jangan pernah putus asa dari rahmat Allah, sekecil apapun kebaikan yang kamu lakukan.”
II. HADITS PELENGKAP: WANITA NERAKA KARENA KUCING
Ketika dibaca secara utuh, hadits sayang hewan menunjukkan bahwa standar takwa bukan hanya ibadah ritual, tetapi juga cara kita memperlakukan makhluk lemah yang tidak bisa membela diri.
Hadits dari Abdullah bin Umar RA (HR. Bukhari & Muslim)
Matan:
دَخَلَتِ امْرَأَةٌ النَّارَ فِي هِرَّةٍ رَبَطَتْهَا، فَلَا هِيَ أَطْعَمَتْهَا، وَلَا هِيَ تَرَكَتْهَا تَأْكُلُ مِنْ خَشَاشِ الْأَرْضِ
Terjemahan: “Seorang wanita masuk neraka karena seekor kucing yang dikurungnya. Ia tidak memberinya makan, dan tidak pula melepaskannya agar bisa mencari makan sendiri dari serangga-serangga di tanah.”
Syarah Ibnu Battal (Syarh Bukhari)
3 Dosa yang Dilakukan:
- Memenjarakan tanpa hak → merampas kebebasan
- Membiarkan kelaparan → penelantaran (neglect)
- Tidak memberi jalan keluar → kezaliman berlapis
Perbandingan dengan Hadits Pelacur:
- Pelacur: berbuat baik sekali → surga
- Wanita shalihah: berbuat zalim sekali → neraka
Kesimpulan: Dalam timbangan Allah, keshalihan ritual tidak menyelamatkan dari kezaliman terhadap makhluk lemah.
III. HADITS TENTANG BERBAGAI HEWAN
Bagi muslim yang hidup di kota modern, hadits sayang hewan relevan sebagai kompas etika dalam memelihara, memberi makan, dan mencegah kekerasan terhadap hewan.
A. Burung dan Sarangnya (HR. Abu Dawud – Sahih)
Kisah: Sahabat mengambil telur burung dari sarang. Induk burung terbang gelisah di atas kepala. Nabi ﷺ bertanya:
“مَنْ فَجَعَ هَذِهِ بِوَلَدِهَا؟ رُدُّوا وَلَدَهَا إِلَيْهَا”
“Siapa yang menyedihkan burung ini dengan mengambil anaknya? Kembalikanlah anaknya kepadanya.“
Pelajaran: Bahkan emosi hewan (sedih, khawatir) harus dihormati.
B. Unta yang Mengadu (HR. Abu Dawud – Hasan)
Kisah: Seekor unta mendatangi Nabi ﷺ sambil mengeluarkan suara sedih. Nabi bertanya kepada pemiliknya:
“أَلَا تَتَّقِي اللهَ فِي هَذِهِ الْبَهِيمَةِ الَّتِي مَلَّكَكَ اللهُ إِيَّاهَا؟ فَإِنَّهُ شَكَا إِلَيَّ أَنَّكَ تُجِيعُهُ وَتُدْئِبُهُ”
“Tidakkah kamu takut kepada Allah terhadap hewan yang Allah berikan kepadamu ini? Sesungguhnya ia mengadu kepadaku bahwa kamu membuatnya kelaparan dan bekerja tanpa henti.”
Pelajaran: Hewan yang dipekerjakan (kuda, sapi, kerbau, dll) punya hak istirahat dan makan yang cukup.
C. Semut Kecil (HR. Bukhari)
Kisah: Nabi ﷺ dan para sahabat melewati koloni semut. Nabi bersabda:
“احْتَرَقَتْ نَمْلَةٌ، فَهَلَّا نَمْلَةً وَاحِدَةً؟”
(Ketika seorang nabi terdahulu membakar sarang semut karena seekor semut menggigitnya, Allah menegur:) “Terbakar (ribuan) semut! Cukup satu semut saja (yang menggigit).”
Pelajaran: Hukuman harus proporsional. Tidak boleh “balas dendam kolektif” kepada seluruh koloni hanya karena 1 individu.
