
Claudia Montessa, “Scouting for Peace and Humanity” dan Moderasi Beragama
Oleh: Dr. H. Sholehuddin, M.Pd.I (Widyaiswara BDK Surabaya, Instruktur Nasional Penguatan Moderasi Beragama dan Pengurus PW Ma’arif Jatim 2018-2025) Satuan

Oleh: Dr. H. Sholehuddin, M.Pd.I (Widyaiswara BDK Surabaya, Instruktur Nasional Penguatan Moderasi Beragama dan Pengurus PW Ma’arif Jatim 2018-2025) Satuan

“Moderasi beragama adalah produk liberal yang mengaburkan kemurnian Islam!” tulis sebuah akun media sosial dengan 100 ribu followers, menuai ribuan

Pernahkah Anda membandingkan cara Hamka menafsirkan ayat tentang jihad dengan penafsiran Sayyid Qutb yang sering dikutip kelompok radikal? Perbedaan mendasar
Apakah Indonesia memiliki model moderasi beragama terbaik di dunia Muslim? Pertanyaan ini muncul setelah World Tolerance Summit Abu Dhabi (2023)

Fiqh toleransi beragama, Tahukah Anda bahwa diskursus fiqh tentang toleransi beragama telah berkembang selama 14 abad dalam tradisi Islam, namun

Konsep wasathiyyah dalam islam bukan istilah kontemporer yang diciptakan untuk merespons isu modernitas, melainkan prinsip fundamental yang tertanam dalam Al-Quran

Pendahuluan: Akar Historis Islam Moderat Nusantara Sejarah moderasi beragama Indonesia adalah kisah panjang tentang bagaimana Islam disebarkan dengan damai, mengakomodasi

Pendahuluan: Kearifan Lokal sebagai Modal Sosial Indonesia memiliki 1.340 suku bangsa dengan 718 bahasa daerah (BPS 2024), masing-masing dengan tradisi

Pendahuluan: Pemuda sebagai Game Changer Survei Alvara Research (2024) menunjukkan 62% pemuda Indonesia (18-35 tahun) menganggap toleransi sebagai nilai penting,

Pendahuluan: Desa sebagai Benteng Moderasi Data Kementerian Desa (2024) mencatat dari 74.961 desa di Indonesia, 68% memiliki keberagaman agama/etnis, namun