Share

Dzikir saat terjadi bencana - Muslim berzikir untuk perlindungan dari musibah

Dzikir Saat Terjadi Bencana: 7 Amalan Wajib untuk Perlindungan

Table of Contents

  1. Pendahuluan: Keutamaan Dzikir di Saat Susah
  2. 7 Dzikir Wajib Saat Terjadi Bencana
  3. Dzikir Pagi-Petang untuk Perlindungan
  4. Dzikir Khusus Menghadapi Angin Kencang dan Badai
  5. Dzikir untuk Menenangkan Hati Korban Bencana
  6. Amalan Wirid Pasca-Bencana
  7. FAQ: Pertanyaan Seputar Dzikir Saat Bencana

Pendahuluan: Keutamaan Dzikir di Saat Susah {#pendahuluan}

Ketika bencana alam melanda seperti yang terjadi di Aceh pada Januari 2025, banyak dari kita yang merasa panik, takut, dan tidak berdaya. Di tengah kepanikan tersebut, dzikir saat terjadi bencana menjadi benteng pertahanan spiritual terkuat bagi seorang mukmin.

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:

“(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” (QS Ar-Ra’d: 28)

Rasulullah SAW mengajarkan bahwa dzikir adalah senjata mukmin dalam menghadapi segala kesulitan, termasuk bencana alam. Bahkan di saat-saat paling genting sekalipun, beliau tidak pernah meninggalkan dzikir.

Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, Rasulullah bersabda:

“Tidaklah suatu kaum duduk dalam suatu majelis untuk berdzikir kepada Allah, melainkan para malaikat mengelilingi mereka, rahmat meliputi mereka, ketenangan turun kepada mereka, dan Allah menyebut-nyebut mereka di hadapan para makhluk yang ada di sisi-Nya.” (HR. Muslim)

Artikel ini akan membahas dzikir-dzikir sunnah yang sahih untuk diamalkan saat menghadapi bencana alam. Setiap dzikir dilengkapi dengan dalil, teks Arab, latin, dan artinya agar mudah dipraktikkan oleh siapa saja.

Bagi Anda yang sedang mengalami atau menyaksikan bencana, dzikir adalah amalan paling mudah namun paling dahsyat dampaknya untuk mendatangkan ketenangan dan perlindungan Allah.


7 Dzikir Wajib Saat Terjadi Bencana {#dzikir-wajib}

Berikut adalah tujuh dzikir paling penting yang harus diamalkan saat terjadi bencana alam, berdasarkan sunnah Nabi Muhammad SAW:

1. Dzikir Hasbunallah wa Ni’mal Wakil

Teks Arab: حَسْبُنَا اللهُ وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ

Latin: Hasbunallahu wa ni’mal wakiil

Artinya: “Cukuplah Allah (menjadi penolong) kami dan Allah adalah sebaik-baik pelindung.”

Dalil: Ini adalah dzikir yang dibaca oleh Nabi Ibrahim AS dan para sahabat Nabi Muhammad SAW saat menghadapi bahaya (QS Ali Imran: 173).

Kapan dibaca: Saat merasa terancam bahaya, ketakutan, atau melihat tanda-tanda bencana akan datang.

Keutamaan: Dzikir ini memberikan ketenangan luar biasa dan menarik pertolongan Allah secara langsung.


2. Tasbih, Tahmid, Tahlil, dan Takbir

Teks Arab: سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ

Latin: Subhanallah walhamdulillah wa laa ilaha illallah wallahu akbar

Artinya: “Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada tuhan selain Allah, dan Allah Maha Besar.”

Dalil: Rasulullah SAW bersabda: “Kalimat-kalimat yang paling aku cintai kepada Allah ada empat…” (HR. Muslim)

Kapan dibaca: Terus-menerus selama bencana berlangsung, minimal 100x.

Keutamaan: Menghapus dosa, menambah pahala, dan mendatangkan ketenangan jiwa.


3. Istighfar (Memohon Ampunan)

Teks Arab: أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ

Latin: Astaghfirullaha al-‘azhiim wa atuubu ilaih

Artinya: “Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung dan bertaubat kepada-Nya.”

Dalil: “Dan mohonlah ampunan kepada Tuhanmu, kemudian bertaubatlah kepada-Nya. Sungguh, Tuhanku Maha Penyayang, Maha Pengasih.” (QS Hud: 90)

Kapan dibaca: Saat bencana terjadi sebagai bentuk introspeksi diri.

Keutamaan: Istighfar membuka pintu rahmat Allah dan menolak bala’.


