Share

Ilustrasi ekologi dalam islam dengan masjid hijau, pohon rindang, dan sungai bersih.

Ekologi dalam Islam: 25 Ayat Al-Quran tentang Lingkungan

Pendahuluan: Al-Quran sebagai Kitab Ekologi

Ekologi dalam islam bukan konsep impor dari gerakan hijau Barat, melainkan ajaran fundamental yang tertulis jelas dalam Al-Quran sejak 14 abad lalu. Jauh sebelum istilah “climate change” dan “sustainability” populer, islam dan pelestarian alam sudah diatur melalui 25+ ayat eksplisit tentang tanggung jawab muslim terhadap lingkungan.

​Ekologi dalam islam menegaskan bahwa setiap bentuk kerusakan bumi adalah pelanggaran terhadap amanah khalifah fil ardh yang dibebankan kepada manusia.

Artikel ini merangkum ayat tentang lingkungan dalam al-quran, lengkap dengan tafsir ulama klasik-kontemporer dan relevansinya dengan krisis ekologi modern. Dari hijau dalam al-quran hingga perintah konservasi air, mari kita eksplorasi ekoteologi quran yang komprehensif.


Infografis 25 ayat Al-Quran tentang ekologi dalam islam dan lingkungan.
Infografis ini merangkum 25 ayat kunci tentang ekologi dalam islam agar pembaca mudah melihat peta besar hubungan manusia, alam, dan wahyu.

BAGIAN 1: Ayat tentang Kerusakan Bumi

Pembahasan ekologi dalam islam melalui 25 ayat Al-Quran membantu muslim membaca krisis iklim hari ini sebagai ujian iman, bukan sekadar isu teknis.

1.1 QS Ar-Rum 41: Kerusakan Akibat Tangan Manusia

ظَهَرَ ٱلْفَسَادُ فِى ٱلْبَرِّ وَٱلْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِى ٱلنَّاسِ

“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia…” (QS Ar-Rum: 41)

Tafsir Ibnu Katsir:

  • “Al-fasad” (kerusakan) mencakup kekeringan, banjir, gagal panen akibat dosa manusia
  • “Bi ma kasabat aydī an-nās” (perbuatan tangan manusia) = anthropogenic (disebabkan manusia)

Relevansi Modern:

  • Pemanasan global: Emisi CO₂ naik 50% sejak 1990 (IPCC 2023)
  • Polusi laut: 10 juta ton plastik/tahun masuk lautan (UN Environment)
  • Deforestasi: 10 juta hektar hutan hilang/tahun (FAO 2024)

Aksi Nyata:
✅ Kurangi jejak karbon (naik transportasi umum)
✅ Tolak plastik sekali pakai
✅ Dukung reboisasi


1.2 QS Al-A’raf 56: Larangan Berbuat Kerusakan

وَلَا تُفْسِدُوا۟ فِى ٱلْأَرْضِ بَعْدَ إِصْلَٰحِهَا

“Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah (diciptakan) dengan baik…” (QS Al-A’raf: 56)

Tafsir Quraish Shihab:

  • Bumi diciptakan dalam keseimbangan sempurna (ekosistem balance)
  • Manusia dilarang mengganggu keseimbangan ini
  • “Ba’da ishlaḥiha” = setelah Allah perbaiki, jangan rusak lagi

Contoh Kerusakan Kontemporer:

SektorBentuk KerusakanDampak
PertanianPestisida berlebihanKematian lebah penyerbuk
IndustriLimbah pabrik ke sungaiPencemaran air bersih
KehutananIllegal loggingBanjir & longsor
EnergiBatu bara kotorPolusi udara, ISPA

1.3 QS Al-Qashas 77: Jangan Berbuat Kerusakan di Bumi

وَلَا تَبْغِ ٱلْفَسَادَ فِى ٱلْأَرْضِ ۖ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُحِبُّ ٱلْمُفْسِدِينَ

“Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.” (QS Al-Qashas: 77)

Analisis Linguistik:

  • “Lā tabghi” (jangan mencari) = kerusakan AKTIF maupun PASIF dilarang
  • “Al-mufsidīn” (pelaku kerusakan) = kategori yang dibenci Allah

Hadits Pendukung:

“Dunia itu hijau dan indah. Allah menjadikan kalian khalifah di dalamnya, maka perhatikanlah bagaimana kalian berbuat.” (HR. Muslim)

Konsep ekologi dalam islam menyatukan tafsir klasik dan sains modern untuk mendorong aksi nyata menjaga air, tanah, hutan, dan hewan.


