Share

ilustrasi hadits tanam pohon sedekah jariyah pahala mengalir untuk manusia hewan dan burung

Hadits Tanam Pohon: Sedekah Jariyah yang Pahalanya Mengalir Hingga Kiamat

Hadits tanam pohon sedekah jariyah menegaskan bahwa setiap manfaat dari pohon yang kita tanam dicatat sebagai pahala tanpa henti.

Pendahuluan: Pohon = Investasi Akhirat Terbaik

Hadits tanam pohon sedekah jariyah adalah salah satu ajaran paling indah dari Rasulullah shallallahu alaihi wasallam tentang investasi akhirat yang tidak pernah putus. Bayangkan: setiap kali burung memakan buah dari pohon yang Anda tanam, Anda mendapat pahala. Setiap kali orang berteduh di bawahnya, Anda mendapat pahala. Bahkan setelah Anda meninggal dunia dan dimakamkan, pahalanya masih terus mengalir ke rekening amal Anda di akhirat.

Imam Bukhari dan Muslim, dua ulama hadits paling kredibel dalam sejarah Islam, meriwayatkan hadits sahih yang menjadikan menanam pohon sebagai ibadah dengan pahala luar biasa. Artikel ini mengupas tuntas lima hadits nabi tentang menanam pohon, lengkap dengan syarah ulama, aplikasi modern, dan panduan praktis cara menanam sesuai sunnah.


Hadits Utama: HR Bukhari & Muslim tentang Sedekah Tanam Pohon

Dengan memahami hadits tanam pohon sedekah jariyah, seorang muslim melihat setiap bibit sebagai investasi akhirat, bukan hanya proyek dunia.

Teks Arab, Latin & Terjemahan

مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَغْرِسُ غَرْسًا أَوْ يَزْرَعُ زَرْعًا فَيَأْكُلُ مِنْهُ طَيْرٌ أَوْ إِنْسَانٌ أَوْ بَهِيمَةٌ إِلَّا كَانَ لَهُ بِهِ صَدَقَةٌ

Transliterasi:
Mā min muslimin yagrisu gharsan aw yazra’u zar’an faya’kulu minhu thairun aw insānun aw bahīmatun illā kāna lahu bihi sadaqah

Terjemahan:
“Tidaklah seorang muslim menanam pohon atau menanam tanaman, lalu dimakan oleh burung, manusia, atau hewan, melainkan hal itu menjadi sedekah baginya.”

Sumber:

  • Shahih Bukhari, Kitab Al-Muzara’ah (2320)
  • Shahih Muslim, Kitab Al-Musaqah (1553)

DerajatSahih Mutafaq Alaih (tertinggi – diriwayatkan kedua imam paling kredibel)

Perawi: Anas bin Malik radhiyallahu anhu (pelayan pribadi Nabi ﷺ selama 10 tahun)


Syarah (Penjelasan) Hadits oleh Para Ulama

Dalam hadits tanam pohon sedekah jariyah, disebutkan bahwa pahala tetap mengalir walau yang makan buahnya adalah burung, manusia, atau hewan.

1. Imam Nawawi (Syarah Sahih Muslim)

Imam Nawawi menjelaskan tiga poin kunci dalam Syarah Sahih Muslim:

A. Cakupan Luas “Gharsan” (Menanam)

Kata يَغْرِسُ (yagrisu) mencakup segala bentuk penanaman:

  • Menanam biji/bibit langsung di tanah
  • Mencangkok/menyambung pohon
  • Transplantasi pohon dari pot ke tanah
  • Bahkan merawat pohon liar agar tetap hidup

B. “Sadaqah” = Pahala Ibadah, Bukan Sekadar Amal Sosial

Kata صَدَقَة (shadaqah) dalam hadits ini bukan charity dalam pengertian modern, melainkan pahala ibadah yang dicatat malaikat Raqib-Atid setiap kali pohon memberikan manfaat.

C. Pahala Berlaku untuk 3 Kategori Makhluk

  • طَيْر (thair) = burung dan serangga terbang
  • إِنْسَان (insan) = manusia tanpa diskriminasi (muslim/non-muslim, kaya/miskin)
  • بَهِيمَة (bahimah) = hewan ternak dan liar (kambing, sapi, rusa, monyet, dll)

Kesimpulan Imam Nawawi: “Ini adalah sedekah yang paling mulia karena manfaatnya berkelanjutan dan mencakup semua makhluk Allah.”


