Share

Infografis doa sakit dalam Islam beserta teks Arab latin terjemahan dan cara mengamalkannya

6 Doa Sakit dalam Islam yang Shahih Beserta Artinya & Cara Mengamalkannya

Pendahuluan

Sakit adalah bagian tak terhindarkan dari kehidupan manusia. Tidak ada seorang pun yang luput darinya—termasuk para nabi dan orang-orang shalih. Bedanya, seorang Muslim menghadapi sakit bukan dengan putus asa atau mengeluh, melainkan dengan doa, kesabaran, dan keyakinan penuh bahwa kesembuhan ada di tangan Allah ﷻ.

Islam memiliki warisan doa yang lengkap untuk kondisi sakit—baik doa yang dibaca oleh orang yang sedang sakit untuk dirinya sendiri, Doa Sakit dalam Islam yang dibacakan untuk orang lain yang sedang sakit, maupun doa ruqyah yang diamalkan sebagai terapi spiritual. Semua bersumber dari Al-Qur’an dan hadis shahih, bukan dari tradisi atau kepercayaan yang tidak berdalil.

Artikel ini menyajikan enam doa sakit terbaik beserta dalil, terjemahan, keutamaan, dan panduan praktis mengamalkannya—agar sakit yang dialami menjadi ibadah dan jalan menuju kesembuhan yang sesungguhnya.


Hikmah Sakit dalam Islam

Sebelum membahas doa-doanya, penting dipahami bahwa dalam Islam, sakit bukan semata-mata musibah. Nabi ﷺ bersabda:

« مَا يُصِيبُ الْمُسْلِمَ مِنْ نَصَبٍ وَلَا وَصَبٍ وَلَا هَمٍّ وَلَا حُزْنٍ وَلَا أَذًى وَلَا غَمٍّ حَتَّى الشَّوْكَةِ يُشَاكُهَا إِلَّا كَفَّرَ اللَّهُ بِهَا مِنْ خَطَايَاهُ »

“Tidaklah seorang Muslim ditimpa kelelahan, penyakit, kekhawatiran, kesedihan, gangguan, maupun kegelisahan—bahkan sekadar duri yang menusuknya—kecuali Allah akan menghapuskan sebagian dari dosa-dosanya karenanya.” — (HR. Bukhari no. 5641 & Muslim no. 2573)

Pemahaman ini menjadikan sakit bukan sekadar penderitaan, melainkan peluang untuk menggugurkan dosa dan meningkatkan derajat di sisi Allah.


6 Doa Sakit dalam Islam


Doa 1 — Doa Ruqyah Nabi ﷺ (Dibacakan untuk Orang yang Sakit)

« اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبَأْسَ وَاشْفِ أَنْتَ الشَّافِي لَا شِفَاءَ إِلَّا شِفَاؤُكَ شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقَمًا »

Allāhumma rabban-nāsi ażhibil-ba’sa, wasyfī antasy-syāfī, lā syifā’a illā syifā’uka, syifā’an lā yughādiru saqamā

“Ya Allah, Tuhan manusia, hilangkanlah penyakit ini dan sembuhkanlah—Engkaulah Yang Maha Menyembuhkan. Tidak ada kesembuhan kecuali kesembuhan dari-Mu, kesembuhan yang tidak menyisakan penyakit sedikit pun.” — (HR. Bukhari no. 5742 & Muslim no. 2191)

Cara Mengamalkan: Nabi ﷺ membaca doa ini sambil meletakkan tangan di bagian tubuh yang sakit, lalu mengusapnya. Boleh dibacakan untuk diri sendiri maupun orang lain yang sakit.


Doa 2 — Doa Tujuh Kali untuk Kesembuhan

« أَسْأَلُ اللَّهَ الْعَظِيمَ رَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ أَنْ يَشْفِيَكَ »

As’alullāhal-‘aẓīma rabbal-‘arsyil-‘aẓīmi an yasyfiyak

“Aku memohon kepada Allah Yang Maha Agung, Tuhan ‘Arsy yang agung, agar Dia menyembuhkanmu.” — (HR. Abu Dawud no. 3106, at-Tirmidzi no. 2083 — dishahihkan al-Albani)

Cara Mengamalkan: Dibaca sebanyak tujuh kali saat menjenguk orang sakit. Nabi ﷺ menyebutkan bahwa jika belum tiba ajal orang tersebut, Allah akan menyembuhkannya dengan izin-Nya.