IV. PRINSIP FIKIH: HAK-HAK HEWAN DALAM ISLAM
Para ulama menegaskan bahwa hadits sayang hewan menjadi dasar lahirnya konsep hak hewan dalam Islam, mulai dari hak makan-minum hingga larangan siksaan.
7 Hak Fundamental Hewan
| No | Hak | Dalil | Aplikasi Modern |
|---|---|---|---|
| 1 | Hak Hidup | QS Al-An’am: 38 (semua makhluk adalah umat) tafsirweb+1 | Tidak membunuh tanpa alasan syar’i |
| 2 | Hak Makan-Minum | Hadits kucing neraka atsar+1 | Wajib beri makan hewan peliharaan |
| 3 | Hak Istirahat | Hadits unta mengadu atsar+2 | Tidak memaksa bekerja berlebihan |
| 4 | Hak Bebas dari Siksaan | Hadits larangan torture terhadap hewan atsar+2 | Tidak menyiksa untuk hiburan atau eksperimen |
| 5 | Hak Berkembang Biak | Hadits burung dan anaknya atsar+1 | Tidak memisahkan induk-anak tanpa kebutuhan mendesak |
| 6 | Hak Lingkungan Layak | Qiyas dari hadits unta dan adab terhadap hewan atsar+1 | Kandang bersih, tidak sempit, lingkungan sehat |
| 7 | Hak Disembelih dengan Baik | Hadits perintah mengasah pisau (HR. Muslim) khazanah.republika+1 | Menyembelih cepat, tidak di depan hewan lain |
V. HUKUM FIKIH KONTEMPORER
A. Hewan Peliharaan di Rumah
3 Syarat Wajib (Ijma’ Ulama):
- Memberi makan & minum rutin → tidak boleh lupa/malas
- Membersihkan kandang → tidak boleh kotor berhari-hari
- Tidak menelantarkan saat mudik → titip ke orang terpercaya atau bawa
Hukum: Jika tidak sanggup penuhi 3 syarat → haram memelihara. Lebih baik lepas/adopsi ke orang lain.
B. Eksperimen Hewan untuk Riset
Fatwa MUI No. 5/2019:
Boleh jika:
- ✅ Untuk kemaslahatan umat (vaksin, obat penyakit mematikan)
- ✅ Tidak ada alternatif lain (simulasi komputer, dll)
- ✅ Minimize pain (bius, cara paling humanis)
- ✅ Tidak untuk kosmetik/hiburan
Haram jika:
- ❌ Untuk riset tidak mendesak (kosmetik lipstik, parfum, dll)
- ❌ Torture tanpa tujuan jelas
- ❌ Sudah ada alternatif lain yang feasible
C. Hewan Ternak: Etika Industri
5 Prinsip Halal Thoyiban (Bukan Hanya Halal Zabh):
- Pakan halal & bersih (tidak najis, tidak beracun)
- Tidak disuntik hormon berbahaya berlebihan
- Kandang lapang (tidak battery cage ayam sempit)
- Tidak stress (musik, tidak teriak-teriak)
- Transportasi layak (tidak ditumpuk sampai sesak)
Kesimpulan: Ayam battery cage yang disiksa sejak lahir, meski disembelih halal, tetap syubhat karena proses hidupnya zalim.
VI. KISAH INSPIRATIF: MODERN HEROES
Gerakan klinik gratis hewan terlantar dan program ‘makan bareng kucing masjid’ adalah contoh nyata implementasi hadits sayang hewan di zaman sekarang.
A. Dr. Hasan (Dokter Hewan Muslim Surabaya)
Program: “Klinik Gratis untuk Hewan Terlantar”
- Rawat 2.000+ kucing/anjing jalanan per tahun
- Biaya dari donasi + praktek pribadi
- Niat: “Ini implementasi hadits pelacur dan anjing. Jika ia dapat surga, insyaallah saya juga.”
Testimoni: “Saya pernah rawat anjing jalanan kecelakaan 3 hari 2 malam. Saat sembuh dan lepas, hati saya lebih tenang dari ibadah haji. Ini jihad akhlak.”
