Share

Panduan lengkap puasa Ayyamul Bidh beserta keutamaan dan tata caranya

7 Keutamaan Puasa Ayyamul Bidh yang Luar Biasa + Tata Cara Lengkap

Pendahuluan

Di antara sekian banyak amalan sunah yang diwariskan Rasulullah ﷺ, puasa Ayyamul Bidh adalah salah satu yang paling konsisten dianjurkan dan memiliki landasan dalil yang sangat kuat. Namun ironisnya, banyak Muslim yang belum mengenalnya — atau mengetahuinya tapi belum memahami betapa besar keutamaannya.

Ayyamul Bidh secara harfiah berarti “hari-hari putih” atau “malam-malam terang bulan.” Puasa ini dilaksanakan pada tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan Hijriah — tepat saat bulan purnama menerangi malam. Rasulullah ﷺ sendiri sangat jarang meninggalkan amalan ini, bahkan mewasiatkannya kepada para sahabat.

Artikel ini membahas secara lengkap: pengertian, dalil shahih, keutamaan, pendapat ulama mazhab Syafi’i, dan panduan praktis pelaksanaannya.


Pengertian Puasa Ayyamul Bidh

Ayyamul Bidh (الأيام البيض) berasal dari dua kata: ayyam (hari-hari) dan bidh (putih/terang). Secara terminologi syar’i, Ayyamul Bidh merujuk pada tiga hari di pertengahan setiap bulan Hijriah, yaitu tanggal 13, 14, dan 15, saat malam hari diterangi cahaya bulan purnama penuh.

Puasa Ayyamul Bidh adalah puasa sunah yang dilaksanakan pada ketiga hari tersebut. Dalam fikih, hukumnya adalah sunah mu’akkadah (sangat dianjurkan) berdasarkan kekuatan dan konsistensi dalil-dalilnya.

Penting dicatat: Sebagian ulama menyebut “Ayyamul Bidh” untuk tanggal 13, 14, 15 — sementara sebagian ulama lain menyebutnya tanggal 14, 15, 16. Namun pendapat yang lebih kuat dan masyhur dalam mazhab Syafi’i adalah 13, 14, dan 15.


Hukum Puasa Ayyamul Bidh dalam Islam

Hukum puasa Ayyamul Bidh adalah sunah mu’akkadah menurut mayoritas ulama, termasuk mazhab Syafi’i. Artinya: sangat dianjurkan untuk dikerjakan, mendapatkan pahala jika dilaksanakan, dan tidak berdosa jika ditinggalkan — namun meninggalkannya secara terus-menerus tanpa uzur dianggap kurang baik.

Imam Nawawi rahimahullah dalam Al-Majmu’ Syarh al-Muhadzdzab menyatakan bahwa puasa Ayyamul Bidh termasuk puasa sunah yang dianjurkan setiap bulan, dan pelaksanaannya merupakan kebiasaan Rasulullah ﷺ yang sangat konsisten.


Dalil Al-Qur’an dan Hadis

📖 Dalil dari Al-Qur’an

Meskipun tidak ada ayat yang secara eksplisit menyebut Ayyamul Bidh, fondasi anjuran puasa sunah ini tertuang dalam firman Allah ﷻ: <div dir=”rtl” style=”font-size:1.25em; line-height:2; font-family: ‘Amiri’, serif; text-align:right;”>

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ كُتِبَ عَلَيْكُمُ ٱلصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ </div>

Yā ayyuhallażīna āmanū kutiba ‘alaykumuṣ-ṣiyāmu kamā kutiba ‘alallażīna min qablikum la’allakum tattaqūn.

“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183)

Ayat ini menegaskan bahwa puasa — termasuk puasa sunah — adalah jalan menuju ketakwaan yang telah Allah syariatkan sejak umat-umat terdahulu.


📜 Dalil Hadis Shahih

Hadis 1 — Wasiat Rasulullah ﷺ kepada Abu Hurairah: <div dir=”rtl” style=”font-size:1.2em; line-height:2.2; font-family: ‘Amiri’, serif; text-align:right;”>

أَوْصَانِي خَلِيلِي بِثَلَاثٍ: صِيَامِ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ، وَرَكْعَتَيِ الضُّحَى، وَأَنْ أُوتِرَ قَبْلَ أَنْ أَنَامَ </div>

Awṣānī khalīlī bi ṡalāṡin: ṣiyāmi ṡalāṡati ayyāmin min kulli syahrin, wa rak’atayiḍ-ḍuḥā, wa an ūtira qabla an anām.

