12–18 November 2025 | Hotel Santika Bintaro, Jakarta
Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta bekerja sama dengan Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma) Kementerian Agama menggelar Pelatihan Moderasi Beragama dan Pengembangan Wawasan Ekoteologi pada 12–18 November 2025 di Hotel Santika Bintaro, Jakarta. Menurut Kepala LP2M Prof. Khamami Zada kegiatan diikuti 60 peserta terbagi dalam dua angkatan. Mereka berasal dari unsur dosen, widyaiswara, guru dan tenaga kependidikan.

Kegiatan resmi dibuka oleh Rektor UIN Jakarta Prof. Asep Saepudin Jahar, yang dalam sambutannya menegaskan pentingnya penguatan moderasi beragama dalam konteks kampus sebagai ruang pembentukan karakter dan kesadaran kebangsaan. Menurutnya isu lingkungan dan ekoteologi menjadi agenda yang tidak dapat dipisahkan dari moderasi beragama, terutama dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan krisis ekologi global.
Sebelumnya Kepala Puspenma, Ruchman Basori, menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari upaya sistematis memperkuat nilai-nilai moderasi beragama yang inklusif, adaptif, dan ramah lingkungan. “Moderasi tidak hanya berbicara tentang relasi antar manusia, tetapi juga hubungan manusia dengan alam. Ekoteologi adalah perspektif kunci dalam mengharmonikan keduanya,” ujarnya.

Pelatihan berlangsung intensif selama tujuh hari, dengan pendekatan pembelajaran partisipatif. Materi-materi utama disampaikan oleh para fasilitator yang kompeten di bidangnya, yaitu Marzuki Wahid, Latifatul Khasanah, Sholehuddin, dan Pdt. Martin. Mereka membawakan topik mulai dari Udar Asumsi dan urgensi moderasi beragama, dinamika keberagaman di Indonesia, hingga konsep-konsep moderasi dan ekoteologi lintas agama serta strategi dan praktik keberlanjutan yang dapat diterapkan di lingkungan kampus dan masyarakat.
Selain Instruktur nasional, panitia menghadirka narasumber ahli seperti KH. Lukman Hakim Saifuddin, Farid Saenong, Kyai. Sarmidi, Budi Munawar Rahman, Rumadi, Revlita, Mastuki, Ruchman Basori, dan Fitri Aryani.

Selain sesi materi, peserta juga mengikuti kunjungan lapangan ke Ponpes Ashriyah Nurul Iman Parung Bogor. Selain itu ada penyusunan Policy Breef dan rencana tindak lanjut (RTL) . Hal ini peserta diharapkan mampu memperkuat budaya moderasi beragama dan kepedulian ekologis di lingkungan tugas masing-masing.
Melalui penyelenggaraan pelatihan ini, UIN Jakarta dan Puspenma berharap para peserta dapat menjadi agen penggerak moderasi beragama serta pelopor gerakan eco-religious di lingkungan akademik dan sosial masyarakat. Kegiatan ditutup oleh Kepala LP2M Prof. Khamami Zada didampingi Kapus Rumah Moderasi Beragama Prof. Arif Zamhari. Sebelumnya disampaikan laporan oleh Dr. Hifni mewakili panitia.
Baca juga :
Kurikulum Moderasi Beragama untuk Madrasah dan Pesantren
Integrasi Moderasi Beragama dalam Kurikulum Merdeka Belajar
Menangkal Radikalisme dan Ekstremisme melalui Moderasi Beragama
Pendidikan Karakter Berbasis Moderasi Beragama di Sekolah
Hari Guru Nasional Indonesia 2025












One Comment
Terima kasih untuk semua panitia, instruktur dan seluruh pemateri atas kegiatan dan seluruh ilmu yang berharga.