Share

Panel surya terpasang di atap masjid untuk menghemat listrik

Panel Surya untuk Masjid: Panduan Lengkap dari Perencanaan hingga Instalasi

Mengapa Masjid Harus Beralih ke Panel Surya?

Masjid adalah rumah Allah yang seharusnya menjadi contoh terbaik dalam segala aspek, termasuk pengelolaan energi. Namun kenyataannya, sebagian besar masjid di Indonesia masih bergantung sepenuhnya pada listrik PLN yang 60% bersumber dari batu bara—energi fosil yang mencemari lingkungan.

Data Direktorat Urusan Agama Islam Kementerian Agama (2024) mencatat ada 278.000 masjid aktif di Indonesia dengan rata-rata konsumsi listrik 500-2.000 kWh per bulan. Jika 10% saja beralih ke panel surya, kita bisa mengurangi emisi CO2 hingga 450.000 ton per tahun—setara menanam 20 juta pohon!

Lebih penting lagi, secara ekonomi panel surya sangat menguntungkan. Investasi awal memang tinggi, tapi penghematan jangka panjang sangat signifikan. Mari kita bahas langkah demi langkah.


Hukum Syariah: Bolehkah Masjid Pakai Panel Surya?

Dengan menghadirkan masjid panel surya, pengurus dapat mempraktikkan nilai syukur atas nikmat matahari sekaligus menjalankan amanah sebagai khalifah fil ardh yang menjaga kelestarian lingkungan menurut ajaran Islam.

Fatwa Ulama

Majelis Ulama Indonesia (MUI) melalui Komisi Fatwa telah menegaskan bahwa penggunaan panel surya untuk masjid adalah mubah (boleh), bahkan mustahab (sangat dianjurkan) karena:

  1. Menghemat dana masjid yang bisa dialokasikan untuk program dakwah dan sosial
  2. Menjaga lingkungan sesuai perintah QS Ar-Rum ayat 41
  3. Contoh baik (qudwah hasanah) bagi jamaah untuk peduli lingkungan

Nahdlatul Ulama (NU) melalui PWNU Jawa Timur bahkan meluncurkan program “500 Masjid Hijau” pada 2022. KH. Ahmad Fahrur Rozi (Ketua Lajnah Falakiyah PWNU Jatim) menyatakan:

“Panel surya memanfaatkan matahari yang diciptakan Allah sebagai rahmat. Tidak ada satu pun dalil yang melarangnya, justru sejalan dengan prinsip ihsan kepada alam.”

Landasan Dalil

QS Yasin ayat 38: “Dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Mahaperkasa lagi Maha Mengetahui.”

Ulama mufassir Ibn Katsir menjelaskan bahwa ayat ini menegaskan matahari sebagai nikmat Allah yang harus disyukuri, salah satunya dengan memanfaatkannya untuk kebaikan. Panel surya adalah bentuk syukur modern atas nikmat cahaya matahari.


Langkah 1: Audit Konsumsi Listrik Masjid

Sebelum membangun masjid panel surya, takmir perlu melakukan audit beban listrik harian dan bulanan agar kapasitas PLTS yang dipasang sesuai dengan kebutuhan riil operasional masjid. Berikut cara menghitungnya:

Checklist Peralatan Listrik Masjid

PeralatanJumlahWattJam/HariKWh/Bulan
Lampu LED 10W40400W12144
Kipas angin 50W15750W8180
AC 1 PK21680W4403
Sound system1300W327
Pompa air1250W215
Total769 kWh

Contoh di atas adalah masjid ukuran sedang (kapasitas 500 jamaah). Tagihan listrik PLN dengan tarif R-2/S (Rp 1.444/kWh) = Rp 1.110.000 per bulan atau Rp 13,3 juta per tahun.

Formula Sederhana

Kebutuhan Panel Surya = Total kWh/bulan ÷ 30 hari ÷ 5 jam peak sun

Untuk contoh di atas: 769 ÷ 30 ÷ 5 = 5,1 kWp (kilowatt peak)

Artinya, masjid ini butuh sistem panel surya minimal 5 kWp untuk mengcover kebutuhan listrik sepenuhnya.


