Surabaya (23/2/2026) — Widyaiswara BDK Surabaya, Dr. H. Sholehuddin, memaparkan materi tentang Ekosistem Belajar dan Strategi Membangun Jejaring Madrasah di hadapan para kepala madrasah dalam kegiatan Pelatihan Penguatan Kompetensi Kepala Madrasah. Kegiatan ini merupakan kerja sama Balai Diklat Keagamaan Surabaya dengan PW LP Ma’arif Jatim yang digelar di Aula PWNU Jatim pada Ahad dan Senin, 22–23 Februari 2026.

Dalam paparannya, Dr. H. Sholehuddin menekankan pentingnya membangun ekosistem belajar yang kolaboratif, adaptif, dan berkelanjutan di lingkungan madrasah. Menurutnya, kepala madrasah memiliki peran strategis sebagai learning leader yang tidak hanya mengelola administrasi, tetapi juga menggerakkan budaya belajar bagi guru, tenaga kependidikan, dan peserta didik.
“Ekosistem belajar yang kuat akan terbangun ketika ada kolaborasi, inovasi, dan jejaring yang luas antarmadrasah maupun dengan berbagai pemangku kepentingan,” ujarnya di hadapan peserta.

Ia juga memaparkan strategi membangun jejaring madrasah melalui kemitraan dengan lembaga pendidikan lain, dunia usaha, perguruan tinggi, serta pemanfaatan teknologi digital untuk memperluas akses dan kualitas pembelajaran. Jejaring tersebut dinilai mampu memperkuat daya padu sekaligus meningkatkan mutu layanan pendidikan madrasah.
Pelatihan berlangsung dinamis dengan menggunakan metode diskusi, simulasi, dan penugasan. Untuk menjaga semangat peserta, ia juga menyelipkan ice breaking yang menyenangkan. Meski dilaksanakan dalam suasana bulan Ramadan, para peserta tetap antusias dan aktif mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
Salah seorang peserta mengungkapkan apresiasinya terhadap materi dan metode pelatihan. “Banyak ilmu dan wawasan baru yang kami dapatkan, terutama tentang membangun kolaborasi dan jejaring. Insya Allah akan kami terapkan di tempat tugas masing-masing,” tuturnya.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala BDK Surabaya Dr. H. Muchammad Toha, M.Si dan dihadiri Ketua PW LP Ma’arif Jatim, Prof. Masdar Hilmy, yang juga menyampaikan sambutan. Keduanya sepakat dalam arahannya yang menegaskan pentingnya peningkatan kompetensi kepala madrasah sebagai kunci penguatan mutu pendidikan di lingkungan Ma’arif. Karena itu kerjasama akan terus ditingkatkan antara kedua institusi.
Pelatihan ini diharapkan mampu mendorong lahirnya kepala madrasah yang visioner, kolaboratif, serta mampu membangun ekosistem belajar yang produktif dan berdaya saing di era transformasi pendidikan. Kegiatan berlangsung selama lima hari (21-25 Pebruari 2026). Para narasumber dari BDK Surabaya dan PWNU LP Ma’arif Jatim.












