Trawas, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sidoarjo menggelar Musyawarah Kerja (Musker) yang dihadiri oleh pengurus MUI Sidoarjo, Ketua MUI Kecamatan serta anggota komisi. Acara digelar di Arayanna Hotel Trawas (28-29/11/25). Munas bertujuan untuk memperkuat peran MUI sebagai mitra pemerintah (Sadiqul hukumah) dan pelayan umat (Khadimul ummah) di Kabupaten Sidoarjo. “Musyker ini memperkuat posisi MUI sebagai Sadiqul hukumah dan khadimul ummah”, ujar Ketua Umum DP MUI Sidoarjo Dr. KH. Achmad Muhammad.
Dalam Musker ini, Komisi Fatwa MUI Sidoarjo memfokuskan pembahasan pada beberapa topik penting, di antaranya seputar permasalahan hukum Peredaran Daging Gelonggongan, ekonomi umat seperti Sertifikasi Halal, dan isu-isu kontemporer yang berkaitan dengan kehidupan sosial masyarakat seperti penutupan jalan. Komisi Fatwa juga mengajukan beberapa fatwa terbaru yang perlu disosialisasikan kepada umat agar tidak terjadi kesalahpahaman dalam penerapannya seperti pajak tempat tinggal dan membuang sampah di sungai dan laut sebagaimana keputusan Munas MUI 2025.
Hal itu diungkapkan Ketua Komisi Fatwa KH. Abd. Wahid Harun bahwa, meskipun kabupaten tidak mempunyai kewenangan dalam menetapkan fatwa, tapi penting mengakomodir permasalahan yang bersifat kontekstual seperti peredaran daging sapi gelonggongan dan fenomena penutupan jalan yang masih marak dan sudah pernah kita sosialisasikan, tapi belum ada tindak lanjut. “Karena itu kita sepakati membuat rekomendasi kepada bupati dengan tetap memperharikan aspek kemanusiaan, kemaslahatan dan keadilan” ujarnya.
Sekretaris Komisi Fatwa MUI Sidoarjo, Dr. Sholehuddin menambahkan, bahwa salah satu fokus utama dalam Musker kali ini adalah untuk merumuskan program yang lebih aplikatif dan relevan dengan perkembangan zaman. “Akhir-akhir ini Sidoarjo menghadapi banjir di berbagai kawasan. Salah satu penyebab selain curah hujan juga karena perilaku masyarakat membuang sampah yang tidak pada tempatnya. Karena itu MUI Sidoarjo mendukung penuh fatwa hasil Munas MUI 2025 tentang keharaman membuang sampah di sungai dan laut. Kami berharap Musker ini bisa menghasilkan rekomendasi yang bermanfaat dan bisa segera diterapkan ungkapnya.
Acara ini juga diisi dengan tanya jawab peserta musker. Mereka memberikan pandangan dan masukan terkait isu-isu yang sedang berkembang. Musker MUI Sidoarjo diharapkan dapat menjadi momentum untuk mempererat hubungan antar ulama, memperkuat peran fatwa dalam kehidupan sehari-hari, dan memberikan solusi yang tepat atas berbagai masalah yang dihadapi umat Islam di Sidoarjo.
Oleh: Dr. Sholehuddin
Narasumber Authority hub Yokersane.com: Ekoteologi, Moderasi Beragama, Kemenagnews, Pendidikan Islam
Diposting: 2 Desember 2025











