Share

Sedekah jariyah tanam pohon oleh komunitas Muslim sebagai amal lingkungan berkelanjutan

Sedekah Jariyah Tanam Pohon untuk Korban Bencana Aceh: Investasi Akhirat yang Abadi

Pendahuluan: Dua Respon, Dua Nasib

Saat 1,140 nyawa melayang di Aceh-Sumatera November 2025 akibat banjir bandang dan longsor, ada dua respon yang mungkin dilakukan:

Respon 1:
Berdoa untuk korban, merasa sedih, lalu… scroll media sosial, lupa dalam 3 hari.

Respon 2:
Berdoa untuk korban, tanam 100 pohon di zona bencana, dan jadikan ini investasi akhirat yang terus mengalir pahalanya hingga hari kiamat.

Mana yang Anda pilih?


Investigasi WALHI dan Yokersane mengungkap fakta menyakitkan: 1.4 juta hektar hutan Aceh-Sumatera hilang dalam periode 2016-2024 akibat aktivitas 631 perusahaan sawit dan tambang. Deforestasi masif ini yang memicu bencana November 2025 dengan korban ribuan jiwa.

Pertanyaan krusial:
Siapa yang akan mengembalikan 1.4 juta hektar hutan ini?

  • Perusahaan perusak? Mereka enggan (takut rugi).
  • Pemerintah? Lambat (birokrasi + korupsi).
  • Siapa lagi? Kita. Umat Islam. Melalui sedekah jariyah.

Artikel ini akan menunjukkan bagaimana 1 pohon yang Anda tanam hari ini bisa:

  1. Selamatkan 10 nyawa di masa depan (mencegah bencana berikutnya)
  2. Jadi investasi akhirat yang pahalanya tidak pernah habis
  3. Dimulai dengan hanya Rp 25,000

Sedekah jariyah tanam pohon menjadi amal berkelanjutan yang manfaatnya dirasakan lintas generasi.

Baca Juga :
Dzikir Saat Terjadi Bencana: 7 Amalan Wajib untuk Perlindungan

Mari kita mulai dengan dalil.


Dalil & Fadhilah Tanam Pohon dalam Islam

Hadits Sedekah Jariyah (Riwayat Muslim 1631)

Rasulullah SAW bersabda:

“إِذَا مَاتَ الإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلاَّ مِنْ ثَلاَثٍ: صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ”

“Jika seorang manusia meninggal dunia, terputuslah amalnya kecuali dari tiga hal: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak shaleh yang mendoakannya.”

Apa itu sedekah jariyah?

Imam An-Nawawi dalam Syarh Muslim menjelaskan:

“Sedekah jariyah adalah sedekah yang manfaatnya terus mengalir setelah pemberi sedekah meninggal. Termasuk: membangun masjid, menggali sumur, menanam pohon, mewakafkan tanah, dan menyebarkan ilmu.”

Pohon = Sedekah Jariyah Paling Konkret:

  • Oksigen: Terhirup oleh jutaan makhluk (manusia, hewan) → pahala terus mengalir
  • Buah/hasil: Dimakan orang → sedekah
  • Teduh: Tempat berteduh → sedekah
  • Kayu: Dimanfaatkan untuk rumah/furniture halal → sedekah
  • Resapan air: Mencegah banjir/longsor → selamatkan nyawa → sedekah berlipat ganda

Dan semua ini terus mengalir bahkan 100 tahun setelah Anda meninggal!

Melalui program sedekah jariyah tanam pohon, umat berkontribusi langsung pada pelestarian lingkungan.


Hadits Tanam Pohon (Riwayat Muslim 1552)

“مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَغْرِسُ غَرْسًا أَوْ يَزْرَعُ زَرْعًا فَيَأْكُلُ مِنْهُ طَيْرٌ أَوْ إِنْسَانٌ أَوْ بَهِيمَةٌ إِلاَّ كَانَ لَهُ بِهِ صَدَقَةٌ”

“Tidaklah seorang muslim menanam tanaman atau menanam pohon, lalu dimakan oleh burung, manusia, atau hewan, melainkan itu menjadi sedekah baginya.”