BAGIAN 2: Ayat tentang Air – Sumber Kehidupan

Dalam ekologi dalam islam, ayat-ayat tentang air, tumbuhan, dan hewan dibaca sebagai panduan etika yang mengharamkan kerusakan dan pemborosan sumber daya.

2.1 QS Al-Anbiya 30: Air Basis Semua Kehidupan

وَجَعَلْنَا مِنَ ٱلْمَآءِ كُلَّ شَىْءٍ حَىٍّ

“Dan Kami jadikan dari air segala sesuatu yang hidup…” (QS Al-Anbiya: 30)

Tafsir Saintifik:

  • 70% tubuh manusia = air
  • 71% permukaan bumi = air
  • Semua proses biokimia memerlukan air

Krisis Air Global:

  • 2 miliar orang tanpa akses air bersih (WHO 2024)
  • Indonesia: 20% penduduk kesulitan air (BPS 2024)
  • Solusi Islam: Wudhu hemat (max 1 liter), daur ulang air

2.2 QS Al-Mulk 30: Pertanyaan Retoris tentang Air

قُلْ أَرَءَيْتُمْ إِنْ أَصْبَحَ مَآؤُكُمْ غَوْرًۭا فَمَن يَأْتِيكُم بِمَآءٍۢ مَّعِينٍۢ

“Katakanlah: ‘Terangkanlah kepadaku jika air kalian menjadi kering, siapakah yang akan mendatangkan air mengalir bagimu?'” (QS Al-Mulk: 30)

Peringatan Dini:
Ayat ini diturunkan 14 abad lalu, kini terbukti:

  • Danau Chad (Afrika) menyusut 90% sejak 1960
  • Sungai Citarum (Jabar) tercemar berat
  • Sumur artesis kering akibat eksploitasi berlebihan

Kewajiban Muslim:
✅ Hemat air (hadits: jangan berlebihan saat wudhu)
✅ Jaga sumber air (larangan buang sampah ke sungai)
✅ Teknologi: sumur resapan, biopori, rainwater harvesting


2.3 QS Al-Waqiah 68-70: Refleksi tentang Hujan

أَفَرَءَيْتُمُ ٱلْمَآءَ ٱلَّذِى تَشْرَبُونَ ۞ ءَأَنتُمْ أَنزَلْتُمُوهُ مِنَ ٱلْمُزْنِ أَمْ نَحْنُ ٱلْمُنزِلُونَ ۞ لَوْ نَشَآءُ جَعَلْنَٰهُ أُجَاجًۭا

“Maka terangkanlah kepadaku tentang air yang kamu minum. Kamukah yang menurunkannya dari awan ataukah Kami yang menurunkan? Kalau Kami kehendaki, niscaya Kami jadikan dia asin…” (QS Al-Waqiah: 68-70)

Mukjizat Sains:

  • Siklus hidrologi dijelaskan 600 tahun sebelum ilmuwan Barat (Pierre Perrault, 1674)
  • Air laut menguap → awan → hujan → sungai → laut (siklus tertutup)

Artikel ini merangkum ekologi dalam islam agar pembaca bisa mengaitkan setiap ayat lingkungan dengan pilihan gaya hidup sehari-hari.


BAGIAN 3: Ayat tentang Pohon & Tumbuhan

3.1 QS Yasiin 80: Api dari Pohon Hijau

ٱلَّذِى جَعَلَ لَكُم مِّنَ ٱلشَّجَرِ ٱلْأَخْضَرِ نَارًۭا

“(Allah) yang menjadikan api untukmu dari pohon yang hijau…” (QS Yasiin: 80)

Tafsir Ekologi:

  • Fotosintesis: Pohon serap CO₂, hasilkan O₂
  • Biomassa: Kayu jadi bahan bakar (energi terbarukan)
  • Karbon sink: 1 hektar hutan serap 6 ton CO₂/tahun

Program Pohon dalam Islam:

  • Hadits Tanam Pohon“Jika kiamat akan terjadi dan di tangan salah seorang dari kalian ada bibit kurma, jika dia mampu menanamnya sebelum kiamat, maka tanamlah.” (HR. Ahmad)
  • Sedekah Jariyah: Manfaat pohon mengalir sampai mati

