Share

Bimtek Kepala RA Surabaya 2025 dibuka Kepala Kankemenag Dr Muhammad Muslim di Graha Ilmu SMA Al Falah Ketintang

Peningkatan Mutu Kepala RA melalui Pengembangan keprofesian berkelanjutan : Study kasus Bimtek Kepala RA Kota Surabaya

Daftar Isi:

  1. KKKRA Surabaya Gelar Bimtek PKB Berkualitas
  2. 30 Kepala RA Terpilih Ikuti Pelatihan Blended
  3. 3 Narasumber Kompeten dari BDK Surabaya
  4. Materi Unggulan: Manajerial, Supervisi Digital, Pendidikan Karakter
  5. Dukungan Penuh Kankemenag Kota Surabaya
  6. Testimoni Peserta dan Penutupan

Surabaya, 18–23 Desember 2025 – Bimtek Kepala RA Surabaya resmi dibuka sebagai upaya strategis meningkatkan kualitas pendidikan Islam anak usia dini di Kota Pahlawan. Kelompok Kerja Kepala Raudhatul Atfal (KKKRA) Kota Surabaya menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) selama 5 hari, diikuti oleh 30 kepala RA terpilih yang lolos seleksi ketat.

Kegiatan Bimtek Kepala RA Surabaya ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kompetensi manajerial, supervisi digital, dan pendidikan karakter di lembaga Raudhatul Atfal se-Kota Surabaya. Dengan dukungan penuh dari Kementerian Agama (Kemenag) dan Balai Diklat Keagamaan Surabaya, pelatihan ini diharapkan menjadi katalis transformasi pendidikan PAUD Islam di Surabaya.


KKKRA Surabaya Gelar Bimtek PKB Berkualitas

Bimtek Kepala RA Surabaya diselenggarakan dengan metode blended learning – kombinasi tatap muka dan daring – untuk mengakomodasi kebutuhan profesionalisme kepala RA di era digital. Kegiatan yang berlangsung di Graha Ilmu SMA Al Falah Ketintang Surabaya ini dirancang khusus untuk pendidik dan tenaga kependidikan tingkat Raudhatul Atfal yang memerlukan peningkatan kompetensi berkelanjutan.

Latar Belakang Bimtek PKB

Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) merupakan program wajib bagi pendidik Indonesia, termasuk kepala RA, sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PermenpanRB) Nomor 16 Tahun 2009. Program ini bertujuan untuk:

  1. Meningkatkan kompetensi pedagogik kepala RA dalam mengelola pembelajaran
  2. Memperkuat kepemimpinan manajerial lembaga PAUD Islam
  3. Mengintegrasikan teknologi digital dalam supervisi dan administrasi
  4. Membentuk karakter unggul bagi pendidik dan peserta didik

Muasih, Ketua KKKRA Kota Surabaya sekaligus Kepala RA Mathlabul Huda, menegaskan pentingnya Bimtek Kepala RA Surabaya ini:

“Bimtek PKB ini bertujuan memberikan pemahaman dan keterampilan baru yang dibutuhkan dalam mendukung perkembangan profesional kepala RA. Pendidikan anak usia dini memerlukan perhatian khusus agar dapat membentuk karakter generasi yang cerdas dan berakhlak mulia.”

Sebagai Asesor PAUD, Muasih mengingatkan bahwa kualitas kepala RA berbanding lurus dengan kualitas pembelajaran di lembaganya. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi melalui Bimtek Kepala RA Surabaya menjadi investasi jangka panjang untuk pendidikan Islam.


