Ketika kemarau panjang menyebabkan kekeringan, atau sebaliknya, hujan deras memicu banjir bandang, Islam mengajarkan ibadah khusus bernama shalat istisqa. Ini adalah shalat sunnah untuk memohon hujan saat kekeringan atau memohon hujan berhenti saat banjir.
Dalam artikel ini, kita akan membahas secara lengkap shalat istisqa bencana alam, mulai dari definisi, dalil, tata cara 2 rakaat, bacaan doa, khutbah, hingga kapan waktu pelaksanaannya. Panduan praktis ini penting dipahami agar kita bisa beribadah dengan benar saat menghadapi bencana terkait cuaca.
Definisi & Dalil Shalat Istisqa
Shalat istisqa berasal dari kata “istisqa” yang artinya memohon (hujan). Ini adalah shalat sunnah muakkad (sangat dianjurkan) yang dilakukan secara berjamaah untuk memohon turunnya hujan saat kekeringan, atau memohon hujan berhenti saat banjir.
Dalil dari Al-Quran
Allah SWT berfirman tentang pentingnya memohon kepada-Nya:
وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ
“Dan Tuhanmu berfirman, ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku kabulkan bagimu.'” (QS. Al-Mu’min: 60)
Dalil dari Hadits
Hadits Riwayat Bukhari:
خَرَجَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَسْتَسْقِي، فَتَوَجَّهَ إِلَى الْقِبْلَةِ يَدْعُو، وَحَوَّلَ رِدَاءَهُ، ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ جَهَرَ فِيهِمَا بِالْقِرَاءَةِ
“Nabi SAW keluar untuk melaksanakan shalat istisqa, lalu beliau menghadap kiblat sambil berdoa, membalik selendangnya, kemudian shalat dua rakaat dengan mengeraskan bacaan.” (HR. Bukhari)
Pelajaran: Rasulullah SAW mengajarkan bahwa memohon hujan bukan hanya sekadar doa biasa, tetapi ada ritual ibadah khusus yang harus dilakukan dengan tata cara tertentu.
Baca Juga :
Dzikir Saat Terjadi Bencana: 7 Amalan Wajib untuk Perlindungan
Kapan Shalat Istisqa Dilakukan?
Shalat istisqa bencana alam dilaksanakan dalam kondisi berikut:
1. Saat Kekeringan Panjang
- Tidak turun hujan selama berbulan-bulan
- Tanaman mengering dan gagal panen
- Sumur dan sumber air mulai kering
- Ancaman krisis air bersih
2. Saat Hujan Berlebihan (Istisqa Terbalik)
- Hujan terus-menerus menyebabkan banjir
- Tanah longsor akibat hujan deras
- Ancaman bencana hidrometeorologi
3. Bencana Cuaca Ekstrem
- Angin topan atau badai
- Kekeringan ekstrem yang mengancam kehidupan
- Cuaca tidak normal yang berdampak luas
Catatan: Shalat istisqa dilakukan saat kondisi sudah mendesak dan berdampak pada kehidupan masyarakat luas, bukan untuk urusan pribadi seperti petani ingin hujan untuk sawahnya saja.
Waktu Pelaksanaan Shalat Istisqa
Para ulama menetapkan waktu terbaik untuk shalat istisqa:
Waktu yang Dianjurkan:
- Pagi hari setelah matahari naik (sekitar pukul 07.00-11.00)
- Sebelum waktu terlarang shalat (menjelang dzuhur)
- Biasanya dilakukan setelah shalat Subuh berjamaah
- Di lapangan terbuka (seperti shalat Idulfitri)
Waktu yang Dilarang:
- Saat matahari terbit (syuruq)
- Saat matahari tepat di atas kepala (istiwa)
- Saat matahari terbenam (ghurub)
Tips Praktis: Idealnya, shalat istisqa dilakukan secara berjamaah besar yang dikoordinasi oleh pemerintah daerah atau MUI setempat, agar lebih khusyuk dan berdampak luas.