4. Dzikir La Haula wa La Quwwata illa Billah

Teks Arab: لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ

Latin: Laa haula wa laa quwwata illa billah

Artinya: “Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan (pertolongan) Allah.”

Dalil: Rasulullah SAW bersabda: “Kalimat ini adalah salah satu perbendaharaan surga.” (HR. Bukhari-Muslim)

Kapan dibaca: Saat merasa lemah dan tak berdaya menghadapi bencana.

Keutamaan: Menyadarkan kita bahwa segala kekuatan hanya milik Allah.


5. Dzikir Innalillahi wa Inna Ilaihi Raji’un

Teks Arab: إِنَّا لِلهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُوْنَ

Latin: Innalillahi wa inna ilaihi raji’un

Artinya: “Sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nya kami akan kembali.”

Dalil: “Dan sungguh Kami akan memberi cobaan kepada kalian… Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan ‘Innalillahi wa inna ilaihi raji’un’.” (QS Al-Baqarah: 155-156)

Kapan dibaca: Saat mendengar atau menyaksikan musibah dan kehilangan.

Keutamaan: Allah menjanjikan rahmat dan petunjuk bagi yang mengucapkannya dengan tulus.


6. Dzikir Allahumma Inni A’udzu Bika

Teks Arab: اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ

Latin: Allahumma inni a’udzu bika minal hammi wal hazan

Artinya: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kecemasan dan kesedihan.”

Dalil: Ini adalah salah satu doa yang sering dibaca Rasulullah SAW saat menghadapi kesulitan (HR. Bukhari).

Kapan dibaca: Saat merasa cemas, sedih, atau trauma pasca-bencana.

Keutamaan: Menghilangkan kecemasan dan mendatangkan ketenangan hati.


7. Shalawat kepada Nabi Muhammad SAW

Teks Arab: اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ

Latin: Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa ‘ala ali Muhammad

Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad dan keluarga Nabi Muhammad.”

Dalil: “Barangsiapa yang bershalawat kepadaku satu kali, Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali.” (HR. Muslim)

Kapan dibaca: Kapan saja, terutama setelah dzikir-dzikir lainnya.

Keutamaan: Shalawat membawa berkah, menghapus dosa, dan mengangkat derajat.


Dzikir Pagi-Petang untuk Perlindungan {#dzikir-pagi-petang}

Dzikir pagi-petang (Al-Ma’tsurat) adalah benteng perlindungan harian yang sangat dianjurkan, terutama bagi mereka yang tinggal di daerah rawan bencana.

Waktu Pelaksanaan:

  • Pagi: Setelah Subuh hingga terbit matahari
  • Petang: Setelah Ashar hingga Maghrib

Dzikir-Dzikir Utama:

1. Ayat Kursi (QS Al-Baqarah: 255) Dibaca 1x pagi dan petang. Rasulullah bersabda bahwa siapa yang membacanya di pagi hari akan dilindungi hingga sore, dan yang membacanya di sore hari akan dilindungi hingga pagi (HR. An-Nasa’i).

2. Surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas Dibaca masing-masing 3x pagi dan petang. Nabi SAW bersabda: “Cukuplah bagimu untuk segala sesuatu” (HR. Abu Dawud).

3. Dzikir Perlindungan dari Segala Bahaya:

Arab: أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ

Latin: A’udzu bikalimatillahit-tammati min syarri ma khalaq

Arti: “Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan makhluk yang Dia ciptakan.”

Keutamaan: Rasulullah bersabda bahwa dzikir ini melindungi dari segala bahaya (HR. Muslim).


Dzikir Khusus Menghadapi Angin Kencang dan Badai {#dzikir-angin}

Rasulullah SAW memiliki dzikir khusus yang beliau baca saat terjadi angin kencang atau badai.

Dzikir Saat Angin Kencang:

Arab: اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا فِيهَا وَخَيْرَ مَا أُرْسِلَتْ بِهِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ مَا فِيهَا وَشَرِّ مَا أُرْسِلَتْ بِهِ

Latin: Allahumma inni as’aluka khairaha wa khaira ma fiha wa khaira ma ursilat bih, wa a’udzu bika min syarriha wa syarri ma fiha wa syarri ma ursilat bih

Artinya: “Ya Allah, aku memohon kepada-Mu kebaikan angin ini, kebaikan yang ada padanya, dan kebaikan yang dibawa olehnya. Dan aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan angin ini, kejahatan yang ada padanya, dan kejahatan yang dibawanya.”

