Share

Muslim menjalankan khalifah fil ardh menjaga 7 tanggung jawab terhadap bumi ekoteologi Islam.

Khalifah Fil Ardh: 7 Tanggung Jawab Muslim terhadap Bumi

Pendahuluan: Ketika Bumi Menangis, Apa Peran Kita?

Pernahkah Anda melihat sungai yang dulunya jernih kini berubah hitam? Atau merasakan panasnya udara Surabaya yang semakin menyengat setiap tahun?

Di Pesantren Langitan, Tuban, ada cerita menarik. Kiai Abdul Hadi memutuskan mengubah kotoran 200 ekor sapi menjadi biogas. Hasilnya? Pesantren hemat 40% biaya energi per tahun, setara 18 juta rupiah. Limbah ternak yang biasanya mencemari sungai, kini menjadi berkah.

Ini bukan sekadar inovasi teknologi. Ini adalah implementasi nyata dari konsep khalifah fil ardh—manusia sebagai khalifah (pemimpin) di bumi yang diamanahkan Allah untuk menjaga, bukan merusak.

Tapi kenyataannya? Data Kementerian Lingkungan Hidup Jawa Timur 2024 mencatat: 67% sungai tercemar, 12 kota masuk kategori polusi udara tidak sehat, dan 2,4 juta ton sampah plastik dihasilkan per tahun di provinsi kita.

Pertanyaannya: Apakah kita sudah menjalankan amanah sebagai khalifah? Atau justru menjadi bagian dari masalah?

Artikel ini akan membedah 7 tanggung jawab konkret yang wajib kita jalankan, lengkap dengan dalil Al-Quran, hadits sahih, dan praktik nyata dari pesantren dan masjid di Jawa Timur.


Apa Itu Khalifah Fil Ardh? Bukan Sekadar Istilah Teologi

Makna Khalifah dalam Al-Quran

Allah SWT berfirman dalam QS Al-Baqarah ayat 30:

“Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: ‘Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.'” (QS Al-Baqarah: 30)

Kata khalifah berasal dari akar kata khalafa yang artinya “menggantikan” atau “memimpin”. Imam Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan: khalifah adalah manusia yang diberi amanah untuk memimpin dan mengelola bumi sesuai kehendak Allah.

Bukan sembarang kepemimpinan. Ini adalah kepemimpinan yang bertanggung jawab—kepada Allah, kepada sesama manusia, dan kepada seluruh makhluk di bumi.

Khalifah vs Penjajah Lingkungan

Perbedaan mendasar:

  • Khalifah: Menjaga, memperbaiki, melestarikan (QS Hud: 61)
  • Penjajah: Mengeksploitasi, merusak, hanya mengambil (QS Ar-Rum: 41)

Rasulullah SAW bahkan melarang pemborosan air saat wudhu. Dalam hadits riwayat Ibnu Majah, beliau bersabda:

“Jangan berlebih-lebihan (dalam menggunakan air), meskipun engkau berada di sungai yang mengalir.”

Jika air untuk ibadah saja harus hemat, bagaimana dengan konsumsi sehari-hari?


7 Tanggung Jawab Konkret Khalifah terhadap Bumi

1. Menjaga Air: Sumber Kehidupan yang Terancam

Dalil Al-Quran

QS Al-Anbiya: 30“…dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup.”

Air adalah asal semua kehidupan. Tapi kenyataan di Jawa Timur? Sungai Brantas tercemar limbah industri, sumur warga Sidoarjo terpapar lumpur lapindo, dan krisis air bersih melanda 18 kecamatan di Gresik.

Praktik Nyata: Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya

Masjid terbesar Jawa Timur ini menerapkan sistem daur ulang air wudhu:

  • Air bekas wudhu ditampung di tangki bawah tanah
  • Disaring dengan sistem filtrasi 5 tahap
  • Digunakan kembali untuk menyiram taman dan toilet

Hasil: Hemat 35% konsumsi air per bulan (setara 420.000 liter).

Action Plan untuk Anda:

✅ Pasang aerator keran (hemat 50% air)
✅ Wudhu maksimal 3 bilasan per anggota tubuh
✅ Tampung air AC untuk menyiram tanaman
✅ Buat sumur resapan di halaman rumah/masjid


2. Merawat Tanah: Dari Subur Menjadi Gersang

Dalil Al-Quran

QS Ar-Rum: 41“Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia…”

Ayat ini turun 1400 tahun lalu, tapi terasa sangat relevan hari ini. Data BPS Jatim 2024: 340.000 hektar lahan kritis akibat tambang, deforestasi, dan praktik pertanian tidak berkelanjutan.

