Surabaya – MI H. Ruqoiyah Sepanjang Sabet 3 Medali Nasional UNESA, MI H. Ruqoiyah Sepanjang kembali menegaskan diri sebagai madrasah berprestasi setelah sukses membawa pulang tiga medali pada ajang tingkat nasional yang digelar Universitas Negeri Surabaya (UNESA) pada akhir 2025. Dalam satu rangkaian kegiatan, para siswa madrasah di Sepanjang, Taman, Sidoarjo ini mampu membuktikan kualitasnya baik di bidang olahraga pencak silat maupun Olimpiade Sains yang diikuti sekolah dan madrasah dari berbagai daerah di Indonesia. Prestasi ini tidak hanya memperkaya deretan penghargaan madrasah, tetapi juga menjadi momentum penguatan citra MI H. Ruqoiyah sebagai lembaga pendidikan dasar yang serius membina bakat dan karakter peserta didiknya.

Sapu Medali di Arena Pencak Silat
UNESA Pencak Silat Challenge Competition III 2025 (UPSCC III 2025) digelar di GOR Internasional UNESA Surabaya pada 19–21 Desember 2025 dan diikuti pesilat muda dari berbagai daerah. Pada even bergengsi ini, dua atlet MI H. Ruqoiyah tampil gemilang dan berhasil naik podium juara di kategori yang mereka ikuti.
- Vino Syahputra Pratama sukses merebut juara 1 dan menempatkan nama MI H. Ruqoiyah di puncak klasemen pada salah satu nomor yang dipertandingkan.
- Rekannya, Azzam Al Ghozali, turut mempersembahkan juara 2 setelah melalui pertandingan yang ketat dan menegangkan melawan pesilat dari sekolah lain.
Keduanya menunjukkan teknik serangan dan pertahanan yang matang, sekaligus mental bertanding yang kuat meski berhadapan dengan lawan-lawan terbaik dari luar daerah. Keberhasilan ini kian spesial karena diperoleh di ajang resmi yang diselenggarakan perguruan tinggi negeri besar di Jawa Timur, sehingga memiliki gengsi dan daya tarik tersendiri bagi pembinaan olahraga pencak silat usia dini.

Gemilang di Olimpiade Sains UNESA
Tak hanya berjaya di arena tanding, MI H. Ruqoiyah juga menorehkan prestasi membanggakan di bidang akademik melalui Olimpiade Sains yang digelar UNESA pada 20 Desember 2025. Dalam kompetisi yang mempertemukan para siswa dengan kemampuan sains terbaik itu, Bintang Hagan Hamizan Wijaya berhasil meraih juara 3 dan mengibarkan bendera madrasah di podium.
- Olimpiade Sains UNESA menjadi ajang pembuktian bahwa madrasah mampu bersaing di ranah akademik dengan sekolah-sekolah lain di level nasional.
- Raihan juara 3 tersebut menunjukkan konsistensi MI H. Ruqoiyah dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis, logika, dan pemahaman konsep sains sejak jenjang pendidikan dasar.
Hasil ini semakin mempertegas bahwa pembinaan peserta didik di MI H. Ruqoiyah tidak hanya fokus pada hafalan materi, tetapi juga penguatan daya nalar dan penguasaan konsep ilmiah yang dibutuhkan di jenjang pendidikan berikutnya.

