Share

rainwater harvesting pesantren dengan sistem tangkap air hujan di atap masjid dan asrama

Rainwater Harvesting Pesantren: Sistem Tangkap Air Hujan Syaria

Pesantren Mandiri Air

Artikel ini menjelaskan bagaimana rainwater harvesting pesantren bisa mengubah beban tagihan PDAM menjadi sumber berkah dan kemandirian air berbasis syariah.

Pesantren Tebuireng Jombang (2.000 santri) menghemat Rp 120 juta/tahun dari tagihan PDAM sejak pasang sistem tangkap air hujan (2022). Air hujan 60% kebutuhan, PDAM hanya 40%.

Bagaimana caranya?

Dengan rainwater harvesting pesantren, air hujan yang turun setiap musim bisa ditangkap, disimpan, dan dimanfaatkan sebagai sumber air wudhu, mandi, hingga kebutuhan harian santri.

rainwater harvesting pesantren dengan sistem tangkap air hujan di atap masjid dan asrama
Visualisasi rainwater harvesting pesantren dengan talang atap, pipa vertikal, dan tandon besar sebagai sumber air mandiri dan berkah.

I. KONSEP SYARIAH

A. Dalil Air Hujan = Suci & Mensucikan

QS Al-Anfal [8]: 11

“Dan Allah menurunkan kepadamu hujan dari langit untuk mensucikan kamu.”

Hukum: Air hujan = māu muṭlaq (boleh langsung untuk wudhu tanpa proses tambahan, kecuali tertangkap di atap kotor).


B. Hadits Berhemat Rezeki

“Barangsiapa yang berhemat, Allah akan mencukupkan (kebutuhannya).” (HR. Ahmad)

Aplikasi: Tangkap air hujan (gratis dari Allah) = hemat biaya PDAM = rezeki halal berlimpah.


II. KOMPONEN SISTEM (5 Bagian)

1. Catchment Area (Atap Penangkap)

Luas Ideal Pesantren:

  • Atap masjid: 300 m²
  • Atap asrama: 500 m²
  • Total: 800 m²

Potensi Tangkapan:

  • Curah hujan Jatim: 2.000 mm/tahun
  • 800 m² × 2 m (2.000 mm) = 1.600 m³/tahun
  • = 1.600.000 liter (cukup untuk 2.000 santri × 50 liter/hari × 16 hari)

2. Gutter & Pipa Pengumpul

Material:

  • Talang air PVC lebar 15 cm
  • Pipa PVC 4″ (downspout)
  • Biaya: Rp 150.000/10 meter

Instalasi: Talang di tepi atap → kumpul ke pipa vertikal → ke tangki.


3. First Flush Diverter (Pembuang Air Kotor Pertama)

Fungsi: Buang 2 liter pertama (bawa debu/kotoran atap) sebelum masuk tangki.

Cara Kerja:

  • Tabung PVC vertikal dengan pelampung
  • Air pertama isi tabung sampai penuh
  • Pelampung naik, tutup lubang bawah
  • Air selanjutnya (bersih) dialihkan ke tangki

Biaya DIY: Rp 50.000 (pipa + pelampung)


4. Storage Tank (Tandon Penampung)

Kapasitas Pesantren: Kapasitas tandon ideal per jumlah santri

Jumlah SantriKebutuhan HarianKapasitas IdealHarga
1005.000 liter10.000 liter (tandon fiberglass)Rp 15 juta
50025.000 liter50.000 liter (beton underground)Rp 75 juta
2.000100.000 liter200.000 liter (tangki modular bawah tanah)Rp 250 juta

Lokasi: Bawah tanah (hemat lahan + air tetap dingin).


5. Treatment & Distribution

Filter Minimal:

  • Sand filter (pasir halus 50 kg): Rp 300.000
  • Carbon filter (karbon aktif 20 kg): Rp 600.000

Distribusi:

  • Pompa air 250 watt: Rp 1,5 juta
  • Pipa distribusi ke wudhu/toilet: Rp 2 juta

Penerapan rainwater harvesting pesantren membuat lembaga pendidikan Islam tidak hanya hemat biaya, tetapi juga menjadi role model green pesantren di daerahnya.


diagram sistem rainwater harvesting pesantren dari atap hingga tandon dan titik wudhu
Skema alur air hujan pada rainwater harvesting pesantren mulai dari atap, first flush diverter, filter, hingga tandon dan kran wudhu.