“Kekasihku (Rasulullah ﷺ) berwasiat kepadaku dengan tiga hal: berpuasa tiga hari setiap bulan, dua rakaat Dhuha, dan ber-witir sebelum tidur.” (HR. Bukhari no. 1981, Muslim no. 721)


Hadis 2 — Perintah langsung dari Nabi ﷺ: <div dir=”rtl” style=”font-size:1.2em; line-height:2.2; font-family: ‘Amiri’, serif; text-align:right;”>

يَا أَبَا ذَرٍّ، إِذَا صُمْتَ مِنَ الشَّهْرِ ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ فَصُمْ ثَلَاثَ عَشْرَةَ وَأَرْبَعَ عَشْرَةَ وَخَمْسَ عَشْرَةَ </div>

Yā Abā Żarr, iżā ṣumta minasy-syahri ṡalāṡata ayyāmin faṣum ṡalāṡa ‘asyrata wa arba’a ‘asyrata wa khamsa ‘asyrata.

“Wahai Abu Dzar, jika engkau berpuasa tiga hari dalam sebulan, maka berpuasalah pada tanggal tiga belas, empat belas, dan lima belas.” (HR. Tirmidzi no. 761, An-Nasa’i no. 2424 — Hasan)


Hadis 3 — Pahala setara puasa sepanjang tahun: <div dir=”rtl” style=”font-size:1.2em; line-height:2.2; font-family: ‘Amiri’, serif; text-align:right;”>

صَوْمُ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ صَوْمُ الدَّهْرِ كُلِّهِ </div>

Ṣawmu ṡalāṡati ayyāmin min kulli syahrin ṣawmuddahri kullih.

“Puasa tiga hari setiap bulan pahalanya seperti puasa sepanjang masa.” (HR. Bukhari no. 1979)


7 Keutamaan Puasa Ayyamul Bidh

Berdasarkan hadis-hadis shahih dan penjelasan ulama, inilah tujuh keutamaan luar biasa puasa Ayyamul Bidh:

1. Pahala Setara Puasa Setahun Penuh Berdasarkan hadis Bukhari di atas, tiga hari puasa setiap bulan dihitung pahalanya seperti puasa ad-dahr (sepanjang masa). Ini karena satu kebaikan dilipatgandakan sepuluh kali, sehingga 3 hari × 10 = 30 hari (satu bulan penuh) — dikalikan 12 bulan = setara setahun.

2. Wasiat Langsung dari Rasulullah ﷺ Nabi ﷺ secara khusus mewasiatkan amalan ini kepada Abu Hurairah dan Abu Dzar Al-Ghifari — dua sahabat yang termasuk paling banyak meriwayatkan hadis. Ini menunjukkan betapa pentingnya amalan ini.

3. Konsisten Dilakukan Nabi ﷺ Siti Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata: “Nabi ﷺ senantiasa berpuasa tiga hari setiap bulan.” (HR. Abu Dawud). Konsistensi Nabi adalah tanda tertinggi nilai sebuah amalan.

4. Menyehatkan Tubuh Secara Ilmiah Penelitian modern mengonfirmasi bahwa puasa berkala (intermittent fasting) meningkatkan kesehatan metabolisme, menurunkan kadar gula darah, dan memperlambat penuaan sel. Ini sejalan dengan hikmah syariat Islam.

5. Melatih Kesabaran dan Pengendalian Diri Puasa sunah bulanan melatih jiwa untuk tidak tergantung pada nafsu, membangun ketahanan spiritual, dan memperkuat hubungan hamba dengan Allah ﷻ.

6. Penghapus Dosa Bulanan Para ulama menyebutkan bahwa puasa tiga hari setiap bulan berfungsi sebagai “pembersih” spiritual bulanan — menghapus dosa-dosa kecil yang mungkin terkumpul selama sebulan.