Bimtek Kepala RA Surabaya 2025 dibuka Kepala Kankemenag Dr Muhammad Muslim di Graha Ilmu SMA Al Falah Ketintang
Bimtek Kepala RA Surabaya 2025 di Graha Ilmu SMA Al Falah Ketintang

30 Kepala RA Terpilih Ikuti Pelatihan Blended

Bimtek Kepala RA Surabaya tahun 2025 ini diikuti oleh 30 peserta terpilih yang merupakan kepala RA se-Kota Surabaya. Proses seleksi dilakukan secara ketat dengan berbagai pertimbangan, antara lain:

  • Rekam jejak kinerja sebagai kepala RA minimal 2 tahun
  • Komitmen terhadap peningkatan kualitas lembaga
  • Rekomendasi dari pengawas RA Kota Surabaya
  • Kesiapan mengikuti pelatihan blended (tatap muka + daring)

Metode Blended Learning

Bimtek Kepala RA Surabaya menggunakan pendekatan blended learning yang menggabungkan:

Sesi Tatap Muka (4 hari):

  • Presentasi materi oleh narasumber ahli
  • Diskusi kelompok dan studi kasus
  • Workshop praktik manajerial dan supervisi
  • Simulasi penggunaan platform digital

Sesi Daring (2 hari):

  • Webinar interaktif via Zoom
  • E-learning melalui Learning Management System (LMS)
  • Penugasan mandiri dan peer review
  • Konsultasi online dengan narasumber

Metode ini terbukti efektif meningkatkan retensi pengetahuan hingga 60% dibandingkan metode konvensional (studi Kemenag RI, 2023).


Penutupan Bimtek  Kepala RA Surabaya bersama 30 peserta dan narasumber BDK Surabaya
Pengawas RA Kota Surabaya menutup Bimtek PKB dengan apresiasi kepada peserta dan narasumber

3 Narasumber Kompeten dari BDK Surabaya

Bimtek Kepala RA Surabaya menghadirkan 3 narasumber utama yang merupakan praktisi dan pakar dari Balai Diklat Keagamaan (BDK) Surabaya, lembaga pelatihan resmi Kementerian Agama yang telah melatih ribuan tenaga pendidik Islam se-Jawa Timur.

Narasumber 1: Dr. Widayanto – Manajerial Kepala RA

Dr. Widayanto, Widyaiswara BDK Surabaya, membawakan materi Manajerial Kepala RA yang mencakup:

  1. Perencanaan Strategis Lembaga PAUD
    • Penyusunan visi-misi RA yang terukur
    • Analisis SWOT untuk pengembangan lembaga
    • Roadmap 5 tahunan Raudhatul Atfal
  2. Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM)
    • Rekrutmen dan pembinaan guru RA
    • Evaluasi kinerja tenaga pendidik
    • Program pengembangan kompetensi berkelanjutan
  3. Administrasi dan Keuangan
    • Pengelolaan dana BOS PAUD
    • Transparansi dan akuntabilitas keuangan
    • Sistem informasi manajemen RA
  4. Kolaborasi dengan Stakeholder
    • Kemitraan dengan orang tua (parenting program)
    • Koordinasi dengan Kemenag dan Dinas Pendidikan
    • Networking dengan lembaga PAUD lainnya

Dr. Widayanto menekankan:

“Pengelolaan yang baik dapat meningkatkan kualitas pengajaran dan menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. Kepala RA bukan hanya manajer, tetapi juga pemimpin visioner yang menginspirasi.”


Narasumber 2: Siti Zubaidah – Pendidikan Karakter

Siti Zubaidah, narasumber kedua dalam Bimtek Kepala RA Surabaya, fokus pada Pendidikan Karakter untuk PAUD. Materi yang disampaikan meliputi:

  1. Filosofi Pendidikan Karakter dalam Islam
    • Konsep akhlakul karimah dalam Al-Quran dan Hadith
    • Teori perkembangan moral anak usia dini (Kohlberg, Piaget)
    • Integrasi nilai-nilai Islam dalam kurikulum RA
  2. Metode Pembentukan Karakter Anak
    • Keteladanan (uswatun hasanah) dari pendidik
    • Pembiasaan positif (habituasi)
    • Cerita inspiratif (storytelling) berbasis nilai Islam
    • Reward and consequence yang edukatif
  3. Peran Kepala RA sebagai Role Model
    • Integritas dan kejujuran dalam kepemimpinan
    • Empati dan kasih sayang terhadap guru dan siswa
    • Konsistensi antara perkataan dan perbuatan

Siti Zubaidah menegaskan:

“Pembentukan karakter sejak usia dini adalah kunci menciptakan generasi yang memiliki moralitas tinggi dan berintegritas. Itu diawali dari gurunya. Jika gurunya berkarakter mulia, anak-anak akan meniru.”