III. TOTAL BIAYA (3 Skala)

Skala Kecil (100 Santri)

RAB sistem skala kecil (±100 santri)

ItemHarga
Talang + pipaRp 1.500.000
First flush diverterRp 200.000
Tandon 10.000 LRp 15.000.000
FilterRp 900.000
Pompa + distribusiRp 3.500.000
TOTALRp 21.100.000

ROI: 3 tahun (hemat Rp 7 juta/tahun dari PDAM)


Skala Menengah (500 Santri)

Total: Rp 95 juta
ROI: 3 tahun (hemat Rp 32 juta/tahun)


Skala Besar (2.000 Santri – Tebuireng)

Total: Rp 350 juta
ROI: 2,9 tahun (hemat Rp 120 juta/tahun)

Melalui rainwater harvesting pesantren, pengurus dapat merancang kapasitas tangki, filter, dan jaringan pipa yang sesuai jumlah santri dan curah hujan lokal.


IV. KEUNGGULAN SYARIAH

Investasi awal rainwater harvesting pesantren bisa kembali dalam 2–3 tahun berkat penghematan signifikan dari tagihan PDAM bulanan.

A. Air Hujan vs PDAM (Fikih)

Perbandingan air hujan vs PDAM (perspektif syariah)

AspekAir HujanPDAM
Status syariahMāu muṭlaq (100% suci)Musta’mal (diolah dari sungai)
KemurnianAlami (dari langit)Klorin + kimia
BiayaGratis (dari Allah)Berbayar (± Rp 7.000/m³)
KeberkahanDisebutkan dalam Al-Qur’anProduk manusia

Kesimpulan: Air hujan lebih afdal untuk wudhu (jika kualitas sama).


B. Nilai Ibadah Berlapis

  1. Hemat (sunnah)
  2. Mandiri (tidak bergantung pemerintah)
  3. Berbagi (air surplus untuk warga sekitar = shadaqah)
  4. Edukasi (santri belajar teknologi ramah lingkungan)

V. STUDI KASUS: 2 PESANTREN INSPIRATIF

Program rainwater harvesting pesantren membuka ruang edukasi teknologi lingkungan bagi santri sekaligus praktik langsung fikih air dan konservasi sumber daya alam.

A. Pesantren Sidogiri Pasuruan

Sistem (2021):

  • 15 tangki @ 5.000 liter = 75.000 liter
  • Air hujan untuk wudhu + mandi santri
  • PDAM hanya untuk minum/masak

Hasil: Hemat 55% biaya air.

Kiai Pengasuh: “Air hujan = anugerah langsung dari Allah. Lebih baik dari air tanah yang sudah tercemar.”


B. Pesantren Al-Hikmah Malang

Inovasi: Hybrid System

  • Air hujan → filter → UV → wudhu
  • Air hujan berlebih → sumur resapan (isi ulang groundwater)
  • Air PDAM → backup saat musim kemarau

Hasil: 80% kebutuhan dari air hujan (9 bulan musim hujan).


VI. PANDUAN IMPLEMENTASI (90 HARI)

Ketika rainwater harvesting pesantren dikelola dengan manajemen yang baik, pesantren dapat membagikan surplus air hujan kepada warga sekitar sebagai wujud shadaqah lingkungan.

Hari 1-30: Perencanaan

  • Survey atap (hitung luas)
  • Desain sistem (layout pipa)
  • RAB (Rencana Anggaran Biaya)
  • Galang dana (alumni, donatur, CSR)

Hari 31-60: Konstruksi

  • Gali lubang tangki
  • Instalasi tangki + pipa
  • Pasang first flush + filter
  • Uji kebocoran

Hari 61-90: Komisioning

  • Tunggu hujan pertama
  • Test kualitas air (lab)
  • Training operator (santri senior)
  • Sosialisasi ke seluruh santri

studi kasus rainwater harvesting pesantren yang menghemat biaya PDAM hingga ratusan juta rupiah per tahun
Implementasi rainwater harvesting pesantren skala besar mampu mengalihkan sebagian besar kebutuhan air dari PDAM ke air hujan dan menghemat biaya signifikan.

VII. MAINTENANCE RUTIN

Bulanan

  • Cek first flush (buang endapan)
  • Bersihkan talang (dari daun)

6 Bulan

  • Kuras tangki (buang lumpur dasar)
  • Ganti filter pasir

Tahunan

  • Cek semua pipa (kebocoran)
  • Service pompa

Biaya perawatan: Rp 500.000/tahun (sangat ringan).