7. Mengikuti Sunnah Para Nabi Terdahulu Diriwayatkan bahwa puasa pada hari-hari bulan terang sudah dilakukan sejak zaman Nabi Adam ‘alaihissalam dan para nabi setelahnya, sebagaimana disebutkan dalam beberapa riwayat.


Penjelasan Ulama

Imam Nawawi (Mazhab Syafi’i)

Dalam Al-Majmu’ (6/439), Imam Nawawi rahimahullah menyatakan:

“Disunnahkan berpuasa tiga hari setiap bulan. Dan yang paling afdhal adalah pada Ayyamul Bidh, yaitu tanggal 13, 14, dan 15.”

Beliau juga menjelaskan bahwa disebut “bidh” (putih/terang) karena malam-malamnya terang benderang diterangi cahaya bulan purnama.

Imam Al-Ghazali

Dalam Ihya’ Ulumuddin, Imam Al-Ghazali memasukkan puasa Ayyamul Bidh ke dalam amalan-amalan mingguan dan bulanan seorang Muslim yang ingin mencapai derajat takwa.

Imam Ibnu Qudamah (Mazhab Hanbali)

Dalam Al-Mughni, beliau menyebutkan bahwa puasa tiga hari setiap bulan adalah sunah yang disepakati oleh hampir seluruh ulama, dan tanggal 13-14-15 adalah waktu yang paling utama.

Syaikh Wahbah Az-Zuhaili

Dalam Al-Fiqh Al-Islami wa Adillatuhu, beliau menegaskan bahwa puasa Ayyamul Bidh hukumnya sunah mu’akkadah berdasarkan banyaknya hadis yang menganjurkannya.


Kondisi Khusus

❓ Bagaimana jika tanggal 13 jatuh pada hari Jumat atau hari yang dilarang puasa?

Jika salah satu hari Ayyamul Bidh bertepatan dengan hari raya (‘Id), maka puasa pada hari itu tidak boleh. Puasanya tidak perlu di-qadha karena statusnya hanya sunah. Cukup puasa pada dua hari sisanya.

❓ Bolehkah menggabungkan niat puasa Ayyamul Bidh dengan puasa senin/kamis?

Para ulama Syafi’i membolehkan menggabungkan niat dua ibadah sejenis jika waktu dan sifatnya bertumpuk — dengan catatan niat utamanya disesuaikan. Namun lebih afdhal adalah melaksanakan masing-masing secara terpisah.

❓ Bagaimana dengan wanita yang sedang haid?

Wanita yang sedang haid tidak dapat berpuasa. Tidak wajib mengqadha puasa Ayyamul Bidh karena hukumnya sunah. Jika ingin, boleh melaksanakan puasa tiga hari di waktu lain dalam bulan yang sama.

❓ Bagaimana jika lupa atau tidak sempat berpuasa?

Karena statusnya sunah, tidak ada kewajiban qadha. Namun dianjurkan untuk istiqamah melaksanakannya setiap bulan agar mendapatkan keutamaan penuhnya.


Panduan Praktis Pelaksanaan

📅 Kapan Waktunya?

Tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan Hijriah. Untuk memudahkan, pantau kalender Hijriah atau gunakan aplikasi Islam terpercaya.

🕌 Niat Puasa Ayyamul Bidh

<div dir=”rtl” style=”font-size:1.2em; line-height:2.2; font-family: ‘Amiri’, serif; text-align:right;”>

نَوَيْتُ صَوْمَ أَيَّامِ الْبِيضِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى </div>

Nawaitu ṣawma ayyāmil-bīḍi sunnatan lillāhi ta’ālā.

“Saya niat puasa Ayyamul Bidh, sunah karena Allah Ta’ala.”

Niat boleh dibaca dalam hati atau dilafalkan lirih. Waktu niat: malam hari sebelum fajar, atau boleh juga diniatkan di pagi hari selama belum makan/minum dan belum melakukan hal yang membatalkan puasa.