Praktik Nyata: Pesantren Sidogiri Pasuruan

Santri mengelola 12 hektar kebun organik dengan sistem:

  • Kompos dari sampah dapur pesantren
  • Pestisida alami dari ekstrak bawang-cabai-tembakau
  • Mulsa dari jerami untuk menjaga kelembaban tanah

Hasil: Produktivitas naik 40%, biaya turun 60%, tanah tetap subur 15 tahun.

Action Plan untuk Anda:

✅ Kompos sampah organik rumah tangga
✅ Tanam 1 pohon per keluarga per tahun
✅ Beli produk lokal (kurangi jejak karbon transportasi)
✅ Hindari pupuk kimia berlebihan jika berkebun


3. Menjaga Udara: Nafas yang Semakin Sesak

Dalil Al-Quran

QS Al-A’raf: 56“Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya.”

Polusi udara Surabaya meningkat 23% dalam 5 tahun terakhir. Kategori “tidak sehat untuk kelompok sensitif” terjadi 180 hari per tahun (data BMKG Perak 2024).

Praktik Nyata: Masjid Agung Gresik dengan Solar Panel

Masjid ini memasang 120 panel surya kapasitas 50 kWp:

  • Produksi listrik 6.500 kWh/bulan
  • Zero emisi karbon dari operasional masjid
  • Surplus listrik dijual ke PLN (revenue 4,2 juta/bulan)

Action Plan untuk Anda:

✅ Gunakan transportasi umum minimal 2x seminggu
✅ Hindari membakar sampah (1 kg sampah dibakar = 2 kg CO2)
✅ Tanam 5 pohon pelindung (1 pohon serap 20 kg CO2/tahun)
✅ Hemat listrik = kurangi emisi PLTU


4. Melestarikan Flora: Tanam Pohon adalah Shadaqah Jariyah

Hadits Rasulullah SAW

Dalam hadits riwayat Imam Muslim:

“Tidaklah seorang muslim menanam pohon atau tanaman, lalu dimakan oleh burung, manusia, atau hewan, melainkan ia mendapat pahala shadaqah karenanya.”

Subhanallah. Tanam 1 pohon mangga yang berbuah 50 tahun = 50 tahun pahala mengalir!

Praktik Nyata: Taman Quran Surabaya

Di Taman Bungkul, Pemkot Surabaya membuat konsep unik: 30 jenis tanaman disebutkan dalam Al-Quran ditanam dengan papan nama ayat:

  • Kurma (disebutkan 20x dalam Al-Quran)
  • Zaitun (QS At-Tin: 1)
  • Delima (QS Ar-Rahman: 68)
  • Jahe (QS Al-Insan: 17)

Hasil: 15.000 pengunjung per bulan, edukasi qurani + ekologi.

Action Plan untuk Anda:

✅ Ikut program “Sedekah Pohon Online” (Rp 25.000/pohon)
✅ Tanam TOGA (Tanaman Obat Keluarga) di halaman
✅ Donasi bibit untuk pesantren/masjid
✅ Rawat pohon = rawat amal jariyah


5. Menyayangi Fauna: Hewan Bukan Objek Eksploitasi

Kisah dalam Hadits

Rasulullah SAW bersabda:

“Seorang pelacur melihat anjing yang kehausan di tepi sumur, lalu ia mengambil air dengan sepatunya dan memberi minum anjing itu. Maka Allah mengampuni dosa-dosanya.” (HR. Bukhari-Muslim)

Jika memberi minum anjing saja diampuni dosanya, bagaimana dengan hewan yang kita pelihara setiap hari?

Praktik Nyata: Qurban Ramah Lingkungan Jombang

Panitia qurban Masjid Al-Falah menerapkan sistem zero waste:

  • Kulit kambing → kerajinan tas dan sepatu
  • Tulang → pupuk kalsium untuk kebun
  • Jeroan → pakan ikan lele pesantren
  • Darah → pupuk organik cair

Hasil: Tidak ada limbah terbuang, nilai ekonomi naik 30%.

Action Plan untuk Anda:

✅ Pilih daging qurban dari peternakan berkelanjutan
✅ Jangan membeli hewan langka/dilindungi
✅ Adopsi kucing jalanan = amal jariyah
✅ Laporkan animal abuse ke BKSDA


6. Mengelola Sampah: Dari Masalah Jadi Berkah

Hadits Rasulullah SAW

“Kebersihan adalah sebagian dari iman.” (HR. Muslim)

Indonesia penghasil sampah plastik terbesar ke-2 di dunia (8 juta ton/tahun). Jawa Timur menyumbang 30% dari angka itu.