VIII. PENUTUP: MANDIRI KARENA REZEKI DARI LANGIT

Prinsip Pesantren Mandiri:

  1. Air dari Allah (hujan) = lebih berkah dari air jual
  2. Hemat biaya = tambah sodaqoh untuk santri miskin
  3. Teknologi halal = ibadah kontemporer

Hadits:

“Sesungguhnya Allah itu Indah dan menyukai keindahan.” (HR. Muslim)

Sistem air hujan yang rapi + efisien = keindahan yang Allah cintai.

Call to Action:

  • Pesantren: Ajukan proposal ke donatur alumni
  • Alumni: Wakaf sistem air hujan (Rp 20-350 juta, sekali seumur hidup pesantren)
  • Santri: Jaga sistem yang sudah ada

Karena pesantren yang mandiri air = pesantren yang barokah.

Rainwater harvesting pesantren bukan sekadar proyek teknis memasang talang, pipa, dan tandon, tetapi wujud konkret syukur atas rezeki air hujan yang Allah turunkan dari langit untuk menguatkan pesantren mandiri air dan green pesantren yang penuh keberkahan.

Dengan mengintegrasikan sistem tangkap air hujan pesantren, konservasi air hujan berbasis syariah, dan teknologi air hujan pesantren, setiap santri dan pengurus ikut menjaga masa depan sumber air sekaligus mengamalkan fikih lingkungan secara nyata di bumi pesantren.

Jika hari ini Anda mulai menyusun proposal dan action plan rainwater harvesting pesantren di lembaga Anda, maka setiap liter air hujan yang tertampung bisa berubah menjadi sedekah jariyah yang mengalir tanpa henti untuk santri, warga sekitar, dan generasi yang belum lahir.

Baca Artikel Terkait lainnya dari Yokersane.com:

  1. “Untuk memahami konteks ibadah di balik penghematan air, baca juga panduan lengkap konservasi air islam di masjid dan pesantren yang membahas wudhu hemat hingga teknologi smart mosque.” → https://yokersane.com/konservasi-air-islam-wudhu-teknologi/
  2. “Jika pesantren Anda ingin mengombinasikan rainwater harvesting dengan sistem daur ulang air wudhu, ulasan air daur ulang wudhu: halal, makruh atau haram? bisa menjadi rujukan fikih dan teknologi.” → https://yokersane.com/air-daur-ulang-wudhu-halal-makruh-haram/
  3. “Untuk menjaga air tanah warga tetap terisi meski penggunaan air pesantren meningkat, pelajari juga panduan teknis dan syariah sumur resapan masjid.” → https://yokersane.com/sumur-resapan-masjid/
  4. “Rainwater harvesting pesantren akan lebih kuat dampak lingkungannya bila diintegrasikan dengan gerakan daur ulang dalam islam melalui bank sampah syariah di lingkungan pesantren.” → https://yokersane.com/daur-ulang-dalam-islam/
  5. “Untuk mengurangi sampah kemasan air minum sekali pakai di area pesantren, simak kajian hukum plastik sekali pakai dalam islam di era krisis sampah modern.” → https://yokersane.com/hukum-plastik-sekali-pakai-dalam-islam/

Artikel Refferensi :

  1. Mewujudkan green pesantren melalui pemanenan air hujan.
    https://ukinstitute.org/journals/ib/article/download/330/255
  2. Perencanaan rainwater harvesting dan pengolahan air limbah di pondok pesantren.
    https://www.academia.edu/50290228/Perencanaan_Rainwater_Harvesting_dan_Pengolahan_Air_Limbah_di_Pondok_Pesantren_Mambaul_Ulum_Ba
  3. Penerapan pemanenan air hujan di pesantren sebagai solusi penyediaan air bersih.
    http://repository.uin-malang.ac.id/4043/
  4. Pelatihan rain water harvesting sebagai solusi alternatif pemenuhan kebutuhan air di pesantren.
    https://www.kompasiana.com/iska54nd10s/67937d5cc925c4341309bd75/pelatihan-rain-water-harvesting-solusi-alternatif-untuk-pemenuhan-kebutuhan-air-bersih
  5. Sistem pemanenan air hujan dengan metode roof rainwater harvesting yang siap diterapkan di lembaga pendidikan.
    https://www.ojs.cahayamandalika.com/index.php/jomla/article/download/4536/3492

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POPULER

Paling Banyak Dibaca