Doa 3 — Doa Nabi Ayyub (untuk Sakit yang Berkepanjangan)

﴿ أَنِّي مَسَّنِيَ الضُّرُّ وَأَنتَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ ﴾

Annī massaniyaḍ-ḍurru wa anta arḥamur-rāḥimīn

“(Ya Allah), sungguh aku telah ditimpa penyakit, dan Engkau adalah Yang Paling Penyayang di antara semua yang penyayang.” — (QS. Al-Anbiyā’: 83)

Keutamaan: Ini adalah doa Nabi Ayyub ‘alaihissalam yang dikabulkan Allah setelah bertahun-tahun menderita penyakit berat. Tidak ada keluhan dalam doa ini—hanya pengakuan kondisi dan pengakuan atas kasih sayang Allah. Inilah teladan tertinggi dalam adab berdoa saat sakit.


Doa 4 — Doa Ruqyah Mandiri (Dibaca Sendiri)

« بِسْمِ اللَّهِ أَرْقِيكَ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ يُؤْذِيكَ مِنْ شَرِّ كُلِّ نَفْسٍ أَوْ عَيْنِ حَاسِدٍ اللَّهُ يَشْفِيكَ بِسْمِ اللَّهِ أَرْقِيكَ »

Bismillāhi arqīka min kulli syay’in yu’żīka, min syarri kulli nafsin aw ‘ayni ḥāsidin, Allāhu yasyfīka, bismillāhi arqīka

“Dengan nama Allah aku meruqyahmu dari segala sesuatu yang menyakitimu, dari keburukan setiap jiwa dan pandangan orang yang hasad. Semoga Allah menyembuhkanmu. Dengan nama Allah aku meruqyahmu.” — (HR. Muslim no. 2186)


Doa 5 — Doa Meletakkan Tangan di Tempat yang Sakit

« بِسْمِ اللَّهِ، بِسْمِ اللَّهِ، بِسْمِ اللَّهِ، أَعُوذُ بِعِزَّةِ اللَّهِ وَقُدْرَتِهِ مِنْ شَرِّ مَا أَجِدُ وَأُحَاذِرُ »

Bismillāh (3×), a’ūżu bi’izzatillāhi wa qudratihi min syarri mā ajidu wa uḥāżir

“Dengan nama Allah (3×). Aku berlindung dengan kemuliaan Allah dan kekuasaan-Nya dari keburukan apa yang aku rasakan dan aku khawatirkan.” — (HR. Muslim no. 2202)

Cara Mengamalkan: Letakkan tangan di bagian yang sakit, baca Bismillah tiga kali, lalu baca doa di atas tujuh kali.


Doa 6 — Doa Memohon Kesehatan dan Afiyah

« اللَّهُمَّ عَافِنِي فِي بَدَنِي، اللَّهُمَّ عَافِنِي فِي سَمْعِي، اللَّهُمَّ عَافِنِي فِي بَصَرِي، لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ »

Allāhumma ‘āfinī fī badanī, Allāhumma ‘āfinī fī sam’ī, Allāhumma ‘āfinī fī baṣarī, lā ilāha illā ant

“Ya Allah, berikan aku kesehatan pada tubuhku. Ya Allah, berikan aku kesehatan pada pendengaranku. Ya Allah, berikan aku kesehatan pada penglihatanku. Tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau.” — (HR. Abu Dawud no. 5090 — dihasankan al-Albani)

Dibaca tiga kali setiap pagi dan petang sebagai doa pencegahan sekaligus permohonan kesembuhan.