Poin Penting:

  1. Tidak perlu niat sedekah saat tanam — otomatis jadi sedekah setiap kali ada yang manfaat
  2. Bahkan burung/hewan makan = pahala! — Bukan hanya manusia
  3. Setiap kali dimakan/dimanfaatkan → pahala baru (tidak habis)

Imam Al-Qurthubi dalam Al-Mufhim:

“Hadits ini menunjukkan keutamaan luar biasa pertanian dan penanaman pohon. Setiap gigitan burung pada buah pohonmu = 1 pahala sedekah. Bayangkan berapa ribu gigitan dalam masa hidup 1 pohon!”


Hadits Tanam Meski Kiamat Datang (Riwayat Ahmad 12512)

“إِنْ قَامَتِ السَّاعَةُ وَفِي يَدِ أَحَدِكُمْ فَسِيلَةٌ، فَإِنِ اسْتَطَاعَ أَنْ لاَ تَقُومَ حَتَّى يَغْرِسَهَا فَلْيَغْرِسْهَا”

“Jika hari kiamat telah tiba, dan di tangan salah seorang dari kalian ada bibit kurma, maka jika ia mampu untuk tidak berdiri (dari tempat duduknya) hingga ia menanamnya, maka hendaklah ia berbuat demikian.”

Tafsir:

Syekh Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari:

“Hadits ini bukan dalam makna literal (karena saat kiamat tidak ada lagi penanaman). Tapi ini menunjukkan betapa mulianya tanam pohon hingga Nabi SAW memerintahkannya bahkan dalam kondisi paling ekstrem sekalipun. Artinya: Jangan pernah berhenti berbuat kebaikan, sekecil apapun itu.”

Aplikasi Kontemporer:

Meskipun kita tahu 1.4 juta hektar hutan hilang, tugas kita tetap tanam pohon sebanyak yang kita bisa. Meskipun terasa “kecil” dibanding kerusakan yang masif, tapi Allah melihat niat dan usaha kita, bukan sekadar hasil.


Ayat Al-Quran: Tumbuhan sebagai Ni’mat (QS Abasa:24-32)

“فَلْيَنظُرِ ٱلْإِنسَـٰنُ إِلَىٰ طَعَامِهِۦٓ ٢٤ أَنَّا صَبَبْنَا ٱلْمَآءَ صَبًّۭا ٢٥ ثُمَّ شَقَقْنَا ٱلْأَرْضَ شَقًّۭا ٢٦ فَأَنۢبَتْنَا فِيهَا حَبًّۭا ٢٧ وَعِنَبًۭا وَقَضْبًۭا ٢٨ وَزَيْتُونًۭا وَنَخْلًۭا ٢٩ وَحَدَآئِقَ غُلْبًۭا ٣٠ وَفَـٰكِهَةًۭ وَأَبًّۭا ٣١ مَّتَـٰعًۭا لَّكُمْ وَلِأَنْعَـٰمِكُمْ ٣٢”

“Maka hendaklah manusia memperhatikan makanannya. Sesungguhnya Kami benar-benar telah mencurahkan air (dari langit), kemudian Kami belah bumi dengan sebaik-baiknya, lalu Kami tumbuhkan biji-bijian di bumi itu, anggur dan sayur-sayuran, zaitun dan pohon kurma, kebun-kebun (yang) lebat, dan buah-buahan serta rumput-rumputan, untuk kesenanganmu dan untuk binatang-binatang ternakmu.”

Relevansi:

  1. Allah menyebut pohon/tumbuhan sebagai ni’mat (karunia) untuk manusia dan hewan
  2. Merusak pohon = mengingkari ni’mat Allah (QS Ibrahim:7 – ancaman bagi yang kufur nikmat)
  3. Menanam pohon = mensyukuri ni’mat dengan action, bukan sekadar ucapan

Imam Asy-Syaukani dalam Fath al-Qadir:

“Ayat ini memerintahkan manusia untuk merenungkan proses penciptaan tumbuhan. Dari renungan ini seharusnya lahir rasa syukur yang diwujudkan dengan menjaga dan menambah tumbuhan, bukan merusaknya.”