Narasumber 3: Dr. Sholehuddin – Supervisi Digital

Dr. Sholehuddin, Widyaiswara BDK Surabaya sekaligus Dosen IAI Al Khoziny dan UNU Sidoarjo, menyampaikan materi Supervisi Digital yang sangat relevan di era 4.0. Materi yang dibahas:

  1. Konsep Supervisi Digital untuk RA
    • Perbedaan supervisi konvensional vs digital
    • Keunggulan teknologi dalam monitoring pembelajaran
    • Tantangan implementasi di lembaga PAUD
  2. Platform dan Tools Digital
    • Google Classroom: Manajemen kelas dan penugasan online
    • MAGIS (Madrasah Digital Supervision): Platform resmi Kemenag untuk supervisi berbasis data
    • Zoom/Google Meet: Video conference untuk observasi pembelajaran jarak jauh
    • Google Forms: Instrumen evaluasi dan survey online
  3. Praktik Supervisi Digital
    • Observasi pembelajaran via video recording
    • Feedback real-time melalui WhatsApp/Telegram
    • Dashboard monitoring kinerja guru
    • E-portfolio untuk dokumentasi hasil supervisi
  4. Etika dan Keseimbangan
    • Teknologi sebagai alat bantu, bukan pengganti
    • Pentingnya sentuhan humanis dalam supervisi
    • Keseimbangan antara data digital dan observasi langsung

Dr. Sholehuddin mengingatkan:

“Teknologi tetap tak menggantikan kehadiran sosok kepala RA dalam membimbing, mendampingi, dan memotivasi. Dengan supervisi digital, kepala RA lebih fleksibel dalam melakukan supervisi. Silakan disesuaikan kemampuan dan kondisi yang ada.”

Beliau memberikan contoh konkret: Kepala RA dapat menggunakan Google Classroom untuk memantau Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian (RPPH) yang diunggah guru setiap hari, kemudian memberikan feedback tertulis tanpa harus bertemu langsung – menghemat waktu namun tetap efektif.


Materi Unggulan: Manajerial, Supervisi Digital, Pendidikan Karakter

Bimtek Kepala RA Surabaya dirancang dengan 3 pilar utama yang saling berkaitan:

Pilar 1: Manajerial – Fondasi Kepemimpinan Efektif

Kompetensi manajerial kepala RA mencakup kemampuan:

  • Merencanakan program jangka pendek dan panjang
  • Mengorganisir sumber daya (SDM, sarana-prasarana, dana)
  • Menggerakkan (actuating) tim guru untuk mencapai target
  • Mengawasi (controlling) implementasi program
  • Mengevaluasi hasil dan melakukan perbaikan berkelanjutan

Studi kasus yang dibahas dalam Bimtek Kepala RA Surabaya:

  • Kasus 1: RA dengan 3 rombel (rombongan belajar) ingin ekspansi menjadi 5 rombel – bagaimana strategi SDM, sarana, dan perizinan?
  • Kasus 2: RA menghadapi penurunan jumlah siswa akibat kompetisi dengan TK swasta – bagaimana rebranding dan peningkatan kualitas?

Pilar 2: Supervisi Digital – Efisiensi di Era 4.0

Supervisi digital bukan menggantikan supervisi tatap muka, tetapi melengkapi dengan keunggulan:

AspekSupervisi KonvensionalSupervisi Digital
WaktuButuh jadwal khusus tatap mukaFleksibel, bisa kapan saja
DokumentasiManual (kertas, arsip fisik)Otomatis tersimpan cloud
Analisis DataSulit, butuh waktu lamaReal-time dashboard
FeedbackTunda (setelah observasi selesai)Instant (chat/comment)
BiayaTransportasi, cetak dokumenRendah (hanya kuota internet)

Platform MAGIS yang diperkenalkan dalam Bimtek Kepala RA Surabaya memiliki fitur:

  • Dashboard kinerja guru (presensi, RPPH, hasil pembelajaran)
  • E-rapor siswa terintegrasi
  • Monitoring sarana-prasarana (inventory digital)
  • Laporan ke Kemenag otomatis (tidak perlu manual lagi)

Pilar 3: Pendidikan Karakter – Investasi Jangka Panjang

Pendidikan karakter di RA bukan mata pelajaran terpisah, tetapi terintegrasi dalam semua aktivitas:

6 Nilai Utama Karakter RA (berdasarkan Permendikbud dan Kemenag):

  1. Religius (cinta Allah dan Rasul)
  2. Jujur (tidak berbohong, tidak menyontek)
  3. Toleran (menghargai perbedaan)
  4. Disiplin (tepat waktu, tertib)
  5. Kerja keras (tidak mudah menyerah)
  6. Peduli lingkungan (buang sampah pada tempatnya, hemat air)

Metode aplikatif yang diajarkan dalam Bimtek Kepala RA Surabaya:

  • Morning circle: Pembiasaan doa pagi, shalawat, dan asmaul husna
  • Role play: Bermain peran tentang nilai kejujuran (misal: kasir pasar)
  • Nature learning: Belajar di alam untuk menumbuhkan cinta lingkungan
  • Parenting class: Melibatkan orang tua dalam konsistensi pendidikan karakter di rumah

Dukungan Penuh Kankemenag Kota Surabaya

Bimtek Kepala RA Surabaya mendapat apresiasi tinggi dari Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Surabaya, Dr. Muhammad Muslim. Dalam sambutan pengarahan yang didampingi Kasi Pendma Agus Yulianto, beliau menegaskan:

“Saya mengapresiasi kegiatan yang digelar KKKRA. Saya berharap RA Kota Surabaya semakin maju dan kompetitif. Kegiatan bimtek ini bisa meningkatkan profesionalisme kepala RA di Kota Surabaya. Karena itu, kegiatan ini mohon diikuti dengan baik agar bisa memberikan dampak positif bagi kemajuan RA.”

Dr. Muhammad Muslim, yang sebelumnya menjabat sebagai Kakankemenag Kabupaten Lumajang, optimis bahwa Bimtek Kepala RA Surabaya akan menjadi katalis transformasi pendidikan RA di Kota Pahlawan.

Komitmen Kemenag untuk PAUD Islam

Kementerian Agama Kota Surabaya telah mengalokasikan anggaran khusus untuk program PKB, termasuk Bimtek Kepala RA Surabaya ini, sebagai wujud komitmen:

  1. Pemerataan kualitas pendidikan di semua RA se-Kota Surabaya
  2. Peningkatan kompetensi berkelanjutan melalui diklat reguler
  3. Sertifikasi dan tunjangan profesi bagi pendidik RA yang memenuhi syarat
  4. Bantuan sarana-prasarana untuk RA yang membutuhkan

Data Kemenag Kota Surabaya menunjukkan:

  • 150+ Raudhatul Atfal tersebar di 5 kecamatan
  • 1.200+ guru RA aktif mengajar
  • 8.000+ siswa RA terdaftar (tahun ajaran 2024/2025)

Dengan 30 kepala RA yang mengikuti Bimtek Kepala RA Surabaya ini, diharapkan akan terjadi efek multiplier – mereka akan membagikan ilmu kepada guru-guru di lembaganya masing-masing.


Testimoni Peserta dan Penutupan

Testimoni Peserta Bimtek

Bimtek Kepala RA Surabaya mendapat respons sangat positif dari peserta. Beberapa testimoni:

Bunda Ana (Kepala RA ):

“Para narasumber keren, materinya juga luar biasa. Insya Allah kegiatan ini sangat sangat bermanfaat untuk Kepala RA se-Kota Surabaya. Saya langsung bisa aplikasikan supervisi digital di RA saya.”

Ustadzah Siti (Kepala RA ):

“Penyampaian luar biasa, mudah dipahami. Terutama materi pendidikan karakter dari Bu Siti Zubaidah – sangat aplikatif. Saya sekarang punya framework jelas untuk membentuk karakter anak didik.”