Praktik Nyata: Bank Sampah Masjid Nasional Al-Akbar

Sistem yang diterapkan:

  1. Jamaah bawa sampah anorganik yang sudah dipilah
  2. Ditimbang dan dicatat poin di aplikasi
  3. Poin ditukar voucher makan/sembako
  4. Sampah dijual ke pengepul → dana masjid

Hasil:

  • 2,4 ton sampah tertangani per bulan
  • Revenue Rp 8,5 juta/bulan untuk operasional masjid
  • 1.200 jamaah aktif partisipasi

Action Plan untuk Anda:

✅ Pisahkan sampah organik-anorganik-B3
✅ Kompos sampah dapur (1 kg kompos = Rp 2.000)
✅ Tolak plastik sekali pakai
✅ Bawa tas belanja sendiri


7. Hemat Energi: Setiap kWh adalah Amanah

Dalil Al-Quran

QS Al-A’raf: 31“Makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.”

Mubadzir (boros) tidak hanya soal makanan, tapi juga listrik, air, BBM, dan semua sumber daya.

Praktik Nyata: Pesantren Langitan dengan Biogas

Yang sudah saya ceritakan di awal:

  • 200 ekor sapi → 1.500 m³ biogas/bulan
  • Hemat LPG 150 tabung (Rp 2,25 juta)
  • Hemat listrik 3.500 kWh (Rp 5,25 juta)
  • Pupuk organik gratis dari limbah biogas

Total penghematan per tahun: Rp 90 juta!

Action Plan untuk Anda:

✅ Ganti lampu LED (hemat 75% vs lampu pijar)
✅ Cabut charger HP yang tidak dipakai
✅ AC maksimal 24°C (setiap 1°C turun = naik 5% listrik)
✅ Setrika sekaligus seminggu 1x (jangan setiap hari)


Kesimpulan: Mulai Hari Ini, Jadi Khalifah Sejati

Khalifah fil ardh bukan gelar, tapi amanah yang akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah.

Bayangkan saat ditanya di akhirat nanti:

  • “Berapa liter air yang kamu boroskan?”
  • “Berapa ton CO2 yang kamu hasilkan?”
  • “Berapa pohon yang kamu tanam?”

Kita tidak bisa mengubah dunia dalam semalam. Tapi kita bisa mulai dari 7 hal di atas. Pilih minimal 3 yang paling mudah, praktikkan dari hari ini.

Rasulullah SAW bersabda:

“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia.” (HR. Ahmad)

Dan tidak ada yang lebih bermanfaat selain menjaga bumi agar layak ditinggali anak cucu kita kelak.


Langkah Selanjutnya: Aksi Nyata 30 Hari

Saya sudah menyiapkan “Checklist 7 Tanggung Jawab Khalifah” dalam format PDF yang bisa Anda download gratis. Isinya:

✅ Checklist harian untuk 7 tanggung jawab
✅ Template tracking konsumsi air & listrik
✅ Daftar 100 pohon yang disebutkan dalam Al-Quran
✅ Panduan membuat kompos rumahan
✅ Direktori pesantren hijau Jatim

Download Gratis Checklist PDF


Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

Q: Apakah konsep khalifah fil ardh hanya dalam Islam?
A: Istilah khalifah memang dari Al-Quran, tapi konsep tanggung jawab terhadap lingkungan universal. Semua agama mengajarkan menjaga bumi.

Q: Saya sibuk kerja, mana sempat kelola sampah/tanam pohon?
A: Mulai dari yang paling sederhana: matikan lampu yang tidak perlu, kurangi plastik, beli produk lokal. Itu sudah kontribusi besar.

Q: Apakah solar panel/biogas mahal untuk rumah tangga?
A: Investasi awal memang tinggi (solar panel 3 kWp = Rp 30 juta), tapi balik modal 4-5 tahun. Ada program subsidi dari PLN dan ESDM.

Q: Bagaimana cara meyakinkan keluarga/tetangga untuk ikut peduli lingkungan?
A: Mulai dengan memberi contoh, bukan menggurui. Ceritakan manfaat konkret (hemat biaya, sehat, pahala). Ajak perlahan, jangan memaksa.


Yuk Diskusi!

Dari 7 tanggung jawab di atas, mana yang sudah Anda praktikkan? Dan tantangan terbesar apa yang Anda hadapi?

Tulis di kolom komentar, mari kita saling belajar sebagai khalifah yang lebih baik. Jangan lupa share artikel ini ke keluarga dan jamaah masjid Anda!

Wallahu a’lam bishawab.


Referensi:

  1. Kementerian Agama RI (2024) – Khilafah dan Tanggung Jawab Lingkungan
  2. NU Online – Ekologi dalam Pandangan Nahdlatul Ulama
  3. Prof. Emil Salim (UGM, 27 Nov 2024) – Ekoteologi Nusantara
  4. BPS Jawa Timur (2024) – Data Pencemaran Lingkungan
  5. Tafsir Ibnu Katsir – QS Al-Baqarah: 30
  6. Shahih Bukhari-Muslim – Kitab Adab dan Birr

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POPULER

Paling Banyak Dibaca