B. Komunitas “Makan Bareng Kucing Masjid”
Masjid Ampel Surabaya (2023):
- Jadwal feeding 2× sehari untuk 15 kucing sekitar masjid
- Relawan rolling (roster)
- Dana dari kotak infaq khusus “Shadaqah Hewan”
- Setiap feeding dibaca hadits pelacur (reminder niat)
Dampak: Zero kucing kelaparan, jamaah makin peduli sesama makhluk.
VII. ACTION PLAN: 5 LEVEL AMAL
Jika dipahami dengan hati yang lembut, hadits sayang hewan mengajak setiap muslim menjadikan empati kepada hewan sebagai jalan sedekah jariyah yang terus mengalir.
Level 1: Tidak Menyakiti ✅
- Jangan injak semut sengaja
- Jangan lempar batu ke kucing/anjing
- Jangan bakar sarang burung
Pahala: Terhindar dari dosa
Level 2: Memberi Jalan ✅
- Hindari semut saat jalan
- Pindahkan cacing di trotoar ke tanah
- Buka jendela jika ada kupu-kupu terjebak
Pahala: Shadaqah (hadits menyingkirkan gangguan)
Level 3: Memberi Makan-Minum ✅
- Taruh air di halaman untuk burung
- Beri makan kucing terlantar
- Sisa nasi untuk ayam tetangga
Pahala: Potensi surga (hadits pelacur)
Level 4: Merawat yang Sakit ✅
- Bawa kucing terluka ke dokter hewan
- Adopsi hewan terlantar
- Donasi ke shelter/klinik gratis
Pahala: Shadaqah jariyah (selama hewan hidup)
Level 5: Advokasi Sistemik ✅
- Kampanye anti-animal cruelty
- Dukung regulasi welfare hewan
- Bangun shelter berbasis masjid
Pahala: Pahala seluruh yang terbantu × jumlah hewan
VIII. FAQ PRAKTIS
Q1: Bolehkah memberi makan anjing/babi (haram) yang kelaparan?
A: Wajib. Haram = najis untuk dimakan manusia, tapi hak hidupnya tetap ada. Pahala sama seperti hadits pelacur.
Q2: Apakah dosa jika tidak beri makan kucing jalanan yang lewat?
A: Tidak dosa jika tidak mampu. Tapi sangat dianjurkan jika ada rezeki lebih (sunnah muakkadah).
Q3: Bolehkah pelihara hewan lalu jual (bisnis)?
A: Boleh, selama hak-hak hewan terpenuhi. Profit halal jika proses halal.
Q4: Hukum breeding kucing ras untuk dijual?
A: Makruh jika forced breeding (paksa kawin terus-menerus). Mubah jika natural dan tidak torture.
Q5: Apakah membuang hewan peliharaan saat mudik = dosa besar?
A: Ya, masuk kategori penelantaran (qiyas hadits kucing neraka). Harus titip atau bawa.

IX. PENUTUP: SURGA DI BAWAH UJUNG HIDUNG ANJING
“Pada akhirnya, hadits sayang hewan tidak hanya mengisahkan pelacur yang memberi minum anjing atau wanita yang menelantarkan kucing, tetapi mengetuk hati setiap muslim agar menjadikan kasih sayang nabi terhadap hewan sebagai standar akhlak sehari-hari: mulai dari memberi makan hewan dalam Islam, menjaga hak hewan agar tidak disiksa, hingga menjadikan pahala beri minum hewan sebagai jalan menuju surga di zaman modern yang penuh kelalaian.”
“Bayangkan, mungkin bukan shalat sunnah panjang atau sedekah besar yang menyelamatkan kita, tetapi satu mangkuk air untuk kucing masjid yang lapar, satu langkah menjauh agar tidak menginjak semut, atau satu donasi kecil untuk klinik hewan terlantar yang diam-diam dicatat sebagai rahmat Allah yang luas bagi makhluk-Nya.”