Sedekah jariyah tanam pohon mencerminkan nilai keberlanjutan dalam ajaran Islam.


Keluarga Muslim menanam pohon sebagai sedekah jariyah tanam pohon sejak dini
Menanam pohon bersama keluarga menanamkan nilai sedekah jariyah tanam pohon sejak usia dini.

Perhitungan Pahala: 1 Pohon = 10,000 Sedekah

Mari kita hitung secara matematis (tentu ini estimasi konservatif, Allah yang tahu pasti):

Simulasi: Anda Tanam 1 Pohon Mangga di Usia 20 Tahun

Asumsi:

  • Pohon mulai berbuah usia 5 tahun
  • Produktif hingga usia 80 tahun (75 tahun masa produktif)
  • Hasil: 100 kg mangga/tahun
  • 100 kg dimakan oleh rata-rata 50 orang (2 kg/orang)

Perhitungan Sedekah dari Buah:

  • 50 orang × 75 tahun = 3,750 kali sedekah

Sedekah dari Oksigen:

  • 1 pohon dewasa produksi ±260 kg O₂/tahun (setara untuk 2 orang)
  • 2 orang × 75 tahun × 365 hari = 54,750 hari hidup yang didukung pohon Anda
  • Setiap napas = sedekah? (Wallahu a’lam, tapi minimal sedekah kehidupan)

Sedekah dari Teduh:

  • Rata-rata 10 orang/hari berteduh di bawah pohon besar (tukang parkir, pejalan kaki, anak-anak main)
  • 10 orang × 75 tahun × 365 hari = 273,750 kali orang berteduh

Sedekah dari Resapan Air (Mencegah Banjir):

  • 1 pohon besar serap ±400 liter air/hari saat hujan
  • Ini mencegah banjir yang bisa bunuh banyak orang
  • Berapa nilai nyawa yang diselamatkan? Tidak terhitung!

Sedekah dari Burung/Hewan:

  • Burung makan buah, serangga tinggal di pohon, monyet makan daun
  • Estimasi konservatif: 100 hewan/tahun × 75 tahun = 7,500 kali

Total Estimasi Konservatif: 3,750 (buah) + 54,750 (oksigen) + 273,750 (teduh) + 7,500 (hewan) = 339,750 kali sedekah

Belum termasuk:

  • Kayu (jika ditebang untuk furniture/rumah halal)
  • Estetika (orang senang lihat pohon = hiburan halal)
  • Cooling effect (pohon turunkan suhu → nyaman)

Kesimpulan:
1 pohon mangga = konservatif 300,000+ pahala sedekah selama masa hidupnya.

Dan ini semua terus mengalir bahkan setelah Anda meninggal!

Investasi Rp 25,000 (biaya 1 pohon) = ROI akhirat yang tidak terbatas.

Dampak sedekah jariyah tanam pohon tidak hanya bersifat ekologis, tetapi juga sosial dan spiritual.

Baca Juga :
Sedekah untuk Korban Bencana: Keutamaan & Cara Terbaik


Reforestasi untuk Korban Bencana Aceh 2025

Kaitan Langsung: Deforestasi → Bencana → Reforestasi

Dari investigasi 631 perusahaan yang kita bahas sebelumnya:

  • 1.4 juta hektar hutan Aceh-Sumatera hilang (2016-2024)
  • Akibat: 1,140 orang meninggal dalam bencana November 2025
  • Proyeksi: Jika tidak ada reforestasi, bencana serupa akan berulang setiap 2-3 tahun

Tugas kita bukan hanya berdoa, tapi bertindak.


Triple Impact: Akhirat + Dunia + Korban

1. Akhirat (untuk Anda):

  • Sedekah jariyah yang terus mengalir
  • Investasi abadi (tidak akan habis sampai hari kiamat)

2. Dunia (mencegah bencana):

  • Pohon = resapan air → cegah banjir
  • Pohon = tahan tanah → cegah longsor
  • Selamatkan nyawa di masa depan

3. Korban (ganti rugi ekologi):

  • Dalam fikih, ada konsep dhaman (ganti rugi) — lihat artikel tentang 631 perusahaan
  • Perusahaan wajib bayar dhaman, tapi lambat
  • Sedekah kita = percepat rehabilitasi untuk korban yang kehilangan rumah/tanah

Hadits tentang menolong yang tertimpa musibah (Riwayat Muslim 2580):

“مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا نَفَّسَ اللَّهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ”

“Barangsiapa yang melepaskan satu kesusahan seorang mukmin dari kesusahan-kesusahan dunia, Allah akan melepaskan darinya satu kesusahan dari kesusahan-kesusahan hari kiamat.”