2. Ibnu Hajar Al-Asqalani (Fathul Bari)

Ulama menafsirkan hadits tanam pohon sedekah jariyah sebagai dorongan kuat untuk terlibat aktif dalam penghijauan dan reboisasi.

Dalam kitab Fathul Bari Syarah Shahih Bukhari, Ibnu Hajar menambahkan:

A. Kapan Pahala Mulai Mengalir?

Pahala dimulai sejak pohon pertama kali memberikan manfaat, bukan sejak ditanam. Jika pohon mangga ditanam hari ini tapi baru berbuah 5 tahun lagi, pahala baru mengalir tahun ke-5. Namun kesabaran merawat 5 tahun juga dapat pahala tersendiri.

B. Apakah Berlaku Jika Pohon Dijual?

Ya, selama pohon masih hidup dan memberikan manfaat, penanam pertama tetap dapat pahala meski pohon sudah berpindah tangan. Bahkan jika pembeli kedua menjual lagi, penanam awal masih dapat pahala. Ini keajaiban sedekah jariyah!

C. Bagaimana Jika Pohon Ditebang?

Jika pohon ditebang tanpa izin penanam, si penebang yang berdosa, bukan penanam yang kehilangan pahala (karena di luar kendali). Tapi jika penanam sendiri yang menebang untuk kepentingan wajar (rumah rubuh, pohon mati), pahala berhenti tanpa dosa.


3. Syaikh Muhammad Al-Utsaimin (Syarh Riyadhus Shalihin)

Hadits tanam pohon sedekah jariyah sangat relevan di era krisis iklim karena menggabungkan ibadah dengan perlindungan lingkungan.

Ulama kontemporer Saudi ini memberikan 3 faidah modern:

Faidah 1: Tanam Pohon > Beri Uang

Jika Anda punya Rp 100.000, lebih baik beli 10 bibit pohon dan tanam sendiri daripada beri uang Rp 100.000 ke fakir miskin (yang pahalanya sekali habis). Karena pohon akan terus bersedekah untuk Anda hingga 50-100 tahun!

Faidah 2: Platform Sedekah Pohon Online = Sah

Donasi via LindungiHutan.com atau KitaBisa.com untuk tanam pohon di Kalimantan/Papua = tetap dapat pahala seperti tanam sendiri, karena niat dan usaha yang dinilai Allah, bukan harus tangan sendiri yang menanam.

Faidah 3: Tanam di Tanah Umum = Lebih Besar Pahala

Tanam di halaman rumah sendiri = baik. Tapi tanam di tanah umum (pinggir masjid, sekolah, jalan desa) = lebih besar pahala karena lebih banyak orang dan hewan yang memanfaatkan.


Hadits Kedua: Tanam Meski Kiamat Besok Hari

Teks Hadits

إِنْ قَامَتِ السَّاعَةُ وَفِي يَدِ أَحَدِكُمْ فَسِيلَةٌ فَإِنِ اسْتَطَاعَ أَنْ لَا تَقُومَ حَتَّى يَغْرِسَهَا فَلْيَغْرِسْهَا

“Jika hari kiamat terjadi dan di tangan salah seorang dari kalian ada bibit kurma, maka jika dia mampu untuk tidak berdiri (meninggalkannya) sampai dia menanamnya, hendaklah dia menanamnya.”

Sumber:

  • Musnad Ahmad (12902)
  • Al-Adab Al-Mufrad oleh Bukhari (479)

DerajatHasan (dinilai Syaikh Al-Albani dalam Sahih Al-Adab Al-Mufrad)

Perawi: Anas bin Malik radhiyallahu anhu

Syarah: Filosofi Optimisme Produktif

Imam Ibnu Hajar: “Ini mengajarkan bahwa nilai amal bukan pada hasil yang kita saksikan, melainkan pada niat dan usaha. Meski tahu tidak ada waktu untuk menikmati hasilnya, tetap tanam!”