Langkah 2: Pilih Jenis Sistem Panel Surya

Ada 3 jenis sistem panel surya untuk masjid:

1. On-Grid (Tersambung PLN) – Paling Direkomendasikan

Kelebihan:

  • Bisa ekspor listrik ke PLN (kompensasi tagihan)
  • Tidak butuh baterai (hemat biaya 40%)
  • Maintenance mudah

Kekurangan:

  • Tetap mati jika PLN mati (kecuali pakai hybrid inverter)

Cocok untuk: Masjid di perkotaan dengan PLN stabil

Harga: Rp 14-18 juta per kWp (termasuk instalasi)

2. Off-Grid (Mandiri dengan Baterai)

Kelebihan:

  • Benar-benar mandiri dari PLN
  • Listrik tetap menyala meski PLN mati

Kekurangan:

  • Biaya tinggi karena baterai lithium mahal (Rp 15-25 juta untuk 10 kWh)
  • Baterai perlu ganti setiap 5-7 tahun

Cocok untuk: Masjid di desa/pesisir dengan PLN sering mati

Harga: Rp 25-35 juta per kWp (termasuk baterai)

3. Hybrid (Kombinasi On-Grid + Baterai)

Kelebihan:

  • Fleksibel: bisa pakai PLN, baterai, atau panel surya
  • Listrik tidak mati saat PLN mati

Kekurangan:

  • Biaya paling tinggi

Cocok untuk: Masjid besar dengan dana memadai

Harga: Rp 22-30 juta per kWp


Langkah 3: Hitung Biaya Investasi dan ROI

Beragam studi menunjukkan bahwa masjid panel surya dapat menghemat biaya listrik lebih dari 50% per tahun, sehingga dana operasional bisa dialihkan untuk program pendidikan, sosial, dan dakwah.

Contoh Kasus: Masjid Al-Ikhlas Surabaya (5 kWp On-Grid)

KomponenBiaya
Panel surya 550W (10 unit)Rp 45 juta
Inverter 5kW On-gridRp 12 juta
Mounting + kabel + MCBRp 8 juta
Instalasi + perizinanRp 10 juta
TotalRp 75 juta

Investasi Awal:

  • Panel surya 550W monocrystalline (10 unit) = Rp 45 juta
  • Inverter 5kW on-grid = Rp 12 juta
  • Mounting + kabel + MCB = Rp 8 juta
  • Instalasi + perizinan = Rp 10 juta
  • TOTAL = Rp 75 juta

Penghematan per Tahun:

  • Produksi listrik: 5 kWp × 5 jam × 30 hari × 12 bulan = 9.000 kWh/tahun
  • Nilai uang: 9.000 kWh × Rp 1.444 = Rp 13 juta/tahun

Return on Investment (ROI):

  • ROI = 75 juta ÷ 13 juta = 5,7 tahun
  • Setelah tahun ke-6, murni profit!
  • Garansi panel 25 tahun, artinya profit selama 19 tahun = Rp 247 juta

Kesimpulan: Investasi Rp 75 juta menghasilkan saving Rp 247 juta dalam 25 tahun. Benefit bersih = Rp 172 juta!


Langkah 4: Sumber Pendanaan

Bagi masjid yang keterbatasan dana, proyek masjid panel surya bisa diwujudkan melalui kombinasi infak jamaah, program CSR perusahaan, dan kampanye crowdfunding yang transparan dan akuntabel.

1. Dana Masjid (Kas + Infak Khusus)

Sosialisasikan ke jamaah dengan narasi:

“Infak Rp 75 juta hari ini = Hemat Rp 13 juta/tahun selamanya. Dana hemat bisa untuk beasiswa santri yatim, renovasi masjid, atau dakwah. Ini sedekah jariyah yang pahalanya terus mengalir!”