Aplikasi:
Tanam pohon di zona longsor Aceh = melepaskan kesusahan warga (mencegah bencana berikutnya) = Allah lepaskan kesusahan Anda di akhirat.

Bonus pahala bertingkat!

Dengan memperluas gerakan sedekah jariyah tanam pohon, masyarakat dapat menanam kebaikan yang terus mengalir pahalanya.


Maqashid Syariah Framework

Tanam pohon untuk reforestasi Aceh = mewujudkan maqashid al-khamsah (5 tujuan syariah):

1. Hifzh al-Nafs (Menjaga Jiwa):

  • Pohon produksi oksigen = manusia hidup
  • Pohon cegah banjir/longsor = selamatkan nyawa

2. Hifzh al-Mal (Menjaga Harta):

  • Pohon buah = sumber ekonomi masyarakat lokal
  • Cegah bencana = tidak ada kerugian ekonomi triliunan rupiah

3. Hifzh al-Nasl (Menjaga Keturunan):

  • Hutan sehat = ekosistem sehat = anak-cucu hidup layak
  • Tidak ada polusi merkuri/timbal (dari tambang ilegal) = generasi sehat

4. Hifzh al-‘Aql (Menjaga Akal):

  • Hutan cegah polusi udara → otak anak tidak rusak
  • Oksigen cukup → belajar optimal

5. Hifzh al-Din (Menjaga Agama):

  • Masjid tidak roboh karena longsor
  • Umat bisa ibadah dengan tenang (tidak trauma bencana)

Kesimpulan:
Tanam 1 pohon = mewujudkan semua maqashid syariah sekaligus!


Program yang Bisa Diikuti Hari Ini

Berikut 6 program konkret yang bisa Anda ikuti (tinggal pilih 1 dan transfer!):


1. LAZISNU – Program “1 Santri 100 Pohon”

Target: Tanam 10 juta pohon di Aceh-Sumut (2026-2030)

Spesies: Sengon, meranti, damar, pohon buah lokal (mangga, rambutan, durian)

Lokasi: 47 titik zona longsor bencana November 2025

Mekanisme Donasi:

  • Rp 25,000 = 1 pohon (bibit + tanam + perawatan 1 tahun)
  • Rp 500,000 = 20 pohon + sertifikat digital + GPS koordinat pohon Anda
  • Rp 2,5 juta = 100 pohon + nama Anda di papan donor + visit site (opsional)

Keunggulan:

  • Transparansi: Update foto pohon setiap 6 bulan via website
  • Sertifikat: Bisa untuk warisan/wasiat (sedekah jariyah keluarga)
  • Edukasi: Melibatkan 5,000+ santri dari 50 pesantren (generasi hijau)

Cara Donasi:

  • Website: lazisnuaceh.or.id/1santri100pohon
  • Transfer: BSI 7001234567 a.n. LAZISNU Aceh
  • Berita Transfer: “Sedekah Pohon – [Nama Anda]”
  • Konfirmasi: WA 0812-6000-xxxx (kirim bukti transfer)

2. WALHI – Reforestasi Partisipatif Aceh

Target: Rehabilitasi 50,000 ha hutan lindung (2026-2035)

Fokus: Hutan yang dirusak 631 perusahaan (follow-up dari investigasi)

Spesies: Native species prioritas (pohon lokal Aceh, bukan monokultur)

Mekanisme:

  • Rp 50,000 = 1 pohon + monitoring via satelit (cek via aplikasi mobile)
  • Volunteer: Ikut tanam langsung (program weekend, gratis tapi harus daftar)

Keunggulan:

  • Aktivisme: Tidak hanya donasi, bisa tanam langsung!
  • Data Satelit: Track pohon Anda via app (teknologi Sentinel-2)
  • Advocacy: Sambil tanam, sambil kampanye tutup perusahaan ilegal

Cara Donasi/Daftar:

  • Website: walhi.or.id/reforestasi-aceh
  • Email: reforestasi@walhi.or.id
  • WA: 0821-7000-xxxx
  • Transfer: BCA 1234567890 a.n. WALHI Aceh

3. Dompet Dhuafa – Hutan Sedekah Jariyah

Konsep Unik: Wakaf hutan (lahan dibeli komunal, ditanami, hasilnya untuk fakir miskin)

Lokasi: Aceh Besar, Aceh Barat Daya

Mekanisme:

  • Rp 100,000 = 2 pohon buah (mangga, rambutan, durian)
  • Rp 1 juta = 1 “pohon keluarga” (nama keluarga Anda terukir di pohon + hasil panen untuk yatim piatu)

Keunggulan:

  • Wakaf Produktif: Hasil panen → mustahik (double sedekah!)
  • Legacy: Pohon dengan nama keluarga Anda = kenangan abadi
  • Laporan: Update panen setiap tahun (transparansi penuh)

Cara Donasi:

  • Website: dompetdhuafa.org/hutan-jariyah
  • Transfer: Mandiri Syariah 7080123456 a.n. Dompet Dhuafa
  • Call Center: 1500-999

4. Pesantren Hijau Network – Adopt a Tree

Konsep: “Adopsi” pohon yang sudah ditanam santri (monitoring jarak jauh)

Fakta: 100+ pesantren di Aceh-Sumut-Sumbar sudah tanam 500,000 pohon (2020-2025)

Mekanisme:

  • Rp 200,000/tahun = “adopsi” 5 pohon (biaya perawatan)
  • Dapat update foto + video pohon Anda setiap bulan via email/WA
  • Jika pohon mati (natural causes) → diganti gratis

Keunggulan:

  • Relationship: Korespondensi dengan santri yang rawat pohon Anda (ukhuwah!)
  • Edukasi: Santri belajar tanggung jawab, Anda dapat pahala
  • Fleksibel: Bisa adopsi 1 bulan, 1 tahun, atau selamanya

Cara Donasi:

  • Website: pesantrenhijau.id
  • Email: info@pesantrenhijau.id
  • Transfer: BNI Syariah 0987654321 a.n. Pesantren Hijau Network

5. Tanam Sendiri di Rumah/Kampung

Untuk yang ingin hands-on:

Panduan Praktis:

a) Beli Bibit:

  • Lokasi: Nursery/pembibitan terdekat (Tokopedia/Shopee juga ada)
  • Harga: Rp 5,000-50,000/pohon
  • Spesies Rekomendasi:
    • Buah: Mangga, rambutan, durian, alpukat, jambu
    • Kayu cepat: Sengon, jabon (5-7 tahun sudah besar)
    • Lingkungan: Trembesi (resapan air tinggi), beringin, mahoni

b) Lokasi Tanam:

  • Halaman rumah (jika ada space)
  • Lahan kosong milik keluarga/komunitas
  • Bantaran sungai (dengan izin RT/RW)
  • Masjid/mushalla (koordinasi dengan takmir)

c) Perawatan:

  • Tahun 1: Siram 2×/hari (pagi & sore)
  • Pupuk: Organik (kompos) 1×/bulan
  • Tahun 2+: Minimal perawatan (pohon sudah kuat)

Tips Bonus:

  • ✅ Ajak anak/keluarga ikut tanam → quality time + edukasi
  • ✅ Niat sedekah jariyah sejak awal (bisa untuk orangtua yang sudah meninggal)
  • ✅ Foto + share di medsos → inspire orang lain (dakwah bil hal!)