3.2 QS Ar-Rahman 10-12: Bumi untuk Makhluk

وَٱلْأَرْضَ وَضَعَهَا لِلْأَنَامِ ۞ فِيهَا فَٰكِهَةٌۭ وَٱلنَّخْلُ ذَاتُ ٱلْأَكْمَامِ ۞ وَٱلْحَبُّ ذُو ٱلْعَصْفِ وَٱلرَّيْحَانُ

“Dan bumi telah dibentangkan-Nya untuk makhluk(-Nya). Di sana ada buah-buahan, pohon kurma yang memiliki kelopak, biji-bijian yang berkulit dan bunga-bunga yang harum.” (QS Ar-Rahman: 10-12)

Prinsip Ekologi:

  1. “Lil-anām” (untuk makhluk) = bumi bukan milik manusia saja
  2. Biodiversitas = buah, kurma, biji, bunga (variasi ekosistem)
  3. Pangan berkelanjutan = pertanian organik, tidak monokultur

3.3 QS Abasa 24-32: Katalog Tumbuhan

فَلْيَنظُرِ ٱلْإِنسَٰنُ إِلَىٰ طَعَامِهِۦٓ ۞ أَنَّا صَبَبْنَا ٱلْمَآءَ صَبًّۭا ۞ ثُمَّ شَقَقْنَا ٱلْأَرْضَ شَقًّۭا ۞ فَأَنۢبَتْنَا فِيهَا حَبًّۭا ۞ وَعِنَبًۭا وَقَضْبًۭا ۞ وَزَيْتُونًۭا وَنَخْلًۭا…

“Maka hendaklah manusia memperhatikan makanannya. Sesungguhnya Kami benar-benar telah mencurahkan air, kemudian Kami belah bumi dengan sebaik-baiknya, lalu Kami tumbuhkan biji-bijian, anggur dan sayur-sayuran, zaitun dan kurma…” (QS Abasa: 24-32)

Daftar 8 Tumbuhan:

  1. Biji-bijian (gandum, padi)
  2. Anggur
  3. Sayuran
  4. Zaitun
  5. Kurma
  6. Taman-taman lebat
  7. Buah-buahan
  8. Rumput (pakan ternak)

Hikmah Ayat:

  • Gratitude: Manusia harus syukur atas keanekaragaman pangan
  • Konservasi: Jaga spesies dari kepunahan
  • Pertanian berkelanjutan: Rotasi tanaman, tidak monokultur

BAGIAN 4: Ayat tentang Hewan & Ekosistem

4.1 QS Al-An’am 38: Semua Makhluk = Umat

وَمَا مِن دَآبَّةٍۢ فِى ٱلْأَرْضِ وَلَا طَٰٓئِرٍۢ يَطِيرُ بِجَنَاحَيْهِ إِلَّآ أُمَمٌ أَمْثَالُكُم

“Tidak ada seekor binatang pun yang ada di bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan semuanya merupakan umat (juga) seperti kamu.” (QS Al-An’am: 38)

Implikasi Ekologi:

  • Hewan punya hak hidup setara dengan manusia
  • Kepunahan spesies = genosida dalam pandangan Islam
  • Animal welfare wajib dijaga (hadits: perempuan masuk neraka karena pelihara kucing tidak diberi makan)

Data Kepunahan:

  • 1 juta spesies terancam punah (IPBES 2024)
  • Harimau Jawa punah (1980an)
  • Badak Jawa tinggal 76 ekor (2024)

4.2 QS An-Nahl 68-69: Lebah sebagai Model Khalifah

وَأَوْحَىٰ رَبُّكَ إِلَى ٱلنَّحْلِ أَنِ ٱتَّخِذِى مِنَ ٱلْجِبَالِ بُيُوتًۭا…

“Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah: ‘Buatlah sarang di gunung-gunung…'” (QS An-Nahl: 68-69)

Pelajaran Ekologi:

  • Lebah = polinator utama: 75% tanaman pangan bergantung lebah
  • Ancaman: Pestisida neonicotinoid membunuh lebah massal
  • Solusi: Pertanian organik, tanam bunga pakan lebah