Pelajaran Filosofis:

  1. Anti-Fatalisme: Islam menolak sikap “sudah takdir, ngapain usaha”
  2. Produktif Hingga Mati: Bekerja sampai detik terakhir = kehormatan
  3. Warisan untuk Generasi Tak Dikenal: Tanam untuk orang yang belum lahir

Aplikasi Modern:

  • Orang tua usia 80 tahun tetap tanam pohon jati (yang baru besar 30 tahun kemudian) = mulia!
  • Engineer bikin teknologi renewable energy meski dampaknya baru terasa 50 tahun lagi = jihad!

infografis alur pahala dari hadits tanam pohon sedekah jariyah dalam islam
Infografis ini membantu pembaca melihat alur sedekah jariyah dari proses menanam pohon hingga manfaatnya bagi burung, manusia, dan hewan

Hadits Ketiga: 7 Amal Jariyah, Tanam Pohon Salah Satunya

Teks Hadits

سَبْعٌ يَجْرِي لِلْعَبْدِ أَجْرُهُنَّ مِنْ بَعْدِ مَوْتِهِ وَهُوَ فِي قَبْرِهِ: مَنْ عَلَّمَ عِلْمًا، أَوْ أَجْرَى نَهْرًا، أَوْ حَفَرَ بِئْرًا، أَوْ غَرَسَ نَخْلًا، أَوْ بَنَى مَسْجِدًا، أَوْ وَرَّثَ مُصْحَفًا، أَوْ تَرَكَ وَلَدًا يَسْتَغْفِرُ لَهُ بَعْدَ مَوْتِهِ

“Tujuh hal yang pahalanya terus mengalir untuk seorang hamba setelah matinya ketika dia berada dalam kuburnya: mengajarkan ilmu, mengalirkan sungai, menggali sumur, menanam pohon kurma, membangun masjid, mewariskan mushaf, atau meninggalkan anak yang mendoakan setelah kematiannya.”

Sumber:

  • Al-Bazzar (7816)
  • Abu Nu’aim dalam Al-Hilyah

DerajatHasan Li Ghairihi (dinilai Syaikh Al-Albani)

Perawi: Anas bin Malik radhiyallahu anhu

Analisis: Mengapa Pohon Kurma Disebut Spesifik?

3 Alasan Menurut Ulama:

  1. Pohon Ekonomi Tertinggi Arab: Kurma adalah komoditas utama Hijaz (seperti sawit di Indonesia)
  2. Disebutkan 20+ kali di Al-Quran: Pohon paling mulia
  3. Simbolisme: Tumbuh di gurun tandus = ketahanan & keberkahan

Qiyas Modern: Jika konteks Indonesia, maka menanam pohon kelapa, padi, mangga, atau jati sama nilainya dengan kurma di Arab.


Hadits Keempat: Larangan Tebang Pohon Tanpa Hak

Konsep sedekah abadi dijelaskan gamblang dalam hadits tanam pohon sedekah jariyah.

Teks Hadits

مَنْ قَطَعَ سِدْرَةً صَوَّبَ اللَّهُ رَأْسَهُ فِي النَّارِ

“Barangsiapa menebang pohon sidrah (di padang sahara), maka Allah akan menelungkupkan kepalanya ke dalam neraka.”

Sumber: Abu Dawud (5241)

DerajatHasan (menurut sebagian ulama)

Perawi: Abdullah bin Hubsyi radhiyallahu anhu

Syarah: Konteks Spesifik & Qiyas Umum

Konteks Spesifik (Imam Khattabi):
Hadits ini tentang pohon sidrah (bidara) di padang sahara yang menjadi satu-satunya naungan bagi musafir dan hewan. Menebangnya tanpa kebutuhan mendesak = kezaliman massal.

Qiyas ke Konteks Modern:

  • Illegal logging di hutan lindung = dosa besar
  • Tebang mangrove untuk tambak udang = rusak ekosistem pesisir
  • Deforestasi untuk sawit tanpa AMDAL = termasuk “قَطَعَ” yang diancam

Kapan Boleh Tebang?

  • Pohon mengancam nyawa (mau rubuh ke rumah)
  • Pohon mati/sakit parah (tidak bisa diselamatkan)
  • Dibutuhkan untuk kepentingan mendesak (bahan bakar di daerah sangat dingin)

Hadits Kelima: Nabi ﷺ Tanam Sendiri dengan Tangan Mulia Beliau

Teks Hadits

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَغْرِسُ النَّخْلَ بِيَدِهِ

“Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menanam pohon kurma dengan tangannya sendiri.”

