Pendahuluan
Rumah adalah tempat paling privat dalam kehidupan seorang Muslim. Ia bukan sekadar bangunan fisik — dalam pandangan Islam, rumah adalah bayt yang Allah titipkan kepada seorang hamba beserta seluruh ketenangan, kasih sayang, dan perlindungan yang ada di dalamnya. Maka wajar jika Islam mengajarkan doa khusus saat memasuki rumah — sebagai ritual penyambutan keberkahan Allah ke dalam hunian kita.
Rasulullah ﷺ tidak pernah masuk ke rumah tanpa menyebut nama Allah. Kebiasaan ini bukan sekadar formalitas — ia adalah kunci yang membuka pintu keberkahan dan menutup pintu bagi setan yang ingin masuk bersama kita.
Baca Juga :
doa keluar rumah sesuai sunnah
Pengertian Doa Masuk Rumah
Doa masuk rumah adalah lafal yang dibaca oleh seorang Muslim sebelum atau saat memasuki rumahnya sebagai bentuk penyebutan nama Allah, permohonan berkah, dan perlindungan bagi seluruh penghuni. Dalam fikih Islam, ini termasuk dalam kategori dzikir situasional (adzkar al-ahwal) yang diajarkan Rasulullah ﷺ untuk setiap perpindahan dari satu kondisi ke kondisi lainnya.
Hukum Membaca Doa Masuk Rumah
Hukumnya sunnah muakkadah menurut mazhab Syafi’i. Imam Nawawi dalam Al-Adzkar menyebutkan doa masuk rumah sebagai salah satu dzikir situasional yang sangat dianjurkan, karena berkaitan langsung dengan keberkahan tempat tinggal dan perlindungan keluarga.
Dalil Al-Qur’an dan Hadis
Dalil Al-Qur’an — Salam sebagai Berkah Masuk Rumah
فَإِذَا دَخَلْتُم بُيُوتًا فَسَلِّمُوا عَلَىٰ أَنفُسِكُمْ تَحِيَّةً مِّنْ عِندِ اللَّهِ مُبَارَكَةً طَيِّبَةً
Fa idzā dakhaltum buyūtan fa sallimū ‘alā anfusikum taḥiyyatan min ‘indillāhi mubārakatan ṭayyibah
“Maka apabila kalian masuk ke rumah-rumah, ucapkanlah salam kepada diri kalian sendiri (penghuni rumah), salam penghormatan yang ditetapkan dari sisi Allah, yang diberkahi lagi baik.” (QS. An-Nur: 61)
Dalil Hadis Utama — Doa Masuk Rumah
عَنْ جَابِرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: سَمِعْتُ النَّبِيَّ ﷺ يَقُولُ: إِذَا دَخَلَ الرَّجُلُ بَيْتَهُ فَذَكَرَ اللَّهَ عِنْدَ دُخُولِهِ وَعِنْدَ طَعَامِهِ، قَالَ الشَّيْطَانُ: لَا مَبِيتَ لَكُمْ وَلَا عَشَاءَ. وَإِذَا دَخَلَ فَلَمْ يَذْكُرِ اللَّهَ عِنْدَ دُخُولِهِ، قَالَ الشَّيْطَانُ: أَدْرَكْتُمُ الْمَبِيتَ
Idzā dakhalar rajulu baitahu fa dzakarallāha ‘inda dukhūlihi… qālasy syaiṭānu: lā mabīta lakum wa lā ‘asyā’
“Apabila seseorang masuk ke rumahnya lalu menyebut nama Allah saat masuk dan saat makan, setan berkata (kepada teman-temannya): ‘Tidak ada tempat bermalam dan tidak ada makan malam bagi kalian (di sini).’ Namun jika ia masuk tanpa menyebut nama Allah, setan berkata: ‘Kalian mendapatkan tempat bermalam.'” (HR. Muslim no. 2018)
4 Lafal Doa Masuk Rumah
Lafal 1 — Riwayat Muslim (Paling Kuat)
بِسْمِ اللَّهِ وَلَجْنَا وَبِسْمِ اللَّهِ خَرَجْنَا وَعَلَى اللَّهِ رَبِّنَا تَوَكَّلْنَا
Bismillāhi warajnā, wa bismillāhi kharajnā, wa ‘alallāhi rabbinā tawakkalnā
“Dengan nama Allah kami masuk, dengan nama Allah kami keluar, dan kepada Allah Tuhan kami, kami bertawakal.” (HR. Abu Dawud no. 5096 — shahih)
Setelah membaca doa ini, dianjurkan mengucapkan salam kepada penghuni rumah.
Lafal 2 — Dengan Tambahan Shalawat
بِسْمِ اللَّهِ، اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ خَيْرَ الْمَوْلِجِ وَخَيْرَ الْمَخْرَجِ، بِسْمِ اللَّهِ وَلَجْنَا وَبِسْمِ اللَّهِ خَرَجْنَا وَعَلَى اللَّهِ رَبِّنَا تَوَكَّلْنَا
Bismillāh, Allāhumma innī as’aluka khairal mauliji wa khairal makhraji, bismillāhi warajnā wa bismillāhi kharajnā wa ‘alallāhi rabbinā tawakkalnā
“Dengan nama Allah. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu kebaikan tempat masuk dan tempat keluar. Dengan nama Allah kami masuk, dengan nama Allah kami keluar, dan kepada Allah Tuhan kami, kami bertawakal.” (HR. Abu Dawud no. 5096 — shahih, lafal lebih lengkap)
Lafal 3 — Doa Keberkahan Rumah
اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيمَا رَزَقْتَنَا وَفِي هَذَا الْبَيْتِ
Allāhumma bārik lanā fīmā razaqtanā wa fī hādzal bait
“Ya Allah, berkahilah kami dalam rezeki yang Engkau berikan dan dalam rumah ini.” (Doa yang dianjurkan ulama berdasarkan prinsip umum doa keberkahan)
Lafal 4 — Salam kepada Penghuni (Dari QS. An-Nur: 61)
السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ
As-salāmu ‘alaikum wa raḥmatullāhi wa barakātuh
“Semoga keselamatan, rahmat Allah, dan keberkahan-Nya tercurah atas kalian.”