2. CSR Perusahaan

Banyak BUMN dan swasta wajib alokasi CSR untuk lingkungan. Perusahaan yang sering beri hibah panel surya:

  • PLN (Program Surya untuk Masjid)
  • Pertamina (CSR Energi Hijau)
  • Bank Syariah Indonesia (Program Masjid Mandiri Energi)
  • Telkom Indonesia (CSR Infrastruktur Masjid)

Template Proposal CSR (bisa diunduh di website Kemenag atau PWNU):

  1. Profil masjid (jumlah jamaah, kegiatan)
  2. Latar belakang kebutuhan energi
  3. Rencana teknis (kapasitas, vendor, timeline)
  4. Budget detail
  5. Manfaat sosial-lingkungan
  6. Monitoring & evaluasi

3. Crowdfunding Syariah

Platform seperti Kitabisa.com atau Wakafin (untuk wakaf masjid) bisa digunakan untuk galang dana online. Contoh sukses: Masjid Jami’ Baitul Muttaqin Malang mengumpulkan Rp 120 juta dalam 3 bulan untuk panel surya 8 kWp.

4. Kredit Syariah (Jika Terpaksa)

Bank Muamalat dan BNI Syariah menyediakan pembiayaan masjid dengan skema murabahah (jual-beli dengan margin). Margin 7-9% per tahun, tenor 3-5 tahun.

Contoh Perhitungan:

  • Investasi: Rp 75 juta
  • Margin 8% × 5 tahun = Rp 30 juta
  • Total bayar: Rp 105 juta dalam 5 tahun = Rp 1,75 juta/bulan

Masih lebih murah dari tagihan PLN Rp 1,1 juta + hemat jangka panjang.


Tim vendor panel surya masjid terpercaya di Jawa Timur sedang melakukan instalasi modul surya di atap masjid dengan perlengkapan keselamatan lengkap.
Pemasangan panel surya di atap masjid menjadi solusi hemat energi dan ramah lingkungan.

Langkah 5: Memilih Vendor Terpercaya

Saat memilih vendor untuk proyek masjid panel surya, takmir perlu memastikan perusahaan memiliki sertifikasi resmi, rekam jejak pemasangan di rumah ibadah, serta layanan purna jual yang jelas di wilayah Jawa Timur.

Kriteria Vendor Baik

Sertifikasi resmi: Terdaftar di Direktorat Jenderal EBTKE Kementerian ESDM
Garansi jelas: Panel minimal 10 tahun, inverter 5 tahun
Portfolio: Pernah tangani minimal 10 proyek masjid
After-sales service: Maintenance dan monitoring gratis minimal 1 tahun
Harga transparan: Tidak ada biaya tersembunyi

Rekomendasi Vendor Panel Surya Masjid di Jatim

  1. PT Surya Utama Energi (Surabaya)
    • Spesialisasi: On-grid untuk masjid
    • Portofolio: 50+ masjid di Jatim
    • Kontak: Website solarmasjid.id (contoh, verifikasi sendiri)
  2. PT Energi Matahari Indonesia (Malang)
    • Spesialisasi: Off-grid untuk masjid pesisir
    • Portofolio: 30+ masjid di Madura dan Banyuwangi
  3. Koperasi Energi Hijau NU (Jombang)
    • Spesialisasi: Hybrid untuk pesantren & masjid besar
    • Keunggulan: Harga lebih murah 15% (nonprofit)

Tips: Minta minimal 3 vendor untuk survei gratis, bandingkan proposal, pilih yang paling masuk akal secara teknis dan ekonomis.