Dalil: Aisyah RA berkata: “Apabila Nabi SAW melihat angin kencang atau awan, terlihat perubahan pada wajah beliau. Maka aku bertanya, ‘Wahai Rasulullah, orang-orang jika melihat awan mereka gembira berharap turun hujan, namun aku melihat pada wajahmu ada kekhawatiran.’ Beliau menjawab, ‘Wahai Aisyah, apa yang menjaminku bahwa itu tidak mengandung adzab? Sesungguhnya ada kaum yang diadzab dengan angin…'” (HR. Muslim)

Praktik:

  • Baca dzikir ini saat mendengar suara angin kencang
  • Jangan keluar rumah kecuali sangat mendesak
  • Tetap berdzikir hingga angin mereda

Dzikir untuk Menenangkan Hati Korban Bencana {#dzikir-tenang}

Trauma pasca-bencana seringkali membuat korban mengalami kecemasan, insomnia, dan gangguan mental lainnya. Dzikir adalah terapi spiritual terbaik untuk mengatasi trauma ini.

1. Dzikir Sebelum Tidur (Anti Mimpi Buruk):

Arab: بِاسْمِكَ اللَّهُمَّ أَمُوتُ وَأَحْيَا

Latin: Bismika Allahumma amuutu wa ahya

Arti: “Dengan nama-Mu ya Allah aku mati dan aku hidup.”

Keutamaan: Melindungi dari gangguan setan dan mimpi buruk (HR. Bukhari).


2. Dzikir Saat Merasa Takut di Malam Hari:

Arab: أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّةِ مِنْ غَضَبِهِ وَعِقَابِهِ وَشَرِّ عِبَادِهِ وَمِنْ هَمَزَاتِ الشَّيَاطِينِ وَأَنْ يَحْضُرُونِ

Latin: A’udzu bikalimatillahit-tammati min ghadhabihi wa ‘iqabihi wa syarri ‘ibadihi wa min hamazatisy-syayathini wa an yahdhurun

Arti: “Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari murka-Nya, siksa-Nya, kejahatan hamba-hamba-Nya, bisikan setan dan kehadiran mereka.”

Dalil: Dzikir yang dibaca Abdullah bin Amr bin Al-Ash untuk melindungi anak-anaknya dari ketakutan (HR. Abu Dawud).


3. Dzikir 100x Tasbih untuk Ketenangan:

Rasulullah SAW bersabda:

“Barangsiapa yang mengucapkan ‘Subhanallah wa bihamdihi’ 100 kali dalam sehari, maka dosa-dosanya akan diampuni walaupun sebanyak buih di lautan.” (HR. Bukhari-Muslim)

Praktik:

  • Baca “Subhanallah wa bihamdihi” 100x setiap setelah shalat
  • Gunakan tasbih digital atau manual untuk menghitung
  • Fokuskan pikiran pada makna kalimat tersebut

Amalan Wirid Pasca-Bencana {#wirid-pasca}

Setelah bencana mereda, ada beberapa amalan wirid yang sangat dianjurkan untuk mempercepat pemulihan fisik dan mental.

1. Wirid Syukur (Bagi yang Selamat):

Arab: الْحَمْدُ لِلهِ الَّذِي عَافَانِي مِمَّا ابْتَلاَكَ بِهِ وَفَضَّلَنِي عَلَى كَثِيرٍ مِمَّنْ خَلَقَ تَفْضِيلاً

Latin: Alhamdulillahilladzi ‘afani mimmabtilaka bihi wa fadhdhalni ‘ala katsirin mimman khalaqa tafdila

Arti: “Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkanku dari musibah yang menimpamu dan melebihkanku dari kebanyakan makhluk-Nya.”

Catatan Penting: Dzikir ini dibaca dalam hati, JANGAN diucapkan keras di depan korban bencana agar tidak menyakiti perasaan mereka.


2. Wirid Taubat dan Istighfar:

Perbanyak istighfar minimal 100x sehari:

Arab: أَسْتَغْفِرُ اللهَ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ

Latin: Astaghfirullaha wa atuubu ilaih

Keutamaan: Nabi Nuh AS berdakwah kepada kaumnya agar beristighfar agar Allah menurunkan hujan dan menghentikan bencana (QS Nuh: 10-12).


3. Wirid Shalawat 1000x:

Khususkan waktu untuk membaca shalawat sebanyak 1000x dalam seminggu (bisa dicicil 200x per hari).