4.3 QS An-Nur 41: Tasbih Seluruh Makhluk

أَلَمْ تَرَ أَنَّ ٱللَّهَ يُسَبِّحُ لَهُۥ مَن فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ وَٱلطَّيْرُ صَٰٓفَّٰتٍۢ

“Tidakkah engkau tahu bahwa kepada Allah-lah bertasbih apa yang ada di langit dan di bumi serta burung-burung yang mengembangkan sayapnya?” (QS An-Nur: 41)

Filosofi Ekologi:

  • Deep ecology: Semua makhluk punya nilai intrinsik, bukan sekadar alat manusia
  • Interconnectedness: Kerusakan satu spesies = gangguan ekosistem global

BAGIAN 5: Ayat tentang Keseimbangan Alam

5.1 QS Ar-Rahman 7-9: Timbangan Alam

وَٱلسَّمَآءَ رَفَعَهَا وَوَضَعَ ٱلْمِيزَانَ ۞ أَلَّا تَطْغَوْا۟ فِى ٱلْمِيزَانِ ۞ وَأَقِيمُوا۟ ٱلْوَزْنَ بِٱلْقِسْطِ وَلَا تُخْسِرُوا۟ ٱلْمِيزَانَ

“Dan Allah telah meninggikan langit dan Dia meletakkan neraca (keadilan). Agar kamu jangan melampaui batas tentang neraca itu. Dan tegakkanlah timbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi neraca itu.” (QS Ar-Rahman: 7-9)

Konsep Al-Mizan (Keseimbangan):

  • Ekosistem balance: Predator-prey, nitrogen cycle, carbon cycle
  • Jangan melampaui: Eksploitasi berlebihan = bencana
  • Keadilan ekologis: Generasi sekarang tidak boleh merampok hak generasi depan

Contoh Ketidakseimbangan:

  • Overfishing: Ikan tuna menurun 97% (Greenpeace 2024)
  • Overgrazing: Desertifikasi di Afrika & Timur Tengah
  • Deforestation: Hutan Amazon berkurang 20% sejak 1970

5.2 QS Al-Hijr 19-20: Bumi Terhampar Seimbang

وَٱلْأَرْضَ مَدَدْنَٰهَا وَأَلْقَيْنَا فِيهَا رَوَٰسِىَ وَأَنۢبَتْنَا فِيهَا مِن كُلِّ شَىْءٍۢ مَّوْزُونٍۢ

“Dan Kami telah menghamparkan bumi dan menjadikan padanya gunung-gunung dan Kami tumbuhkan padanya segala sesuatu menurut ukuran.” (QS Al-Hijr: 19)

Sains Modern:

  • “Mawzūn” (terukur) = hukum fisika, kimia, biologi yang presisi
  • Gunung = penyeimbang: Menahan lempeng tektonik, atur iklim
  • Segala sesuatu terukur: Tidak ada yang random, semua sistematis

BAGIAN 6: Ayat tentang Langit & Atmosfer

Dengan memahami ekologi dalam islam, pesantren, masjid, dan keluarga muslim dapat menyusun program hijau yang berakar pada Al-Quran, bukan tren sesaat.

6.1 QS Adz-Dzariyat 47: Langit yang Mengembang

وَٱلسَّمَآءَ بَنَيْنَٰهَا بِأَيْي۟دٍۢ وَإِنَّا لَمُوسِعُونَ

“Dan langit Kami bangun dengan kekuasaan, dan Kami benar-benar meluaskannya.” (QS Adz-Dzariyat: 47)

Mukjizat Sains:

  • Big Bang Theory (1929): Alam semesta mengembang
  • Al-Quran sudah sebutkan 14 abad sebelumnya
  • Relevansi ekologi: Jaga atmosfer dari polusi (ozon layer protection)

6.2 QS An-Naba 14: Hujan Lebat dari Awan

وَأَنزَلْنَا مِنَ ٱلْمُعْصِرَٰتِ مَآءًۭ ثَجَّاجًۭا

“Dan Kami turunkan dari awan hujan yang lebat…” (QS An-Naba: 14)

Cloud Seeding Modern:

  • Teknologi cloud seeding = ikhtiar manusia
  • Tapi hanya Allah yang menurunkan hujan (doa Istisqa’ tetap wajib)