Sumber: Abu Ya’la dalam Musnad-nya

DerajatSahih (isnad jayyid menurut peneliti)

Perawi: Ali bin Abi Thalib radhiyallahu anhu

Pelajaran: Kerja Fisik untuk Lingkungan = Mulia

Meskipun beliau adalah Rasul, Nabi, Kepala Negara, Panglima Perang, Nabi ﷺ tidak merasa rendah diri untuk kotor-kotoran menanam pohon sendiri.

Ini bantahan keras terhadap:

  • Elite yang merasa kerja fisik merendahkan derajat
  • Birokrat yang hanya berpidato tanpa turun ke lapangan
  • Muslim yang hanya ceramah reboisasi tapi tidak pernah tanam

Sunnah Konkret: Ikut program tanam pohon masal, jangan cuma foto sambil pegang bibit tapi tidak tanam!


ilustrasi wakaf hutan dan sedekah pohon online sebagai sedekah jariyah modern
Program wakaf hutan dan sedekah pohon online menjadi cara modern menghidupkan hadits tanam pohon sedekah jariyah di era digital.​

7 Cara Mengamalkan Hadits Tanam Pohon

Program sedekah pohon modern menjadi salah satu cara praktis mengamalkan hadits tanam pohon sedekah jariyah di zaman digital.

1. Tanam di Halaman Rumah

Target: Minimal 1 pohon buah + 1 pohon peneduh per rumah

Rekomendasi Pohon:

  • Buah: Mangga, jambu, jeruk, alpukat
  • Peneduh: Trembesi, mahoni, ketapang

Tips: Pilih pohon yang akarnya tidak merusak fondasi (hindari beringin di halaman sempit)


2. Sedekah Pohon Online

Platform Terpercaya:

  • LindungiHutan.com: Tracking GPS, update foto tiap 3 bulan
  • KitaBisa.com: Kategori “Lingkungan”, banyak campaign reboisasi
  • Alam Sehat Lestari: Fokus hutan Kalimantan & Papua

Biaya: Rp 5.000 – 15.000 per pohon (termasuk bibit, tanam, rawat 2 tahun)


3. Wakaf Tanah untuk Hutan Lindung

Badan Wakaf Indonesia (BWI) buka program wakaf tanah untuk dijadikan kawasan konservasi permanen.

Keunggulan: Tanah tidak bisa dijual selamanya = hutan lestari abadi = sedekah jariyah maksimal


4. Urban Farming & Rooftop Garden

Bagi yang di Apartemen:

  • Pot besar di balkon untuk pohon kecil (jeruk nipis, cabe, tomat)
  • Vertical garden di dinding
  • Join komunitas urban farming

5. Tanam di Sekolah/Masjid (Lebih Besar Pahala)

Program “1 Siswa 1 Pohon”: Setiap siswa baru tanam 1 pohon di area sekolah dengan nama di plakat.

Program “Masjid Hijau”: Setiap jamaah tanam pohon peneduh di halaman masjid.


6. Reforestasi Pasca-Bencana

Join Tim Relawan seperti:

  • WALHI (Wahana Lingkungan Hidup Indonesia)
  • FKPM (Forum Konservasi Pesisir dan Marine)
  • Greenpeace Indonesia

7. Edukasi Anak Sejak Dini

Tradisi Keluarga: Setiap ulang tahun anak, ajak tanam 1 pohon dan beri nama sesuai nama anak. Setiap tahun ukur tinggi pohon vs tinggi anak = ikatan emosional dengan alam.


Kesimpulan

Hadits tanam pohon sedekah jariyah mengajarkan bahwa investasi akhirat terbaik adalah yang manfaatnya berkelanjutan. Dengan menanam satu pohon hari ini, Anda bersedekah untuk ribuan makhluk selama puluhan tahun, bahkan setelah Anda meninggal dunia.

