Share

Foto bersama peserta dan narasumber Bimtek Ekoteologi Tulungagung di ruang terbuka hijau

Aksi Bersih-Bersih Alun-alun Warnai Bimtek Ekoteologi dan KBC di Tulungagung

TULUNGAGUNG – Kegiatan aksi bersih-bersih sampah di kawasan Alun-alun Tulungagung mewarnai pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Ekoteologi dan KBC yang digelar oleh Kelompok Kerja Guru Madrasah Ibtidaiyah (KKGMI) Tulungagung, Kamis (25/12/2025). Aksi peduli lingkungan tersebut melibatkan 30 peserta bimtek sebagai bentuk implementasi nyata nilai-nilai ekoteologi, yakni kesadaran menjaga kelestarian alam sebagai bagian dari tanggung jawab moral dan spiritual. Peserta tampak antusias memungut sampah di area alun-alun sambil mengedukasi masyarakat sekitar tentang pentingnya kebersihan lingkungan.

Baca Juga :
Reforestasi Lahan Hunian: 7 Manfaat Luar Biasa untuk Kualitas Hidup Berkelanjutan

Peserta Bimtek Ekoteologi Tulungagung berfoto bersama usai kegiatan peningkatan kompetensi guru madrasah tentang kepedulian lingkungan
Peserta Bimtek Ekoteologi Tulungagung mengikuti kegiatan peningkatan kompetensi guru madrasah berbasis nilai ekoteologi

Bimtek hari terakhir ini menghadirkan narasumber Sholehuddin yang menyampaikan materi seputar keterkaitan antara keimanan, kepedulian sosial, dan pelestarian lingkungan. Ia menekankan bahwa isu lingkungan tidak bisa dipisahkan dari nilai keagamaan dan harus diwujudkan melalui aksi konkret.

Peserta Bimtek Ekoteologi Tulungagung melakukan aksi bersih-bersih lingkungan sebagai praktik nyata kepedulian ekologis
Aksi bersih-bersih lingkungan oleh peserta Bimtek Ekoteologi Tulungagung di ruang publik

Aksi Bersih-Bersih dalam Bimtek Ekoteologi Tulungagung

Ada empat nilai yang menjadi pijakan Ekoteologi, yakni tauhid, khalifah, amanah dan keseimbangan. Sebelumnya, peserta diajak proses ‘grounding’, di luar kelas (outing class) sebuah metode kontak langsung dengan bumi seraya mengamati 5-4-3-2-1 obyek yang dilihat, didengar, diraba, dicium dan dirasa. Secara berkelompok mereka berjalan dari ruang kelas di SMA Diponegoro Kantor LP Ma’arif Tulungagung hingga alun-alun dengan jarak kurang lebih 700 meter. Sesampai di alun-alun mereka diminta presentasi sambil yel-yel.

Kegiatan outing class peserta Bimtek Ekoteologi Tulungagung dengan metode grounding dan refleksi lingkungan
Outing class Bimtek Ekoteologi Tulungagung sebagai metode pembelajaran kontekstual berbasis alam

Para peserta antusias karena ada suasana baru. Salah seorang peserta mengaku terkesan kareba bisa meningkatkan rasa syukur atas karunia Allah yang berupa alam. Dari sini muncul kesadaran ekologis dengan ‘menghadirkan’ Allah sebagai Pencipta. Sholehuddin yang juga widyaiswara Balai Diklat Keagamaan Surabaya itu memperkuat bahwa alam merupakan ‘tajalliyat’ Allah (manifestasi keagungan-Nya). Maka, berbuat baik terhadap alam bernilai ibadah, sebaliknya berbuat kerusakan, berarti mencederai ‘karya’ Allah.

Baca Juga :
Penanaman Mangrove Sidoarjo: Khidmah untuk Bumi Pesisir yang Memberdayakan Petani Tambak

Instruktur Nasional Moderasi Beragama tersebut juga menyampaikan praktik baik salah satu madrasah mitra yang menjadi tim penjaminan mutu di lembaga tersebut. Menurutnya, “Ekoteologi dan KBC bisa diintegrasikan ke dalam kegiatan intrkurikuler (materi dan proses), kokurikuler (proyek penelitian sederhana) dan ekstra kurikuler (kader lingkungan).

Aksi bersih-bersih Alun-alun Tulungagung oleh peserta Bimtek Ekoteologi Tulungagung sebagai edukasi publik
Peserta Bimtek Ekoteologi Tulungagung mengedukasi masyarakat melalui aksi bersih-bersih Alun-alun

Muthik Chasnawati Ketua KKGMI Tulungagung menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran ekologis para guru dan peserta didik, sekaligus mendorong praktik baik yang dapat diterapkan di lingkungan ?madrasah maupun masyarakat.
Melalui kegiatan ini, KKGMI Tulungagung berharap semangat menjaga bumi dapat terus berlanjut dan menjadi gerakan bersama demi lingkungan yang bersih dan berkelanjutan.

Kegiatan ini tergolong istimewa karena dilaunching langsung Dirjen Pendis Prof. Suyitno hadir pula Kepala Kankemenag Tulungagung dan pejabat terkait. Selain Sholehuddin, widyaiswara yang dihadirkan Widayanto, Siti Zubaidah dan Ani Nur Hidayati.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POPULER

Paling Banyak Dibaca