BAGIAN 7: Ayat tentang Konsumsi & Lifestyle

7.1 QS Al-A’raf 31: Larangan Israf (Berlebihan)

يَٰبَنِىٓ ءَادَمَ خُذُوا۟ زِينَتَكُمْ عِندَ كُلِّ مَسْجِدٍۢ وَكُلُوا۟ وَٱشْرَبُوا۟ وَلَا تُسْرِفُوٓا۟ ۚ إِنَّهُۥ لَا يُحِبُّ ٱلْمُسْرِفِينَ

“Makan dan minumlah, tapi jangan berlebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebihan.” (QS Al-A’raf: 31)

Aplikasi Ekologi:

  • Food waste: Indonesia buang 13 juta ton makanan/tahun (UNEP 2024)
  • Fast fashion: Industri tekstil = polutan terbesar kedua
  • Single-use plastic: 1 triliun kantong plastik/tahun global

Solusi:
✅ Meal prep (masak seperlunya)
✅ Capsule wardrobe (beli pakaian berkualitas, tidak impulsif)
✅ Reusable bag, tumbler, straw


7.2 QS Al-Qashas 77: Keseimbangan Dunia-Akhirat

وَٱبْتَغِ فِيمَآ ءَاتَىٰكَ ٱللَّهُ ٱلدَّارَ ٱلْءَاخِرَةَ ۖ وَلَا تَنسَ نَصِيبَكَ مِنَ ٱلدُّنْيَا

“Dan carilah (pahala) negeri akhirat dengan apa yang Allah anugerahkan kepadamu, tetapi janganlah kamu lupakan bagianmu di dunia…” (QS Al-Qashas: 77)

Prinsip Sustainability:

  • Bukan asketisme (menolak dunia), tapi moderation
  • Nikmati dunia dengan bertanggung jawab
  • Intergenerational justice: Jangan rampok hak anak cucu

Visual ekologi dalam islam yang membandingkan bumi rusak dan bumi hijau terjaga.
Kontras dua wajah bumi ini mengingatkan bahwa ajaran ekologi dalam islam menuntut muslim memilih peran sebagai penjaga, bukan perusak alam.

Kesimpulan: 10 Prinsip Ekoteologi Quran

NoPrinsipAyat KunciAksi Praktis
1Manusia = KhalifahQS Al-Baqarah 30Tanggung jawab pengelolaan
2Larangan MerusakQS Ar-Rum 41Zero waste, reduce carbon
3Air = KehidupanQS Al-Anbiya 30Hemat air, jaga sumber
4Tanam Pohon = SedekahHadits AhmadReboisasi, urban forest
5Hewan = UmatQS Al-An’am 38Konservasi wildlife
6Keseimbangan AlamQS Ar-Rahman 7Sustainable practices
7Larangan IsrafQS Al-A’raf 31Konsumsi moderat
8Intergenerational JusticeQS Al-Qashas 77Think long-term
9Tasbih Seluruh MakhlukQS An-Nur 41Respect all life
10PertanggungjawabanQS Al-Zilzal 7-8Setiap amal dihisab

Kajian ekologi dalam islam menunjukkan bahwa menjaga lingkungan bukan sekadar sunnah tambahan, tetapi bagian dari fardhu kifayah kolektif umat.

Pada akhirnya, ekologi dalam islam mengajak setiap muslim membaca ulang 25 ayat Al-Quran tentang lingkungan sebagai cermin iman: sejauh mana kita menjaga air, tanah, pohon, hewan, dan keseimbangan alam yang Allah titipkan.

Dari larangan fasad di bumi, seruan hemat konsumsi, hingga peran manusia sebagai khalifah fil ardh, semua LSI keyword seperti islam dan pelestarian alam, ayat al quran tentang lingkungan, dan ekoteologi quran bermuara pada satu pesan: cinta Allah harus tampak pada cara kita memperlakukan bumi.

Saatnya tidak hanya kagum pada teks, tetapi bangkit menata gaya hidup, masjid, pesantren, dan kota agar lebih hijau; mulai dari langkah kecil hari ini, bagikan artikel ini ke sahabat dan komunitasmu, lalu jadikan setiap aksi ramah lingkungan sebagai amal jariyah yang terus mengalir sampai hari hisab.

Quote of the Day

“Ketika seorang muslim membaca ayat tentang langit, air, pohon, dan hewan tanpa mengubah cara ia hidup di bumi, saat itu ekologi dalam islam baru sekadar wacana, belum menjadi bukti cinta kepada Sang Pencipta alam semesta.”