Dukungan Madrasah, Pelatih, dan Orang Tua
Prestasi tiga medali yang diraih di UNESA tidak hadir begitu saja, melainkan lahir dari proses panjang latihan, pendampingan, dan sinergi berbagai pihak. Para atlet pencak silat menjalani program latihan rutin yang terstruktur, mulai dari penguatan fisik, teknik dasar, hingga simulasi pertandingan yang dirancang pelatih untuk membentuk mental juara.
- Pihak madrasah memberi dukungan dengan menyediakan ruang pembinaan ekstrakurikuler dan memberi keleluasaan bagi siswa untuk mengikuti kejuaraan di luar sekolah.
- Orang tua ikut berperan melalui dukungan moral, pengawasan latihan, dan pendampingan saat anak bertanding atau mengikuti kompetisi akademik.
Kolaborasi ini menciptakan ekosistem positif, di mana prestasi bukan sekadar target pribadi siswa, tetapi menjadi kebanggaan bersama seluruh keluarga besar MI H. Ruqoiyah. Model dukungan terpadu seperti ini penting bagi madrasah yang ingin mengembangkan potensi peserta didik secara menyeluruh, baik di bidang akademik, olahraga, maupun karakter.
Pesan Kepala Madrasah dan BP3MNU
Kepala MI H. Ruqoiyah, Arjo Noto Slamet, menyampaikan rasa syukur dan bangganya atas torehan prestasi para siswanya di ajang nasional yang digelar UNESA tersebut. Menurutnya, kemenangan di UPSCC III 2025 dan Olimpiade Sains menjadi bukti bahwa siswa madrasah memiliki potensi besar yang perlu terus diasah dan difasilitasi.
- Ia berharap capaian ini menjadi pemicu semangat seluruh siswa untuk tidak mudah puas dan terus mengembangkan kemampuan diri di berbagai bidang.
- Arjo menegaskan bahwa madrasah akan terus memperkuat pembinaan akademik dan non-akademik agar semakin banyak lahir generasi berprestasi dan berakhlak mulia.
Ketua Ranting Ma’arif NU Sepanjang yang juga Badan Pelaksana Pendidikan Ma’arif NU (BP3MNU) MI H. Ruqoiyah, Sholehuddin, turut mengapresiasi capaian para murid sebagai “kado akhir tahun 2025” yang manis. Ia menilai, prestasi ini menjadi penegasan eksistensi MI H. Ruqoiyah sebagai madrasah yang konsisten mencetak generasi berkarakter, siap bersaing, dan membawa nama baik lembaga di tingkat yang lebih tinggi.

MI H. Ruqoiyah dan Harapan ke Depan
MI H. Ruqoiyah yang berlokasi di Sepanjang, Kecamatan Taman, Sidoarjo, selama ini dikenal sebagai madrasah swasta dengan status akreditasi B yang aktif mengikuti beragam kegiatan pendidikan dan lomba. Keterlibatan dalam ajang nasional seperti UPSCC III 2025 dan Olimpiade Sains UNESA memperkuat posisi madrasah di tengah masyarakat sebagai lembaga yang serius mengembangkan potensi siswa sejak dini.
- Ke depan, madrasah menargetkan lebih banyak partisipasi di kejuaraan tingkat kabupaten, provinsi, hingga nasional untuk cabang pencak silat dan bidang studi sains lainnya.
- Prestasi yang ditorehkan Vino Syahputra Pratama, Azzam Al Ghozali, dan Bintang Hagan Hamizan Wijaya diharapkan menjadi inspirasi bagi adik-adik kelas untuk berani bermimpi dan berjuang meraih prestasi serupa.
Dengan dukungan Ma’arif NU, orang tua, dan masyarakat, MI H. Ruqoiyah berpeluang semakin dikenal luas sebagai madrasah yang tidak hanya fokus pada aspek keagamaan, tetapi juga unggul di bidang olahraga dan sains. Tiga medali di panggung nasional UNESA di penghujung 2025 menjadi pijakan penting untuk melangkah ke prestasi-prestasi berikutnya yang lebih tinggi.
🔗 Rekomendasi Artikel terkait lainnya :
- “10 Kesalahan Umum Pengguna Tarteel AI dan Cara Mengatasinya“
- “Untuk guide lengkap troubleshooting, baca 10 kesalahan umum pengguna Tarteel AI“
- “Cara Setting Mikrofon Optimal untuk Voice Recognition Tarteel AI“
- “Pelajari Cara Setting Mikrofon Optimal untuk Voice Recognition Tarteel AI untuk setup detail”
- “Integrasi Tarteel AI dengan Metode Tahfidz Pesantren Tradisional“
- “Baca bagaimana [integrasi Tarteel dengan metode tradisiona] untuk approach balance”
- “Review Tarteel Premium: Apakah Worth It untuk Santri & Mahasiswa?“
- “Untuk cost-benefit analysis Premium, lihat [Review Tarteel Premium]”
- “5 Aplikasi Pendukung Tarteel AI untuk Maksimalkan Hafalan“
- “Combine dengan [aplikasi pendukung Tarteel AI] untuk result lebih baik”
- “Metode Murojaah 30 Juz dalam 30 Hari dengan Tarteel AI“
- “Ikuti Metode Murojaah 30 Juz dalam 30 Hari dengan Tarteel AI untuk konsistensi”
- “Tarteel AI vs Quran Companion: Perbandingan Lengkap 2025“
- “Jika Tarteel tidak cocok, explore [Tarteel AI vs Quran Companion: Perbandingan Lengkap 2025]”