Etika Menjenguk Orang Sakit dalam Islam

Imam an-Nawawi dalam al-Aẓkār menyebutkan beberapa adab penting saat menjenguk orang sakit:

1. Mendoakan kesembuhan dengan doa-doa yang shahih, bukan sekadar basa-basi 2. Tidak berlama-lama jika kondisi pasien memerlukan istirahat 3. Mengucapkan “Lā ba’sa, ṭahūrun insya Allah” — “Tidak apa-apa, semoga menjadi penyucian insya Allah” (HR. Bukhari no. 5656) 4. Mengingatkan orang sakit untuk bersabar dan berprasangka baik kepada Allah 5. Mendoakan secara langsung di hadapan orang sakit—doa yang didoakan di depan orang sakit lebih dianjurkan daripada sekadar mendoakan dari jauh


Kondisi Khusus

a. Apakah orang sakit tetap wajib shalat? Ya. Orang sakit tetap wajib shalat sesuai kemampuannya—berdiri jika mampu, duduk jika tidak bisa berdiri, berbaring jika tidak bisa duduk. Sakit tidak menggugurkan kewajiban shalat, tetapi memberikan keringanan dalam tata caranya.

b. Apakah ruqyah harus dilakukan oleh ustaz? Tidak. Ruqyah syar’iyyah boleh dilakukan sendiri atau oleh siapa saja yang mampu membaca Al-Qur’an dan doa-doa yang shahih. Tidak ada syarat khusus seperti hafiz atau ustaz.


Panduan Praktis

1. Jadikan Doa 6 sebagai wirid harian meski dalam kondisi sehat—mencegah lebih baik daripada mengobati. 2. Saat sakit, baca Doa 5 di bagian yang terasa nyeri—mudah, praktis, dan berkhasiat atas izin Allah. 3. Saat menjenguk, baca Doa 2 sebanyak tujuh kali dengan penuh keyakinan. 4. Iringi doa dengan ikhtiar medis—berobat adalah sunnah Nabi ﷺ dan tidak bertentangan dengan tawakkal. 5. Bersabar dan berprasangka baik kepada Allah—kesabaran saat sakit adalah ibadah yang luar biasa nilainya.


Kesimpulan

Doa sakit dalam Islam bukan klenik atau sugesti semata—ia adalah munajat kepada Zat yang Maha Menyembuhkan, yang dalam genggaman-Nya segala penyakit dan segala kesembuhan. Enam doa di atas adalah warisan Nabi ﷺ yang terbukti shahih dan telah diamalkan umat Islam selama 14 abad. Amalkan, iringi dengan ikhtiar medis, dan serahkan hasilnya kepada Allah—karena Dia tidak pernah menyia-nyiakan hamba yang berdoa.


FAQ

1. Apakah boleh membaca Al-Fatihah untuk orang sakit? Ya. Al-Fatihah adalah ummul Qur’an dan asy-syifā’—obat penyembuh. Membacanya dan meniupkan nafas ke telapak tangan lalu mengusapkan ke tubuh adalah sunnah yang diriwayatkan shahih.

2. Apakah doa-doa ini berlaku untuk semua jenis penyakit? Ya, berlaku untuk semua jenis penyakit—baik fisik maupun gangguan psikis. Kesembuhan hakiki ada di tangan Allah dan doa-doa ini adalah sarana yang diridhai-Nya.

3. Berapa lama doa ruqyah dilakukan? Tidak ada batasan waktu. Lakukan selama diperlukan, dengan konsisten dan penuh keyakinan. Beberapa kondisi memerlukan ruqyah berulang selama beberapa hari atau pekan.

4. Apakah membeli air ruqyah dari orang tertentu dibolehkan? Perlu diwaspadai. Jika “air ruqyah” hanya berupa air yang dibacakan Al-Qur’an, itu boleh. Namun jika melibatkan praktik yang tidak jelas atau klaim-klaim berlebihan, wajib dihindari.

5. Apakah ada doa khusus untuk sakit kronis atau kanker? Tidak ada doa yang secara spesifik untuk penyakit tertentu. Semua doa di atas bersifat umum dan berlaku untuk semua penyakit. Yang terpenting adalah ketulusan, konsistensi, dan keyakinan.


Referensi

Internal Linking:

External Linking:

Referensi Kitab:

  • Imam an-Nawawi, al-Aẓkār, Bab ‘Iyādah al-Marīḍ
  • Sa’id al-Qaḥṭāni, Ḥiṣn al-Muslim
  • Imam Ibn Qayyim, Zād al-Ma’ād, Juz IV (Bab aṭ-Ṭibb an-Nabawī)
  • Imam Ibn Hajar, Fatḥ al-Bārī, Juz X

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POPULER

Paling Banyak Dibaca