Surabaya, 18–23 Desember 2025 – Dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan dan profesionalisme kepala, Kelompok Kerja Kepala Raudhatul Atfal (KKRA) Kota Surabaya menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) pada tanggal 18 hingga 23 Desember 2025. Mereka berjumlah 30 orang yang merupakan peserta terpilih secara ketat dengan berbagai pertimbangan.
Kegiatan ini dilaksanakan secara blended, yang menggabungkan metode tatap muka dan daring, dengan dukungan anggaran dari Kementerian Agama (Kemenag).
Bimtek yang bertempat di Graha Ilmu SMA Al Falah Ketintang Surabaya ini diikuti oleh para pendidik dan tenaga kependidikan di tingkat Raudhatul Atfal (RA).

Sambutan Ketua KKRA
Kegiatan ini menurut Muasih Ketua KKRA bertujuan untuk memberikan pemahaman dan keterampilan baru yang dibutuhkan dalam mendukung perkembangan profesional mereka. Kepala RA Mathlabul Huda Kota Surabaya ini lebih lanjut menyampaikan bahwa Bimbingan Teknik (Bintek) Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan khususnya pada materi Penguatan Kepemimpinan Madrasah Jenjang Raudhatul Athfal Berbasis Digital Tahun Anggaran 2025 ini merupakan wujud nyata bantuan pemberdayaan KKM yang kami peroleh dari Direktur Jendral Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia yang menjadi momentum emas bagi kita untuk memperkuat kepemimpinan madrasah jenjang Raudhatul Athfal di era digital.
Ia menambahkan, di tengah tantangan transformasi digital, kepemimpinan madrasah RA harus adaptif, inovatif, dan berbasis teknologi—mulai dari pengelolaan kurikulum, administrasi, hingga pembelajaran interaktif yang menyenangkan bagi anak-anak.
Kegiatan dilakukan selama 5 kali ini dengan teknik 3 kali IN dan 2 kali On, bukan hanya sekedar bimbingan teknis saja melainkan investasi untuk mencetak pemimpin madrasah RA yang visioner, mampu memanfaatkan platform digital guna mewujudkan madrasah unggulan yang berakhlak mulia dan kompetitif.
“Marilah kita manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya. Dengan semangat rahmatan lil alamin, mari berkolaborasi, berbagi pengalaman, dan menerapkan ilmu yang diperoleh untuk kemajuan pendidikan RA di wilayah kita. Semoga kegiatan ini membuahkan hasil optimal dan menjadi berkah bagi generasi muda Islam kita” pungkasnya.

Pesan Kepala Kemenag
Sementara itu dalam sambutan pengarahan, Kepala Kankemenag Kota Surabaya Dr. Muhammad Muslim mengapresiasi kegiatan yang digelar KKRA. Dalam arahannya, Mantan Kepala Kemenag Lumajang itu menegaskan, sebagai pemimpin lembaga pendidikan harus melek digital dan terus belajar. Kepemimpinan yang kuat tidak cukup hanya dengan pengalaman, tetapi harus ditopang dengan kemampuan menguasai teknologi. Harapanya agar mampu melahirkan kepala RA yang visioner, adaptif dan siap membawa madrasah (RA) berbasis digital. Selain itu, dalam mewujudkan Kemenag Berdampak, dalam setiap kegiatan tidak boleh berhenti pada seremonial, tetapi harus memberikan dampak langsung bagi madrasah dan masyarakat.
Narasumber Kompeten
Bimtek kali ini menghadirkan tiga narasumber utama yang merupakan praktisi dan pakar di bidangnya dari Balai Diklat Keagamaan Surabaya.
Dr. Widayanto, yang merupakan Widyaiswa BDK Surabaya, memberikan materi mengenai Manajerial Kepala RA. Beliau menjelaskan pentingnya manajemen yang efektif dalam pengelolaan lembaga pendidikan, baik dalam aspek administrasi maupun pembinaan SDM. Widayanto menekankan bahwa pengelolaan yang baik dapat meningkatkan kualitas pengajaran dan menciptakan lingkungan belajar yang kondusif.
Sementara itu, Siti Zubaidah selaku narasumber ketiga yang berfokus pada Pendidikan Karakter, membahas pentingnya pengembangan kepribadian bagi pendidik dan peserta didik. Zubaidah menekankan bahwa pembentukan karakter sejak usia dini adalah kunci dalam menciptakan generasi yang memiliki moralitas tinggi dan berintegritas. “Itu diawali dari gurunya”, ujarnya.
Narasumber ketiga Dr. Sholehuddin, juga Widyaiswara BDK Surabaya, menyampaikan materi terkait Supervisi Digital. Dalam materi ini, Sholehuddin mengupas tentang pentingnya teknologi dalam pengelolaan pembelajaran dan pengawasan. Namun demikian, ia mengingatkan, bahwa teknologi tetap tak menggantikan kehadiran sosok kepala dalam membimbing, mendampingi dan memotivasi.
Dosen IAI Al Khoziny dan UNU Sidoarjo itu memberikan contoh konkret penerapan teknologi dalam supervisi yang dapat mempermudah monitoring dan evaluasi kualitas pembelajaran di RA. Menurutnya banyak platform digital yang bisa digunakan, salah satunya Google Classroom. Ada juga versi GTK Kemenag yaitu Madrasah Digital Supetlrvision (MAGIS). “Silakan disesuaikan kemampuan dan kondisi yang ada” ujarnya. Intinya, dengan supervisi digital kepala RA lebih fleksibel dalam melakukan supervisi.
Apresiasi Kasi Pendma
Di tempat yang sama, di sela-sela acara, Kasi Pendma Kota Surabaya Agus Yulianto mengapresiasi KKRA Kota Surabaya. Ia menilai KKRA termasuk organisasi yang rapi sehingga ketika ada bantuan dari pusat langsung gerak cepat. Ini menjadi pelajaran bagi organisasi lain agar kegiatan disusun secara sistematis, terukur dan tidak insidental. “Hari ini menjadi penanda bahwa KKRA ini gerakannya terukur dan kemudian bisa meningkatkan kualitas kepala RA dan berimbas kepada lembaga yang dipimpin”, pungkasnya.

Penutupan oleh Pengawas RA Kota Surabaya
Acara Bimtek ini ditutup dengan sambutan dari Pengawas RA Kota Surabaya Aniswatun Nadhiroh. Bu Anis memberikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah mengikuti kegiatan dengan antusias. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa pengembangan keprofesian berkelanjutan sangat penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini. Dengan berakhirnya Bimtek sesi tatap muka ini, diharapkan seluruh peserta dapat mengaplikasikan ilmu yang didapat dalam praktik sehari-hari di lembaga masing-masing.
Sebelumnya ada testimoni dari beberapa peserta. Mereka sangat senang dengan kegiatan ini. Menurutnya,
Bimtek Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan yang diselenggarakan oleh KKARA Kota Surabaya ini menjadi momentum penting bagi para pendidik dalam meningkatkan kompetensi dan profesionalisme mereka. Dengan materi yang relevan dan narasumber yang kompeten, diharapkan para peserta dapat lebih siap dalam menghadapi tuntutan dunia pendidikan yang semakin dinamis dan penuh tantangan.
Bunda Ana, yang juga peserta mengaku para narasumber keren, materinya juga luar biasa. “Insya Allah (kegiatan ini) sangat sangat bermanfaat untuk Kepala RA se-Kota Surabaya”, ujarnya. Ada juga yang menyatakan, penyampaian luar biasa, mudah dipahami. Harapan mereka ada kegiatan serupa dengan durasi waktu lebih supaya semakin mendalam.











