Surabaya, 16 Desember 2025 – Kegiatan Kemah Kemanusiaan dan Perdamaian (Scouting for Peace and Humanity) resmi dibuka di Balai Diklat Keagamaan (BDK) Surabaya pada Selasa, 16 Desember 2025. Acara ini diikuti oleh lebih dari 370 peserta yang berasal dari 9 provinsi di Indonesia. Kegiatan tersebut bertujuan untuk mempererat tali persaudaraan antar generasi muda, serta menumbuhkan semangat perdamaian dan kemanusiaan di tengah keberagaman.
Acara dimulai dengan sambutan dari Ketua Panitia Sholeh Abja, yang menyampaikan harapan besar agar kegiatan ini menjadi wadah yang memperkenalkan nilai-nilai perdamaian dan kemanusiaan melalui berbagai kegiatan yang telah disiapkan. Dalam pidatonya, Sholeh Abja juga mengajak para peserta untuk menjaga solidaritas dan mengedepankan toleransi di setiap langkah hidup.

“Kemah ini bukan sekadar ajang berkumpul, tapi merupakan wadah untuk menanamkan nilai-nilai perdamaian, saling menghormati, dan bekerja sama, terutama di tengah situasi yang penuh tantangan seperti sekarang,” ujar Sholeh Abja di hadapan peserta.
Tak ketinggalan, yel-yel dan jungle antar kontingen dengan atribut daerah turut meramaikan acara. Penampilan ini menggambarkan keberagaman budaya Indonesia yang dapat disatukan dalam bingkai perdamaian.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Sako Maarif, Mujiburrohman, juga memberikan sambutan dengan menekankan pentingnya gerakan kemanusiaan di kalangan generasi muda. “Gerakan ini adalah wujud nyata dari komitmen kita untuk terus mendukung perdamaian, terutama melalui generasi muda yang menjadi harapan bangsa,” ungkap Mujiburrohman.
Gus Mujib menambahkan, di era kecerdasan buatan (artificial Intellegenci) hubungan manusia semakin renggang. “Dengan kemah kemanusiaan, kita bisa dekat dan membaur antar peserta dari berbagai daerah di Indonesia” tuturnya.
Harianto Oghie, Sekretaris LP MA’ARIF PBNU, dalam sambutan pengarahanya menegaskan bahwa kegiatan ini sejalan dengan visi misi Nahdlatul Ulama dalam memperjuangkan kedamaian dan kesejahteraan umat manusia. “Kegiatan ini sangat penting untuk membentuk karakter generasi muda yang peduli terhadap perdamaian dan kemanusiaan,” katanya.
Acara tersebut turut dihadiri oleh Sholehuddin, yang mewakili Plt. Kepala BDK Surabaya, yang juga didapuk menyematkan tanda peserta saat pembukaan menyampaikan dukungan penuh terhadap kegiatan ini. “Kami sangat mendukung acara yang mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan dan perdamaian. Semoga acara ini dapat memberikan dampak positif bagi para peserta,” ungkap Sholehuddin.

Kemah Kemanusiaan dan Perdamaian
Kemah Kemanusiaan dan Perdamaian ini berlangsung selama enam hari, dengan rangkaian kegiatan yang tidak hanya melibatkan diskusi tentang Moderasi Beragama dan Radikalisme, juga diisi dengan berbagai kegiatan, antara lain ziarah ke makam Muassis NU (Pendiri Nahdlatul Ulama), yang menjadi momen bersejarah bagi para peserta untuk menghormati para pendahulu yang telah berjuang untuk kemanusiaan dan perdamaian di Indonesia.
Selain itu, para peserta juga diajak untuk mengunjungi situs-situs budaya yang memiliki nilai historis tinggi. Kegiatan budaya dan atraksi yang bertujuan untuk mengasah kreatifitas peserta juga ikut menyemarakkan acara bergengsi itu.
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun dunia yang lebih damai dan sejahtera, serta mempererat persaudaraan antar bangsa dan agama.