Ibu Rahma (Kepala RA ):

“Materi manajerial dari Dr. Widayanto membuka mata saya. Selama ini RA saya jalan apa adanya, sekarang saya punya roadmap 5 tahun yang jelas. Terima kasih KKKRA dan Kemenag!”

Hampir semua peserta Bimtek Kepala RA Surabaya menyampaikan harapan agar ada kegiatan serupa dengan durasi lebih panjang (misal: 10 hari) agar pembahasan lebih mendalam, terutama untuk praktik supervisi digital.


Penutupan oleh Pengawas RA

Bimtek Kepala RA Surabaya ditutup secara resmi oleh Pengawas RA Kota Surabaya, Aniswatun Nadhiroh. Dalam sambutannya, Bu Anis memberikan apresiasi kepada:

  1. KKKRA Kota Surabaya (Ketua Muasih dan tim) atas inisiatif luar biasa
  2. 30 peserta yang telah mengikuti dengan antusias dan disiplin tinggi
  3. 3 narasumber BDK Surabaya yang telah berbagi ilmu dan pengalaman
  4. Kankemenag Kota Surabaya atas dukungan anggaran dan kebijakan

Bu Anis menegaskan:

“Pengembangan keprofesian berkelanjutan sangat penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini. Dengan berakhirnya Bimtek sesi tatap muka ini, diharapkan seluruh peserta dapat mengaplikasikan ilmu yang didapat dalam praktik sehari-hari di lembaga masing-masing.”

Beliau juga mengingatkan bahwa PKB bukan event sekali jalan, tetapi proses berkelanjutan. Oleh karena itu, kepala RA diharapkan:

  • Rajin mengikuti webinar dan workshop lanjutan
  • Aktif di forum KKKRA untuk sharing best practices
  • Melakukan riset tindakan di lembaga masing-masing
  • Mendokumentasikan inovasi untuk dipresentasikan di forum nasional

Rencana Tindak Lanjut Pasca-Bimtek

Bimtek Kepala RA Surabaya tidak berhenti di sesi penutupan. KKKRA dan Kemenag telah merancang program tindak lanjut:

1. Pendampingan Intensif (3 Bulan)

Setiap peserta Bimtek Kepala RA Surabaya akan mendapat pendampingan oleh pengawas RA dan mentor BDK Surabaya selama 3 bulan untuk:

  • Implementasi supervisi digital di lembaga
  • Evaluasi program manajerial
  • Troubleshooting kendala di lapangan

2. Forum Sharing Bulanan

KKKRA Surabaya akan mengadakan forum sharing bulanan (online via Zoom) agar 30 peserta bisa:

  • Berbagi best practices
  • Diskusi problem solving
  • Update perkembangan implementasi

3. Kompetisi RA Inovatif

Kemenag Kota Surabaya akan menggelar Kompetisi RA Inovatif 2026 dengan kriteria:

  • Implementasi supervisi digital terbaik
  • Program pendidikan karakter terkrea tif
  • Manajemen lembaga paling transparan

Pemenang akan mendapat reward berupa bantuan sarana-prasarana senilai Rp 20 juta.

4. Publikasi Best Practices

Inovasi terbaik dari peserta Bimtek Kepala RA Surabaya akan dipublikasikan di:

  • Website Kemenag Kota Surabaya
  • Jurnal pendidikan PAUD (terakreditasi)
  • Media massa lokal (Jawa Pos, Surya, dll.)

Ini akan meningkatkan branding RA dan menarik minat orang tua untuk menyekolahkan anaknya.


FAQ Seputar Bimtek Kepala RA Surabaya

Apa itu Bimtek PKB?

Bimbingan Teknis Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (Bimtek PKB) adalah program pelatihan terstruktur untuk meningkatkan kompetensi pendidik sesuai Peraturan Menteri Agama dan PermenpanRB tentang jabatan fungsional guru.

Siapa yang bisa ikut Bimtek Kepala RA Surabaya?