☀️ Tata Cara

  1. Niat di malam hari (lebih utama) atau pagi hari sebelum zawal
  2. Makan sahur sebelum imsak (sunah, tidak wajib)
  3. Menahan diri dari makan, minum, dan hal yang membatalkan puasa dari fajar hingga maghrib
  4. Berbuka saat masuk waktu maghrib
  5. Dianjurkan berbuka dengan kurma atau air putih, kemudian shalat Maghrib dahulu

💡 Tips Istiqamah

  • Tandai di kalender atau set pengingat di HP setiap tanggal 12 malam bulan Hijriah
  • Mulai dari 1 hari dulu jika belum terbiasa, lalu tingkatkan
  • Gabungkan dengan amalan lain seperti perbanyak dzikir dan sedekah di hari-hari tersebut

Kesimpulan

Puasa Ayyamul Bidh adalah amalan sunah yang memiliki landasan dalil sangat kuat — diriwayatkan secara shahih dalam Bukhari, Muslim, Tirmidzi, dan An-Nasa’i. Rasulullah ﷺ secara langsung mewasiatkannya dan mengamalkannya secara konsisten sepanjang hayat beliau.

Tiga hari setiap bulan — tanggal 13, 14, dan 15 Hijriah — dengan pahala setara puasa setahun penuh adalah anugerah luar biasa dari Allah ﷻ bagi umat Muhammad ﷺ. Sungguh rugi jika amalan ringan berpahala besar ini kita lewatkan begitu saja.

Mulailah dengan niat yang ikhlas, tandai kalender Anda, dan jadikan puasa Ayyamul Bidh sebagai amalan tetap bulanan. Barakallahu fiikum.


❓ FAQ — Pertanyaan Umum

1. Apa bedanya puasa Ayyamul Bidh dengan puasa Dawud? Puasa Dawud dilakukan selang-seling (sehari puasa, sehari tidak) secara terus-menerus. Puasa Ayyamul Bidh hanya 3 hari spesifik setiap bulan. Keduanya berbeda jenis namun sama-sama sunah yang dianjurkan. Puasa Dawud disebut Nabi ﷺ sebagai puasa yang paling dicintai Allah.

2. Apakah harus 3 hari berturut-turut? Ya, idealnya 3 hari berturut-turut (13, 14, 15) karena memang demikian yang diwasiatkan Nabi ﷺ. Namun jika satu hari terlewat karena uzur syar’i, boleh melanjutkan sisanya.

3. Apakah anak-anak boleh melaksanakan puasa Ayyamul Bidh? Sangat dianjurkan melatih anak-anak berpuasa sejak usia 7 tahun ke atas sebagai pembiasaan. Puasa Ayyamul Bidh bisa menjadi latihan yang baik karena hanya 3 hari dalam sebulan.

4. Bagaimana jika saya baru tahu tentang Ayyamul Bidh padahal bulan sudah lewat tanggal 15? Tidak perlu mengqadhanya. Tunggu bulan Hijriah berikutnya dan mulailah dari sana. Yang penting istiqamah ke depan.

5. Apakah pahala “setara puasa setahun” berlaku untuk semua 3 hari, atau hanya 1 hari saja? Pahala tersebut berlaku untuk keseluruhan amalan tiga hari puasa dalam satu bulan. Satu kebaikan dilipatgandakan sepuluh kali: 3 hari × 10 = 30 hari (sebulan) × 12 bulan = satu tahun penuh. Ini adalah rahmat Allah yang sangat luar biasa.


📚 Referensi

Kitab Klasik:

  • Imam Nawawi, Al-Majmu’ Syarh Al-Muhadzdzab, Juz 6
  • Imam Al-Ghazali, Ihya’ Ulumuddin, Juz 1
  • Ibnu Qudamah, Al-Mughni, Juz 4
  • Ibnu Hajar Al-Asqalani, Fath Al-Bari Syarh Shahih Bukhari

Hadis:

  • HR. Bukhari no. 1979, 1981
  • HR. Muslim no. 721
  • HR. Tirmidzi no. 761 (Hasan)
  • HR. An-Nasa’i no. 2424
  • HR. Abu Dawud no. 2449

Kontemporer:

  • Wahbah Az-Zuhaili, Al-Fiqh Al-Islami wa Adillatuhu, Juz 3
  • Dr. Said Ramadhan Al-Buthi, Fiqh As-Sirah

Artikel terkait di Yokersane:

Referensi :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POPULER

Paling Banyak Dibaca