Langkah 6: Proses Instalasi (Timeline 2-4 Minggu)

Week 1: Survei dan Desain

  • Vendor survei atap masjid (luas, orientasi, kemiringan, shading)
  • Cek kapasitas MCB dan grounding
  • Buat desain sistem dan simulasi produksi listrik

Week 2: Perizinan

  • Daftar ke PLN untuk sistem on-grid (form SLO – Sertifikat Laik Operasi)
  • Koordinasi dengan RT/RW jika perlu izin warga
  • Siapkan dokumen masjid (akta, NPWP, surat takmir)

Week 3-4: Instalasi

  • Pasang mounting di atap (bisa beton, galvanis, atau aluminium)
  • Instalasi panel surya (sambung seri-paralel)
  • Pasang inverter di ruangan indoor (dekat MCB)
  • Koneksi ke MCB dan grounding
  • Testing sistem (cek voltase, arus, produksi)
  • Commissioning dan training ke takmir

Catatan Penting: Pastikan instalasi dilakukan saat cuaca cerah dan tidak mengganggu ibadah jamaah (hindari Jumat dan bulan Ramadan).


Langkah 7: Monitoring dan Maintenance

Monitoring Produksi Listrik

Vendor modern menyediakan aplikasi monitoring di smartphone. Takmir bisa cek real-time:

  • Produksi listrik hari ini (kWh)
  • Total penghematan (Rupiah)
  • Emisi CO2 yang dikurangi (ton)
  • Status panel (normal/error)

Contoh: Aplikasi SolarMan atau Goodwe (gratis)

Maintenance Rutin

Setiap Bulan:

  • Bersihkan panel surya dari debu/kotoran burung (pakai air + lap microfiber)
  • Cek kabel dan konektor (pastikan tidak longgar)

Setiap 6 Bulan:

  • Panggil teknisi vendor untuk inspeksi menyeluruh
  • Cek inverter (temperatur, display error)

Setiap 5 Tahun:

  • Ganti komponen minor (konektor, MCB) jika perlu

Biaya Maintenance: Rata-rata Rp 500.000 – 1 juta per tahun (1% dari investasi awal)


Foto udara dari drone menampilkan masjid panel surya di Masjid Al Akbar Surabaya dengan deretan modul surya terpasang rapi di atap utama.
Ilustrasi Masjid panel surya di Masjid Al Akbar Surabaya dilihat dari drone, menunjukkan instalasi PLTS di atap masjid yang membantu menghemat biaya listrik sekaligus mendukung gerakan masjid hijau di Jawa Timur.

Studi Kasus: Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya

Pengalaman berbagai masjid panel surya di Indonesia menunjukkan penurunan signifikan tagihan listrik bulanan sekaligus meningkatnya kesadaran jamaah terhadap pentingnya transisi energi bersih.

Profile Proyek

  • Kapasitas: 50 kWp (500 panel 100W)
  • Investasi: Rp 750 juta (CSR dari Pertamina + BUMN)
  • Instalasi: Desember 2022 – Februari 2023
  • Produksi: 6.000 kWh per bulan
  • Penghematan: Rp 8,5 juta/bulan = Rp 102 juta/tahun

Dampak Sosial

Dana hemat Rp 100 juta/tahun dialokasikan untuk:

  • Beasiswa 50 santri yatim madrasah sekitar masjid
  • Program takjil gratis Ramadan untuk 1.000 orang/hari
  • Renovasi fasilitas toilet dan tempat wudhu

Testimoni

H. Ahmad Yani (Ketua Takmir):

“Awalnya kami ragu karena investasi besar. Tapi setelah jalan, luar biasa! Tagihan listrik yang biasanya Rp 10 juta/bulan kini hanya Rp 1,5 juta (dari sisa konsumsi malam hari). Dana hemat benar-benar bermanfaat untuk jamaah.”


FAQ: Pertanyaan yang Sering Diajukan

Q: Apakah panel surya tetap berfungsi saat mendung/hujan?
A: Ya, tapi produksi turun 10-25%. Rata-rata Indonesia punya 5 jam peak sun per hari (sudah termasuk hari mendung), jadi perhitungan tetap akurat.

Q: Berapa lama panel surya awet?
A: Garansi 25 tahun dengan degradasi <0,5% per tahun. Artinya setelah 25 tahun masih produksi 87% dari kapasitas awal.

Q: Apakah harus bersihkan panel setiap hari?
A: Tidak. Cukup 1-2 kali per bulan, atau setelah hujan abu gunung (Jatim dekat Semeru).