Keutamaan:

  • Menghapus dosa besar
  • Mendatangkan pertolongan Allah
  • Mempercepat pemulihan dari trauma

4. Wirid Doa Nabi Yunus AS:

Arab: لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ

Latin: Laa ilaha illa anta subhanaka inni kuntu minazh-zhalimin

Arti: “Tiada tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zalim.”

Dalil: “Tidak ada seorang muslim yang berdoa dengan doa tersebut dalam suatu keperluan, melainkan Allah akan mengabulkannya.” (HR. Tirmidzi)

Praktik: Baca minimal 40x sehari untuk mengatasi kesedihan dan kesulitan.


Jadwal Wirid Harian untuk Korban/Relawan Bencana

WaktuDzikir/WiridJumlah
Setelah SubuhDzikir Pagi (Ayat Kursi, Al-Ikhlas, dll)
Pagi-SiangTasbih, Tahmid, Tahlil, Takbir100x
Setelah DzuhurIstighfar100x
Setelah AsharDzikir Petang
Setelah MaghribShalawat100x
Sebelum TidurDzikir Tidur + Doa Nabi Yunus40x

FAQ: Pertanyaan Seputar Dzikir Saat Bencana {#faq}

1. Apakah boleh berdzikir sambil mengungsi atau berlari?

Jawab: Ya, sangat boleh! Bahkan dianjurkan. Dzikir bisa dilakukan dalam kondisi apapun, termasuk sambil berjalan, berlari, atau dalam kendaraan. Nabi SAW bersabda: “Tidaklah seorang hamba mengingat Allah dalam keadaan sempit, melainkan Allah akan memberikan jalan keluar baginya.” (HR. Ahmad)

2. Dzikir mana yang paling utama saat bencana terjadi tiba-tiba?

Jawab: Yang paling utama adalah “Hasbunallahu wa ni’mal wakil” karena dzikir ini langsung menarik pertolongan Allah. Ini dzikir yang dibaca Nabi Ibrahim AS saat dilempar ke dalam api dan para sahabat saat menghadapi pasukan Quraisy.

3. Apakah dzikir bisa menolak bencana yang sudah takdir?

Jawab: Dzikir tidak bisa mengubah takdir yang sudah pasti (qadha’ mubram), tetapi bisa menolak takdir yang masih bisa berubah (qadha’ mu’allaq). Rasulullah bersabda: “Tidak ada yang dapat menolak takdir kecuali doa.” (HR. Tirmidzi). Dzikir adalah bentuk doa, sehingga bisa menjadi sebab dikuranginya bencana atau dipercepat pemulihan.

4. Bolehkah berdzikir dengan keras saat bencana?

Jawab: Boleh, terutama jika untuk menenangkan orang lain atau memimpin dzikir bersama. Namun jika sendirian, lebih utama berdzikir dengan suara sedang atau dalam hati. Allah berfirman: “Dan sebutlah nama Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut…” (QS Al-A’raf: 205)

5. Apakah ada dzikir khusus untuk anak-anak saat bencana?

Jawab: Ajarkan anak-anak dzikir yang mudah dan pendek seperti:

  • “Bismillah” (sebelum melakukan apapun)
  • “Alhamdulillah” (saat selamat)
  • “Laa ilaaha illallah” (saat takut)
  • “Hasbunallah wa ni’mal wakil” (saat merasa terancam)

Dzikir-dzikir ini mudah diingat dan memberi dampak psikologis positif untuk anak.

Kesimpulan

Dzikir saat terjadi bencana adalah senjata spiritual paling ampuh untuk menghadapi musibah. Tujuh dzikir wajib yang telah dijelaskan di atas—mulai dari Hasbunallah, tasbih, istighfar, hingga shalawat—adalah amalan yang langsung diajarkan oleh Rasulullah SAW dan terbukti efektif memberikan ketenangan.

Dzikir bukan hanya ritual lisan, tetapi obat hati yang paling manjur. Ketika lidah berdzikir, hati menjadi tenang, dan Allah menurunkan rahmat serta perlindungan-Nya.

Bagi Anda yang sedang menghadapi bencana, jangan pernah berhenti berdzikir. Dan bagi yang selamat, jadikan bencana ini sebagai momentum untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah melalui dzikir dan wirid harian.

Semoga Allah melindungi kita semua dari segala bencana dan memberikan kekuatan untuk selalu berdzikir kepada-Nya. Aamiin.


Bacaan Terkait:


    Sumber Referensi:

    Disclaimer: Artikel ini disusun berdasarkan dalil-dalil

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    POPULER

    Paling Banyak Dibaca