Baca Juga :
Fikih Bencana Alam: Panduan Syariah Lengkap untuk Korban & Relawan
Tata Cara Shalat Istisqa (2 Rakaat)
Berikut adalah tata cara shalat istisqa yang benar sesuai sunnah:
Persiapan Sebelum Shalat:
1. Bertobat dan Beristighfar Sebelum shalat, seluruh jamaah dianjurkan:
- Bertobat dari segala dosa
- Perbanyak istighfar 3 hari sebelumnya
- Bersedekah kepada fakir miskin
- Memperbaiki hubungan dengan sesama
Allah berfirman:
فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا
“Maka aku katakan (kepada mereka), ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia Maha Pengampun, niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepadamu.'” (QS. Nuh: 10-11)
2. Berpakaian Sederhana
- Kenakan pakaian yang bersih tapi sederhana
- Hindari pakaian mewah atau berlebihan
- Tunjukkan kerendahan hati di hadapan Allah
3. Datang ke Lapangan Terbuka
- Shalat istisqa lebih utama di lapangan (seperti shalat Id)
- Membawa anak-anak, lansia, bahkan hewan ternak (seperti praktik sahabat)
- Tunjukkan bahwa seluruh makhluk butuh hujan
Tata Cara Shalat (2 Rakaat):
Rakaat Pertama:
- Niat: “Ushalli sunnatal istisqa rak’ataini lillahi ta’ala”
- Takbiratul ihram
- Baca doa iftitah
- Baca Al-Fatihah
- Baca Surat Al-A’la (QS. 87) – sunnah sesuai riwayat
- Rukuk, i’tidal, sujud, duduk di antara dua sujud, sujud kedua
Rakaat Kedua:
- Berdiri untuk rakaat kedua
- Baca Al-Fatihah
- Baca Surat Al-Ghasyiyah (QS. 88) – sunnah sesuai riwayat
- Rukuk, i’tidal, sujud, duduk di antara dua sujud, sujud kedua
- Duduk tasyahud akhir
- Salam
Catatan:
- Bacaan shalat dikeraskan (jahr) oleh imam
- Tidak ada takbir tambahan seperti shalat Id
- Cukup 2 rakaat saja
Setelah Shalat:
1. Menghadap Kiblat & Berdoa
- Imam menghadap kiblat
- Mengangkat tangan untuk berdoa
- Membaca doa istisqa (lihat bacaan di bawah)
2. Membalik Selendang (Tahwilul Rida’)
- Imam membalik selendang/baju
- Kanan ke kiri, kiri ke kanan
- Simbol berharap kondisi berubah (kekeringan menjadi hujan)
3. Khutbah Istisqa
- Imam menyampaikan khutbah
- Isi: taubat, istighfar, pentingnya hujan, ajakan bersedekah
- Lebih singkat dari khutbah Jumat

Bacaan Doa Istisqa Lengkap
Berikut adalah doa istisqa yang diajarkan Rasulullah SAW:
Doa Memohon Hujan (Saat Kekeringan):
Arab: اللَّهُمَّ اسْقِنَا غَيْثًا مُغِيثًا مَرِيئًا مَرِيعًا نَافِعًا غَيْرَ ضَارٍّ، عَاجِلًا غَيْرَ آجِلٍ
Latin: Allahummaskina ghaitsan mughitsan mari’an mari’an nafi’an ghaira dharrin, ‘ajilan ghaira ajilin
Arti: “Ya Allah, turunkanlah kepada kami hujan yang banyak, yang bermanfaat, yang menyegarkan, yang memberi manfaat tanpa memberi mudarat, yang segera dan tidak ditunda.”
Doa Agar Hujan Berhenti (Saat Banjir):
Arab: اللَّهُمَّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا، اللَّهُمَّ عَلَى الْآكَامِ وَالظِّرَابِ وَبُطُونِ الْأَوْدِيَةِ وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ
Latin: Allahumma hawalaina wa la ‘alaina, allahumma ‘alal akam wadh-dhirab wa buthunil awdiyah wa manabiti syajar
Arti: “Ya Allah, (turunkanlah hujan) di sekitar kami dan jangan di atas kami. Ya Allah, (turunkanlah) di atas bukit-bukit, gunung-gunung kecil, lembah-lembah, dan tempat tumbuhnya pepohonan.”
Doa Tambahan dari Nabi Musa AS:
Arab: اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِ مَا سَأَلَكَ مِنْهُ نَبِيُّكَ مُوسَى عَلَيْهِ السَّلَامُ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا اسْتَعَاذَ مِنْهُ نَبِيُّكَ مُوسَى عَلَيْهِ السَّلَامُ
Latin: Allahumma inni as’aluka min khairi ma sa’alaka minhu nabiyyuka Musa ‘alaihissalam, wa a’udzu bika min syarri mastaa’dza minhu nabiyyuka Musa ‘alaihissalam
Arti: “Ya Allah, aku memohon kepada-Mu kebaikan yang dimohonkan oleh Nabi-Mu Musa AS, dan aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan yang dimohonkan perlindungan oleh Nabi-Mu Musa AS.”
Baca Juga :
Hukum Shalat Saat Bencana: 5 Keringanan Syariah untuk Korban
Contoh Khutbah Istisqa Singkat
Berikut contoh teks khutbah istisqa yang bisa disampaikan imam:
Khutbah Pertama:
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah yang berkuasa atas segala sesuatu. Shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad SAW.
Saudara-saudara sekalian, kita berkumpul hari ini dalam keadaan membutuhkan rahmat Allah. Kekeringan yang melanda kita adalah teguran agar kembali kepada-Nya. Allah berfirman:
ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ
“Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia.” (QS. Ar-Rum: 41)
Mari kita bertobat, perbanyak istighfar, dan bersedekah kepada fakir miskin. Sesungguhnya hujan adalah rahmat Allah yang diturunkan kepada hamba-hamba yang bertobat.