Mengucapkan salam saat masuk rumah — meskipun tidak ada penghuni — adalah sunnah berdasarkan QS. An-Nur: 61. Jika tidak ada penghuni, ucapkan: “Assalamu ‘alainā wa ‘alā ‘ibādillāhiṣ ṣāliḥīn.”
Penjelasan Ulama Mazhab Syafi’i
Imam Nawawi dalam Al-Adzkar menyebutkan bahwa doa masuk rumah mencakup dua komponen yang ideal: menyebut nama Allah (basmalah) dan mengucapkan salam. Keduanya dianjurkan dilakukan bersama-sama saat memasuki rumah.
Imam al-Ghazali dalam Ihya’ Ulumuddin menjelaskan bahwa kebiasaan menyebut nama Allah saat masuk rumah secara konsisten akan membentuk atmosfer spiritual positif di dalam rumah yang dirasakan oleh seluruh penghuni — rumah menjadi tempat yang tenang, penuh kasih sayang, dan dijauhi pertengkaran.
Baca Juga :
dzikir pagi dan petang yang dianjurkan
Kondisi Khusus
Masuk rumah orang lain: Adab yang sama berlaku — ucapkan salam sebelum masuk dan minta izin terlebih dahulu (isti’dzan) sebagaimana diajarkan dalam QS. An-Nur: 27–28. Rumah kosong tanpa penghuni: Tetap ucapkan salam kepada diri sendiri dan kepada para malaikat yang menjaga rumah. Kembali dari perjalanan jauh: Disunnahkan shalat dua rakaat terlebih dahulu setelah masuk rumah sebagaimana diriwayatkan dari Ka’ab ibn Malik dalam Shahih Muslim.
Panduan Praktis
Cara paling efektif membangun kebiasaan membaca doa masuk rumah adalah menjadikan salam sebagai “password” pintu rumah Anda. Setiap kali tangan menyentuh gagang pintu, bibir otomatis membaca basmalah dan kemudian salam. Libatkan anak-anak dalam kebiasaan ini — jadikan salam saat masuk rumah sebagai norma keluarga, bukan sekadar anjuran individual.
Lengkapi kebiasaan ini dengan doa keluar rumah sesuai sunnah agar setiap pergerakan dari dan ke rumah Anda selalu dibingkai dengan penyebutan nama Allah ﷻ.
Kesimpulan
Doa masuk rumah adalah ritual sederhana yang mengubah sebuah bangunan menjadi bayt — rumah yang didiami keberkahan Allah dan dijauhi setan. Hadis Muslim no. 2018 sangat jelas: perbedaan antara rumah yang “dimasuki setan” dan yang tidak hanya terletak pada ada tidaknya nama Allah disebut saat memasuki pintu. Mulai dari malam ini, jadikan basmalah dan salam sebagai kunci rumah Anda yang sesungguhnya.
FAQ
1. Apakah doa masuk rumah harus dibaca setiap kali masuk tanpa kecuali? Ya, setiap kali masuk ke rumah. Termasuk saat keluar sebentar lalu masuk kembali. Konsistensi adalah kuncinya.
2. Bagaimana jika lupa membaca doa saat masuk? Tidak ada konsekuensi hukum. Segera baca basmalah dan istighfar begitu teringat. Setan memang sudah masuk, namun ia bisa diusir dengan dzikir.
3. Apakah wajib salam meskipun rumah kosong? Sunnah, bukan wajib. Namun sangat dianjurkan karena ada malaikat yang hadir dan salam mendatangkan keberkahan pada penghuni berikutnya.
4. Bolehkah doa ini dibaca dalam hati saja? Boleh jika ada alasan (misalnya menghindari membangunkan orang tidur). Namun membaca dengan lisan — meskipun pelan — lebih utama.
5. Apakah ada waktu tertentu doa ini lebih mustajab? Tidak ada kekhususan waktu. Yang membuat doa ini mustajab adalah kekhusyukan dan konsistensi, bukan waktu tertentu.
Referensi
- Al-Nawawi, Yahya ibn Sharaf. Al-Adzkar. Dar al-Minhaj, Jeddah.
- Muslim ibn al-Hajjaj. Shahih Muslim no. 2018. Dar Ihya al-Turats al-Arabi.
- Abu Dawud, Sulaiman ibn al-Asy’ats. Sunan Abi Dawud no. 5096. Al-Maktabah al-Asriyyah.
- Al-Ghazali, Abu Hamid. Ihya’ Ulumuddin. Dar al-Ma’rifah, Beirut.
- Al-Haitami, Ibn Hajar. Tuhfatul Muhtaj bi Syarh al-Minhaj. Al-Maktabah al-Tijariyyah al-Kubra.
- Ibnu Katsir, Ismail ibn Umar. Tafsir al-Qur’an al-‘Azhim (QS. An-Nur: 61). Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah.