5 Poin Kunci:

  1. Setiap manfaat pohon = pahala sedekah otomatis tercatat
  2. Tanam meski tidak akan menikmati hasilnya = sikap mulia
  3. Disejajarkan dengan bangun masjid & ajarkan ilmu
  4. Menebang pohon tanpa hak = dosa besar
  5. Nabi ﷺ tanam sendiri = kerja fisik lingkungan adalah mulia

Ajakan:

Mulai hari ini, komit tanam minimal 1 pohon per tahun. Jika dilakukan konsisten 50 tahun = 50 pohon = ribuan kilogram CO₂ diserap = ribuan burung, manusia, hewan terbantu = pahala tidak terhitung mengalir hingga hari kiamat. Bismillah, let’s plant! 🌳

Hadits tanam pohon sedekah jariyah mengajarkan bahwa setiap muslim bisa menjadikan tanah yang gersang sebagai ladang pahala yang tak pernah kering, cukup dengan menanam satu bibit yang terus memberi manfaat bagi burung, manusia, dan hewan.

Di era krisis iklim, menghidupkan hadits nabi tentang menanam pohon, memperbanyak sedekah jariyah tanam pohon, dan memahami pahala tanam pohon dalam Islam adalah wujud konkret amanah khalifah fil ardh yang bersyukur atas bumi. Jika tulisan ini menyentuh hati, mulailah hari ini: tanam satu pohon di rumah, sedekahkan satu bibit lewat platform sedekah pohon, lalu bagikan artikel ini agar semakin banyak saudara kita yang menjadikan setiap pohon sebagai saksi cinta kepada Allah dan Rasul-Nya.

Quote of the Day

“Setiap pohon yang kau tanam dengan niat sedekah jariyah adalah saksi diam bahwa engkau pernah memilih menumbuhkan kehidupan, bukan menambah kerusakan di bumi.”


FAQ (4 PERTANYAAN)

Q1: Apakah hadits tanam pohon termasuk hadits sahih?

Ya, hadits utama tentang tanam pohon diriwayatkan oleh Imam Bukhari (2320) dan Imam Muslim (1553) dengan status Sahih Mutafaq Alaih, yaitu derajat keshahihan tertinggi karena kedua imam paling kredibel sepakat meriwayatkannya. Hadits kedua tentang “tanam meski kiamat besok” berstatus hasan menurut Syaikh Al-Albani, yang juga kredibel untuk dijadikan dasar amal.

Q2: Apakah pahala tanam pohon berhenti setelah penanam meninggal?

Tidak! Ini keajaiban sedekah jariyah. Selama pohon masih hidup dan memberikan manfaat, pahala terus mengalir ke rekening amal penanam di akhirat meski dia sudah di dalam kubur. Bahkan jika pohon sudah berganti pemilik berkali-kali, penanam pertama tetap dapat pahala. Inilah makna “jariyah” (mengalir terus).

Q3: Bolehkah donasi tanam pohon online dihitung sebagai sedekah jariyah?

Boleh dan sah menurut Syaikh Muhammad Al-Utsaimin. Yang dinilai Allah adalah niat dan usaha, bukan harus tangan sendiri yang menanam. Jika Anda donasi Rp 50.000 ke platform seperti LindungiHutan.com untuk tanam 10 pohon di Kalimantan, lalu tim mereka yang eksekusi penanaman, Anda tetap dapat pahala penuh karena Anda yang berinisiatif dan mendanai.

Q4: Pohon apa yang paling dianjurkan untuk ditanam menurut hadits?

Hadits spesifik menyebut pohon kurma (نَخْل) dalam HR. Bazzar tentang 7 amal jariyah, karena kurma adalah pohon ekonomi tertinggi di Arab dan disebutkan 20+ kali dalam Al-Quran. Namun ulama sepakat bahwa prinsip umum berlaku untuk semua pohon yang bermanfaat. Dalam konteks Indonesia, menanam pohon kelapa, mangga, jati, mahoni, atau trembesi memiliki nilai yang sama selama memenuhi kaidah manfaat dan keberlanjutan.


  1. Hadits Sahih tentang Lingkungan: 25 Sunnah Nabi (Cluster Hub)
    • “25 hadits sahih lingkungan dari Rasulullah ﷺ”
  2. 15 Ayat tentang Pohon dalam Al-Quran (Support 3.5)
    • “dalil Al-Quran tentang pentingnya pohon”
  3. Khalifah Fil Ardh: 7 Tanggung Jawab Muslim (Pilar)
    • “tanggung jawab khalifah dalam reboisasi”

  1. Sunnah.com – Hadith Reference
  2. LindungiHutan.com – Platform Sedekah Pohon

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POPULER

Paling Banyak Dibaca