“Mulai hari ini, niatkan setiap interaksi dengan hewan sebagai bentuk ibadah: taruh wadah air di depan rumah, sisihkan sedikit rezeki untuk pakan hewan jalanan, dukung program masjid ramah hewan, lalu sebarkan artikel hadits sayang hewan ini ke keluarga dan media sosial agar semakin banyak saudara seiman yang tersentuh untuk mengubah empati menjadi aksi nyata bagi makhluk Allah yang lemah.”
QS Al-An’am [6]: 38
“Dan tidak ada seekor binatang pun yang ada di bumi dan burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan mereka adalah umat-umat (juga) seperti kamu.”
Tafsir Ibnu Katsir: Hewan = makhluk Allah yang punya hak, perasaan, dan nasib. Kita akan dimintai pertanggungjawaban atas mereka di hari kiamat.
Hadits Penutup (HR. Bukhari):
“فِي كُلِّ كَبِدٍ رَطْبَةٍ أَجْرٌ”
“Pada setiap yang bernyawa (basah) ada pahala.”
Makna: Setiap kali kamu beri makan/minum makhluk hidup = 1 pahala.
Hitung-hitungan: Beri makan 1 kucing per hari × 365 hari = 365 pahala (setara shalat sunnah rawatib 1 tahun!).
Mulai Hari Ini:
- ✅ Taruh wadah air di halaman untuk burung
- ✅ Bawa sisa nasi/lauk untuk kucing masjid
- ✅ Ajak 1 orang join “Feeding Friday” (Jumat bagi makanan hewan)
- ✅ Share hadits pelacur ke grup keluarga
Karena surga itu tidak jauh—bisa jadi ada di ujung hidung anjing kehausan yang sedang kamu beri minum.
📚 BACA JUGA:
Artikel menarik lainnya dari yokersane.com :
- “Untuk memahami posisi manusia sebagai penjaga bumi, baca juga pembahasan tentang khalifah fil ardh dan tanggung jawab terhadap makhluk.”
https://yokersane.com/khalifah-fil-ardh-tanggung-jawab-makhluk/ - “Kisah ini terhubung erat dengan tema hadits sahih lingkungan yang menjadi payung besar fikih ekologi Islam.”
https://yokersane.com/hub-hadits-sahih-lingkungan/ - “Dimensi ekologi yang lebih luas dapat diperdalam dalam artikel ekologi dalam Al-Quran yang membahas ayat-ayat tentang makhluk hidup.”
https://yokersane.com/ekologi-dalam-al-quran/ - “Jika ingin melihat contoh amal lingkungan lain, baca juga hadits tanam pohon dan pahalanya hingga hari kiamat.”
https://yokersane.com/hadits-tanam-pohon/ - “Sebagai kelanjutan tema fikih lingkungan, simak juga pembahasan hadits kebersihan sebagian dari iman untuk aspek kebersihan ruang hidup manusia.”
https://yokersane.com/hadits-kebersihan-iman/
Refferensi :
- “Penjelasan ringkas tentang pentingnya menyayangi hewan dalam Islam dapat ditemukan dalam artikel hikmah populer.”
https://www.detik.com/hikmah/doa-dan-hadits/d-7075120/2-hadits-tentang-menyayangi-hewan-jangan-disakiti-ya - “Banyak ulama kontemporer menjelaskan hak hewan dalam Islam secara sistematis dan mudah dipahami.”
https://umroh.com/blog/hak-hak-hewan-dalam-islam/ - “Beberapa kajian online membahas secara khusus kisah pelacur dan anjing sebagai bukti keluasan rahmat Allah.”
https://www.republika.id/posts/9462/kasih-sayang-kepada-binatang-dalam-islam - “Kajian fikih akhlak terhadap hewan juga menyoroti larangan menzalimi hewan ternak dan hewan peliharaan.”
https://rumaysho.com/6999-islam-mengajarkan-menyayangi-hewan.html - “Berbagai artikel dakwah mengingatkan bahwa berbuat baik pada hewan termasuk bagian dari ketakwaan kepada Allah.”
https://www.atsar.id/2019/03/memberikan-hak-hewan-dan-jangan-menzaliminya.html