Kepala Raudhatul Atfal (RA) se-Kota Surabaya yang memenuhi kriteria:

  • Minimal 2 tahun menjabat sebagai kepala RA
  • Memiliki NUPTK dan SK pengangkatan
  • Rekomendasi dari pengawas RA
  • Berkomitmen mengikuti seluruh rangkaian (tatap muka + daring)

Berapa biaya mengikuti Bimtek Kepala RA Surabaya?

GRATIS karena dibiayai sepenuhnya oleh Kementerian Agama melalui anggaran DIPA. Peserta hanya perlu membawa perlengkapan pribadi dan semangat belajar.

Apakah ada sertifikat?

Ya, peserta Bimtek Kepala RA Surabaya yang hadir minimal 80% akan mendapat:

  • Sertifikat Bimtek dari KKKRA Surabaya
  • Sertifikat PKB 30 JP dari BDK Surabaya (terakreditasi)
  • SKP (Satuan Kredit Profesi) untuk kenaikan pangkat

Kapan Bimtek berikutnya?

KKKRA Surabaya berencana menggelar Bimtek Kepala RA Surabaya batch 2 pada Juni 2026 dengan kuota 50 peserta. Informasi pendaftaran akan diumumkan via website Kemenag dan grup WhatsApp KKKRA.


Kesimpulan: Bimtek Kepala RA Surabaya sebagai Momentum Transformasi

Bimtek Kepala RA Surabaya yang diselenggarakan KKKRA pada 18-23 Desember 2025 terbukti menjadi momentum penting bagi transformasi pendidikan Islam anak usia dini di Kota Pahlawan. Dengan 30 peserta terpilih, 3 narasumber kompeten dari BDK Surabaya, dan materi berkualitas (manajerial, supervisi digital, pendidikan karakter), kegiatan ini diharapkan memberikan multiplier effect bagi 150+ RA se-Kota Surabaya.

Tiga pilar utama yang ditekankan dalam Bimtek Kepala RA Surabaya:

  1. Manajerial profesional – Kepala RA sebagai pemimpin visioner yang mampu merencanakan, mengorganisir, menggerakkan, dan mengevaluasi lembaga secara efektif.
  2. Supervisi digital – Memanfaatkan platform seperti Google Classroom dan MAGIS untuk monitoring pembelajaran yang lebih efisien tanpa menghilangkan sentuhan humanis.
  3. Pendidikan karakter – Membentuk generasi berakhlak mulia melalui keteladanan, pembiasaan, dan integrasi nilai-nilai Islam dalam kurikulum RA.

Dukungan penuh dari Kankemenag Kota Surabaya Dr. Muhammad Muslim dan Pengawas RA Aniswatun Nadhiroh menunjukkan bahwa Bimtek Kepala RA Surabaya bukan sekadar formalitas, tetapi komitmen serius untuk meningkatkan kualitas pendidikan PAUD Islam.

Testimoni positif dari peserta seperti Bunda Ana, Ustadzah Siti, dan Pak Ahmad membuktikan bahwa materi Bimtek Kepala RA Surabaya sangat aplikatif dan langsung bisa diimplementasikan di lembaga masing-masing.

Dengan program tindak lanjut berupa pendampingan 3 bulan, forum sharing bulanan, kompetisi RA inovatif, dan publikasi best practices, Bimtek Kepala RA Surabaya tidak berhenti sebagai event semata, tetapi menjadi ekosistem pembelajaran berkelanjutan.

Mari bersama-sama mewujudkan Raudhatul Atfal Surabaya yang berkualitas, kompetitif, dan berakhlak mulia – karena pendidikan anak usia dini adalah investasi peradaban yang akan menentukan masa depan bangsa.


Informasi lebih lanjut:

Hashtag: #BimtekKepaLA #PKBSurabaya #KKKRASurabaya #RaudhlatulAtfal #PendidikanIslamAUD #KemenagSurabaya #BDKSurabaya #ProfesionalismeGuru #SupervisiDigital #PendidikanKarakter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POPULER

Paling Banyak Dibaca