Share

Benchmarking BDK Surabaya Semarang: Diversifikasi Pengembangan Kompetensi

Benchmarking dan FGD Korwi BDK Surabaya di BDK Semarang Perkuat Diversifikasi Implementasi Pengembangan Kompetensi

Semarang, 10–11 Februari 2026 – Balai Diklat Keagamaan (BDK) Surabaya melalui Koordinatoriat Widyaiswara melaksanakan kegiatan Benchmarking dan Focus Group Discussion (FGD) di Balai Diklat Keagamaan Semarang pada 10–11 Februari 2026. Kegiatan ini merupakan lanjutan dari agenda serupa yang sebelumnya digelar di Bandung, sebagai bagian dari upaya penguatan sinergi dan peningkatan mutu pengembangan kompetensi SDM Kementerian Agama.

Dr. H. Makmun Hidayat, Korwi BDK Surabaya menyampaikan sambutan mewakili Kepala BDK Surabaya
Dr. H. Makmun Hidayat, Korwi BDK Surabaya menyampaikan sambutan mewakili Kepala BDK Surabaya

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala BDK Semarang, Suyatno, yang dalam sambutannya menegaskan pentingnya kolaborasi antarbalai diklat dalam merespons dinamika kebijakan pengembangan kompetensi aparatur. Ia didampingi oleh Kepala Sub Bagian Tata Usaha BDK Semarang. Suyatno menyampaikan bahwa benchmarking tidak sekadar menjadi ajang berbagi praktik baik, tetapi juga ruang strategis untuk menyelaraskan kebijakan pusat dengan implementasi teknis di daerah.

Suyatno Kepala BDK Semarang memberikan sambutan dan pengarahan
Suyatno Kepala BDK Semarang memberikan sambutan dan pengarahan

Sementara itu, Kepala BDK Surabaya yang diwakili oleh Korwi Dr. Makmun Hidayat dalam sambutannya menekankan pentingnya memperkuat koordinasi wilayah guna memastikan kebijakan pengembangan kompetensi berjalan efektif, adaptif, dan terukur. Ia berharap melalui FGD ini, BDK Surabaya dan BDK Semarang dapat saling memperkaya inovasi, khususnya dalam diversifikasi pelatihan berbasis kebutuhan.

Pemantik FGD yang dimoderatori Rois kali ini Dr. Sholehuddin, widyaiswara BDK Surabaya. Dalam paparannya, ia menggarisbawahi pentingnya tindak lanjut atas Keputusan Kepala Pusat Pengembangan Kompetensi SDM Nomor 11 Tahun 2025 tentang Pedoman Pengembangan Kompetensi SDM Kementerian Agama. “Kita ini diberi bola untuk dimainkan, namun pada akhirnya keputusan ada di tangan wasit Pusbangkom” ujarnya.

Artinya, bahwa implementasi pedoman tersebut perlu dilakukan kajian mendalam untuk melahirkan diversifikasi pengembangan kompetensi, baik secara administratif maupun dari sisi penganggaran. Tujuannya agar lebih akuntabel, fleksibel dan kontekstual sesuai kebutuhan satuan kerja. Selanjutnya, hasil diskusi diajukan rekomendasi kepada Pusbangkom selaku institusi pemegang otoritas pengembangan kompetensi SDM Kemenag.

Pada sesi diskusi, Khobibah Widyaiswara Keagamaan BDK Surabaya memaparkan contoh Kurikulum Silabus (Kursil) yang telah dikembangkan. Pengembangan kursil ini disusun secara sistematis mulai mata pelatihan dan jumlah jam pelatihan hingga sertifikat kelulusan. Contoh tersebut menjadi bahan refleksi bersama untuk dilakukan perbaikan dan penyempurnaan.

Sementara itu, Miftahul Falah dari BDK Semarang mempresentasikan produk platform pelatihan jarak jauh yang dikembangkan secara komprehensif. Platform tersebut dirancang mencakup seluruh siklus pelatihan, mulai dari Analisis Kebutuhan Pelatihan (AKP), perencanaan dan pelaksanaan pelatihan, hingga evaluasi pasca pelatihan. Inovasi ini dinilai mampu memperkuat efektivitas pelatihan berbasis digital serta mendukung akuntabilitas program pengembangan kompetensi.

Diskusi tidak kalah menarik. Terbukti respon peserta yang sangat antusias hingga jelang siang. Sebagai closing statemen dan kesimpulan dibacakan Rois Korwi BDK Semarang antara lain; Pertama, Diversifikasi pusbagom sebagai hal mutlak menenuhi jam pelatihan yang berdampak pada Tukin. Kedua, beriringan dengan mutu dan kuatintats harus sejalan dengan keberlanjutan keputusan Kapusbangkom. Ketiga, mengajar diakui secara administratif dan meningkatkan kesejahteraan. Keempat, segera mengurus legal standing kepada pihak berwenang.

Rois selaku Moderator Memberikan Closing Statemen
Rois selaku Moderator Memberikan Closing Statemen

Melalui kegiatan benchmarking dan FGD ini, diharapkan terbangun kesepahaman bersama dalam mengoptimalkan pelaksanaan pengembangan kompetensi SDM Kementerian Agama, sekaligus mendorong lahirnya inovasi yang adaptif terhadap tantangan organisasi di masa mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POPULER

Paling Banyak Dibaca