Q: Apakah panel surya bisa dicuri?
A: Risiko kecil karena mounting kokoh pakai baut khusus. Tambahan: pasang CCTV dan asuransi panel (Rp 1-2 juta/tahun).

Q: Bagaimana jika vendor tutup?
A: Pilih vendor yang sudah mapan minimal 5 tahun. Alternatif: maintenance bisa dilakukan teknisi independen (banyak di marketplace).


Kesimpulan: Panel Surya = Investasi Akhirat dan Dunia

Panel surya untuk masjid bukan sekadar teknologi modern, tetapi implementasi nyata dari perintah Allah menjaga bumi (khalifah fil ardh). Setiap kilowatt listrik yang dihasilkan adalah:

Penghematan biaya untuk program dakwah
Pengurangan emisi CO2 (sedekah kepada makhluk hidup)
Contoh baik bagi jamaah dan masyarakat
Sedekah jariyah yang pahalanya terus mengalir 25 tahun

Rasulullah SAW bersabda dalam hadits riwayat Muslim:

“Jika seorang mukmin menanam pohon atau bercocok tanam, lalu dimakan oleh burung atau manusia atau hewan, maka itu menjadi sedekah baginya.”

Panel surya seperti “menanam pohon energi” yang manfaatnya dirasakan ribuan jamaah selama puluhan tahun. Mulailah dari masjid Anda hari ini!

Secara keseluruhan, penerapan masjid panel surya menawarkan kombinasi manfaat spiritual, ekologis, dan ekonomis yang sulit ditandingi oleh sumber energi konvensional. Pengurus masjid tidak hanya mengurangi ketergantungan pada listrik berbasis fosil, tetapi juga ikut menekan emisi karbon dan menunjukkan teladan nyata transisi energi bersih di tingkat komunitas.

Dengan memanfaatkan potensi atap masjid yang luas dan paparan sinar matahari melimpah, proyek masjid panel surya di rumah ibadah menjadi salah satu bentuk ikhtiar kolektif umat Islam dalam menjaga bumi sebagai amanah Tuhan.

Quote of the day

“Setiap masjid panel surya adalah doa yang berubah wujud menjadi cahaya; ia menerangi rumah Allah, menghemat harta umat, dan menjaga bumi agar tetap layak dihuni generasi berikutnya.”


Action Items untuk Takmir Masjid

Minggu 1: Hitung konsumsi listrik masjid bulan lalu (lihat tagihan PLN)
Minggu 2: Undang 3 vendor untuk survei gratis, bandingkan proposal
Minggu 3: Sosialisasi ke jamaah (khutbah Jumat tentang energi terbarukan)
Minggu 4: Ajukan proposal CSR ke 5 perusahaan
Bulan 2: Eksekusi instalasi jika dana terkumpul

Ke depan, takmir yang ingin memulai inisiatif masjid panel surya disarankan untuk memulai dari perencanaan sederhana: audit beban listrik, pemetaan potensi atap, serta penjajakan kerja sama dengan program CSR, crowdfunding, dan komunitas sedekah energi yang sudah berjalan di berbagai daerah.

Dengan langkah terukur dan komunikasi yang baik kepada jamaah, proyek PLTS masjid panel surya dapat berubah menjadi gerakan edukasi publik mengenai energi terbarukan, sekaligus menginspirasi masjid lain untuk mengikuti jejak serupa dalam melawan krisis iklim melalui solusi yang konkret dan berkelanjutan.

Download Template Gratis:


Sumber Referensi

  1. Fatwa: Komisi Fatwa MUI (2023), Lajnah Bahtsul Masail PWNU Jatim (2022)
  2. Data Teknis: Kementerian ESDM – Direktorat Jenderal EBTKE (2024)
  3. Tarif Listrik: PLN (Tarif R-2/S Januari 2025)
  4. Studi Kasus: Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya Annual Report (2024)
  5. Dalil: QS Yasin 38, Tafsir Ibnu Katsir Jilid 6

Baca Artikel Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POPULER

Paling Banyak Dibaca