Khutbah Kedua:
Alhamdulillah, wahai Allah, kami mohon ampun atas segala dosa kami. Turunkanlah hujan-Mu yang membawa berkah, bukan bencana. Lindungilah tanaman kami, air kami, dan kehidupan kami.
Marilah kita perbanyak istighfar, sedekah, dan amal saleh. Semoga Allah mengabulkan doa kita. Amin.
Shalat Istisqa untuk Menghentikan Banjir/Badai
Ketika hujan berlebihan menyebabkan banjir, shalat istisqa tetap bisa dilakukan dengan doa yang berbeda:
Tata Cara:
- Shalat 2 rakaat seperti biasa
- Setelah shalat, baca doa agar hujan berhenti (lihat di atas)
- Tidak perlu membalik selendang (karena kondisi berbeda)
- Khutbah berisi ajakan taubat dan permohonan agar Allah menghentikan hujan
Doa Tambahan Saat Banjir:
Arab: اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْتَغْفِرُكَ إِنَّكَ كُنْتَ غَفَّارًا، فَأَرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْنَا مِدْرَارًا بِمَا يَنْفَعُنَا لَا بِمَا يَضُرُّنَا
Arti: “Ya Allah, kami memohon ampun kepada-Mu, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun. Turunkanlah hujan yang bermanfaat bagi kami, bukan yang membahayakan kami.”
Baca Juga :
Doa Melihat Bencana Alam Riwayat Sahih: Syukur & Lindungi Diri
Adab dan Hikmah Shalat Istisqa
Adab yang Harus Dijaga:
1. Kerendahan Hati Datang dengan penuh tawadhu’, bukan dengan sikap menuntut kepada Allah.
2. Yakin Dikabulkan Rasulullah SAW bersabda:
ادْعُوا اللَّهَ وَأَنْتُمْ مُوقِنُونَ بِالْإِجَابَةِ
“Berdoalah kepada Allah dalam keadaan yakin akan dikabulkan.” (HR. Tirmidzi)
3. Disertai Amal Saleh Shalat istisqa akan lebih mustajab jika disertai:
- Sedekah kepada fakir miskin
- Perbaikan akhlak
- Konsisten dalam ibadah
4. Sabar Menunggu Jika hujan belum turun, jangan putus asa. Terus berdoa dan perbaiki diri.
Hikmah Shalat Istisqa:
- Menyadarkan Ketergantungan kepada Allah Manusia modern sering lupa bahwa hujan adalah pemberian Allah, bukan hasil teknologi.
- Mengajarkan Kebersamaan Umat Shalat istisqa berjamaah menguatkan ukhuwah dan solidaritas sosial.
- Mendorong Taubat Nasional Bencana adalah panggilan untuk introspeksi dan perbaikan diri secara kolektif.
- Melatih Tawakal Setelah berusaha dan berdoa, serahkan hasil kepada Allah dengan penuh keikhlasan.
Kesimpulan
Shalat istisqa bencana alam adalah ibadah spiritual untuk menghadapi krisis cuaca yang mengancam kehidupan. Dengan tata cara yang benar—mulai dari persiapan taubat, shalat 2 rakaat, doa khusus, hingga khutbah—kita berharap Allah menurunkan rahmat-Nya.
Namun ingat, shalat istisqa bukan ritual magis yang otomatis mengubah cuaca. Ini adalah bentuk ketundukan kita kepada Allah, disertai usaha nyata seperti penghijauan, pelestarian lingkungan, dan menghentikan kerusakan alam.
Mari kita amalkan shalat istisqa dengan benar, sambil terus memperbaiki diri dan menjaga alam ciptaan Allah. Semoga hujan yang turun membawa berkah, bukan bencana.
Baca Juga :
Doa Qunut Nazilah Saat Bencana: Panduan Lengkap & Penuh Harapan
FAQ: Pertanyaan Seputar Shalat Istisqa
1. Apakah shalat istisqa wajib atau sunnah? Sunnah muakkad, sangat dianjurkan tapi tidak wajib.
2. Bolehkah shalat istisqa sendirian di rumah? Boleh, tapi lebih utama berjamaah di lapangan terbuka.
3. Apakah harus membalik selendang? Sunnah, tapi tidak wajib. Simbol berharap kondisi berubah.
4. Berapa kali shalat istisqa dilakukan? Bisa diulang hingga hujan turun, seperti yang dilakukan Rasulullah SAW.
5. Bagaimana jika setelah istisqa tetap tidak hujan? Terus berdoa, perbanyak taubat dan sedekah, serta sabar menunggu rahmat Allah.