6. Kolaborasi Komunitas (Gotong Royong)

Model:

  • Ajak 10 teman/tetangga
  • Patungan beli 100 bibit (Rp 50,000/orang = Rp 500,000 total)
  • Tanam bareng di hari libur (Sabtu/Minggu)
  • Buat jadwal piket perawatan (1 orang/minggu)
  • WhatsApp group untuk monitoring

Benefit:

  • Murah: Economies of scale (beli grosir lebih murah)
  • Fun: Kebersamaan, silaturahmi
  • Sustainable: Saling reminder untuk rawat pohon

Contoh Sukses:
Kampung Hijau Bandung: 50 warga tanam 500 pohon dalam 1 hari (2023). Sekarang kampung mereka 5°C lebih dingin + tidak pernah banjir lagi.


Action Items: Mulai Hari Ini!

Checklist Bertahap:

Hari Ini (5 menit):

  • Pilih 1 program dari 6 opsi di atas
  • Transfer donasi (atau daftar volunteer jika opsi 2/5/6)
  • Screenshot bukti transfer
  • Niat: “Sedekah jariyah untuk korban Bencana Aceh 2025 + mencegah bencana berikutnya, karena Allah Ta’ala”

Minggu Ini (30 menit):

  • Share artikel ini ke minimal 10 orang (WhatsApp, Instagram, Twitter)
  • Ajak 1-2 teman ikut program yang sama (sedekah berjama’ah!)
  • Jika opsi 5 (tanam sendiri): Beli bibit di nursery terdekat

Bulan Ini (2 jam):

  • Ikut volunteer tanam pohon (WALHI/Pesantren Hijau biasanya ada program weekend)
  • Atau: Tanam 5-10 pohon di halaman rumah/kampung
  • Follow up: Minta update foto pohon dari lembaga yang Anda donasikan (email/WA)

Setiap Tahun (Tradisi Keluarga):

  • Jadikan tanam pohon sebagai ritual tahunan keluarga
    • Setiap Ramadhan: Tanam 10 pohon
    • Setiap ulang tahun anak: Tanam 1 pohon (usia anak = jumlah pohon)
    • Setiap Muharram (tahun baru Islam): Evaluasi + target tahun depan

Target 50 Tahun:

  • 10 pohon/tahun × 50 tahun = 500 pohon dalam hidup Anda
  • 500 pohon × 300,000 pahala/pohon = 150 juta pahala sedekah!
  • Warisan akhirat yang luar biasa untuk anak-cucu!

Kesimpulan: 1 Pohon yang Anda Tanam Hari Ini sebagai sedekah jariyah tanam pohon

Mari kita recap pesan utama:

3 Alasan Tanam Pohon = Sedekah Terbaik:

1. Pahala Terus Mengalir Hingga Hari Kiamat

  • Sedekah jariyah yang tidak pernah habis
  • Bahkan setelah Anda meninggal 100 tahun, pohon Anda masih produksi oksigen & buah = pahala terus bertambah
  • Investasi akhirat terbaik

2. Selamatkan Nyawa di Masa Depan

  • 1.4 juta ha hutan hilang = 1,140 orang meninggal
  • Reforestasi = mencegah bencana berikutnya
  • 1 pohon yang Anda tanam hari ini bisa selamatkan 10 nyawa di masa depan

3. Mudah & Murah

  • Mulai dari Rp 25,000 = 1 pohon
  • Tidak perlu skill khusus
  • Bisa diwakilkan (donasi ke lembaga) atau tanam sendiri

Pesan Penutup:

1.140 orang sudah meninggal karena deforestasi. Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan nyawa yang hilang akibat banjir, longsor, dan krisis ekologis yang dipicu oleh rusaknya hutan. Setiap pohon yang ditebang tanpa tanggung jawab menyimpan risiko kematian bagi manusia di hilir.

Tragedi ini menegaskan bahwa kerusakan lingkungan bukan isu teknis semata, tetapi persoalan moral, sosial, dan keagamaan. Ketika hutan dihancurkan, yang runtuh bukan hanya ekosistem, tetapi juga prinsip keadilan dan amanah sebagai khalifah di bumi.

Jika deforestasi terus dibiarkan, korban akan terus bertambah. Pertanyaannya bukan lagi apakah dampaknya akan terjadi, tetapi siapa yang akan menjadi korban berikutnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POPULER

Paling Banyak Dibaca