📚 FAQ (5 QnA)

Q1: Apakah Al-Quran benar-benar membahas ekologi modern?
A: Ya. Ekologi dalam islam bukan adaptasi modern, tapi ajaran asli Al-Quran. 25+ ayat secara eksplisit membahas tanggung jawab muslim terhadap lingkungan: larangan merusak (QS Ar-Rum 41), konservasi air (QS Al-Anbiya 30), perlindungan hewan (QS Al-An’am 38), dan keseimbangan alam (QS Ar-Rahman 7-9).

Q2: Apa ayat paling kuat tentang krisis iklim?
A: QS Ar-Rum 41 adalah ayat “nubuat” krisis iklim: “Telah tampak kerusakan di darat dan laut akibat perbuatan tangan manusia.” Tafsir Ibnu Katsir (abad 14 M) sudah menyebut “kerusakan” ini bisa berupa kekeringan, banjir, dan bencana alam akibat dosa manusia — persis seperti climate change hari ini.

Q3: Apakah menanam pohon termasuk ibadah?
A: Ya. Hadits Rasulullah ﷺ: “Jika seorang muslim menanam pohon, maka apa yang dimakan darinya adalah sedekah” (HR. Muslim). Bahkan ada hadits: “Jika kiamat akan terjadi dan di tanganmu ada bibit kurma, tanamlah” (HR. Ahmad) — menunjukkan tanam pohon adalah ibadah sampai detik terakhir kehidupan.

Q4: Bagaimana islam memandang hewan?
A: QS Al-An’am 38 menyatakan hewan adalah “umat seperti kamu” — artinya punya hak hidup setara. Nabi ﷺ melarang menyiksa hewan, bahkan ada hadits: seorang perempuan masuk neraka karena menyiksa kucing dengan tidak memberinya makan dan minum.

Q5: Apa langkah praktis muslim untuk krisis ekologi hari ini?
A: Minimal tiga hal: kurangi jejak karbon (hemat energi, transportasi publik), kurangi sampah (zero/low waste), dan dukung gerakan konservasi (tanam pohon, jaga sungai, lindungi satwa). Semua ini bagian dari amanah khalifah fil ardh dalam ekoteologi Islam.

Baca Artikel Terkait :

  1. “Untuk memahami posisi manusia sebagai khalifah ekologis, baca juga pembahasan lengkap tentang khalifah dalam islam dan tafsir QS Al-Baqarah 30.” → https://yokersane.com/khalifah-dalam-islam/
  2. “Prinsip ekologi dalam islam terkait erat dengan tanggung jawab khalifah menjaga bumi dari kerusakan.” → https://yokersane.com/tugas-khalifah-dalam-islam/
  3. “Dimensi praktis ekologi dalam islam tampak jelas ketika dibahas bersama tema islam dan perubahan iklim di era modern.” → https://yokersane.com/islam-dan-perubahan-iklim/
  4. “Implementasi ekologi dalam islam di pesantren bisa dimulai dari program biopori di halaman masjid dan pengelolaan air hujan.” → https://yokersane.com/biopori-di-halaman-masjid/
  5. “Pembaca yang ingin mendalami fikih teknis pengelolaan limbah dapat melanjutkan ke artikel hukum limbah pabrik islam dan maqasid syariah lingkungan.” → https://yokersane.com/hukum-limbah-pabrik-islam/
  1. Tafsir ayat lingkungan dalam Al-Qur’an → https://jurnal.stiq-amuntai.ac.id/index.php/al-madrasah/article/download/4822/2150
  2. Konsep ekologi dalam Al-Qur’an dan hadis → https://tidarislam.co/mengenal-8-konsep-ekologi-dalam-al-quran/
  3. Artikel aktivisme lingkungan dalam perspektif Al-Quran → https://www.earthisland.org/journal/index.php/magazine/entry/what-the-quran-says-about-environmental-activism/
  4. Panduan meta title & description RankMath (teknis SEO) → https://webbo.sg/create-powerful-meta-titles-and-descriptions-for-seo-with-rank-math/
  5. Dasar penggunaan RankMath untuk on-page SEO → https://tonjoo.com/id/cara-setting-seo-wordpress-menggunakan-rank-math/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POPULER

Paling Banyak Dibaca