Share

7 Doa Bangun Tidur Lengkap Sesuai Sunnah Rasulullah ﷺ

7 DOA BANGUN TIDUR LENGKAP: ARAB, LATIN & KEUTAMAAN YANG MENAKJUBKAN

1. PENDAHULUAN

Setiap pagi, ketika mata terbuka dari tidur, seorang Muslim sejatinya baru saja menerima anugerah yang sangat besar — dikembalikannya ruh ke dalam tubuh setelah Allah menahan­nya sementara saat tidur. Inilah mengapa doa bangun tidur bukan sekadar rutinitas, melainkan ungkapan syukur yang paling mendasar seorang hamba kepada Tuhannya.

Rasulullah ﷺ tidak pernah membiarkan satu pun momen dalam hidupnya berlalu tanpa dzikir dan doa — termasuk saat pertama kali membuka mata di pagi hari. Beliau mengajarkan kepada para sahabat doa bangun tidur yang sarat makna: mengakui keagungan Allah, mensyukuri nikmat hidup, dan memohon perlindungan untuk menjalani hari.

Namun realitasnya, mayoritas Muslim hari ini terbiasa membuka mata lalu langsung meraih HP, mengecek notifikasi, atau memikirkan aktivitas harian — tanpa sepatah pun doa bangun tidur terucap di lisan maupun hati. Momen paling emas di awal hari pun terlewat begitu saja.

Artikel ini menghadirkan 7 doa bangun tidur yang diajarkan Rasulullah ﷺ — lengkap dengan teks Arab, latin, terjemahan, keutamaan, dan panduan praktis mengamalkannya — agar setiap pagi menjadi pembuka hari yang bernilai ibadah dan penuh keberkahan.

Panduan visual urutan amalan sunnah setelah bangun tidur — dimulai dengan doa bangun tidur hingga bersiap shalat Subuh.
Panduan visual urutan amalan sunnah setelah bangun tidur — dimulai dengan doa bangun tidur hingga bersiap shalat Subuh.

2. PENGERTIAN DOA BANGUN TIDUR

Doa bangun tidur dalam tradisi Islam dikenal sebagai bagian dari Azkar al-Yaqzah (ذِكْرُ الْيَقَظَة) — dzikir yang diucapkan pada saat bangkit dari tidur. Ini adalah amalan pertama yang menghubungkan seorang Muslim dengan Allah Ta’ala sebelum ia melangkah ke aktivitas duniawi mana pun.

Imam al-Nawawi dalam Al-Adzkar menempatkan doa bangun tidur sebagai amalan pembuka dari seluruh rangkaian dzikir harian — mencerminkan betapa pentingnya memulai hari dengan mengingat Allah sebelum hal lainnya.

Dalam mazhab Syafi’i, membaca doa bangun tidur termasuk sunnah muakkadah yang sangat dianjurkan — bukan kewajiban, namun meninggalkannya berarti kehilangan keberkahan yang luar biasa di awal hari.


3. HUKUM MEMBACA DOA BANGUN TIDUR

Membaca doa bangun tidur hukumnya sunnah — dianjurkan berdasarkan praktik Rasulullah ﷺ yang konsisten dan hadis-hadis shahih yang menyebutkan bacaannya secara eksplisit. Meninggalkannya tidak berdosa, namun kehilangan pahala dan keberkahan yang dijanjikan adalah kerugian nyata.


4. DALIL AL-QUR’AN DAN HADIS

📖 Dalil Al-Qur’an

Tentang Allah yang menahan ruh saat tidur:

اللهُ يَتَوَفَّى الأَنفُسَ حِينَ مَوْتِهَا وَالَّتِي لَمْ تَمُتْ فِي مَنَامِهَا ۖ فَيُمْسِكُ الَّتِي قَضَى عَلَيْهَا الْمَوْتَ وَيُرْسِلُ الأُخْرَى إِلَى أَجَلٍ مُّسَمًّى

Allāhu yatawaffal-anfusa hīna mautihā wallātī lam tamut fī manāmihā, fa-yumsikul-latī qadhā ‘alaihal-mauta wa yursilul-ukhrā ilā ajalin musammā

“Allah memegang jiwa (seseorang) pada saat kematiannya dan jiwa (seseorang) yang belum mati ketika dia tidur; maka Dia tahan jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia lepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditentukan.” (QS. Az-Zumar: 42)

Ayat ini adalah landasan teologis mengapa doa bangun tidur begitu bermakna — tidur adalah “kematian kecil” dan terbangun adalah anugerah dikembalikannya ruh yang wajib disyukuri dengan doa.


Tentang kewajiban bersyukur atas nikmat:

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ

Wa idz ta’adzdzana rabbukum la’in syakartum la’azīdannakum

“Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan: ‘Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu.'” (QS. Ibrahim: 7)

Doa bangun tidur adalah wujud syukur paling konkret atas nikmat dibangunkan dari tidur — dan Allah menjanjikan penambahan nikmat bagi yang bersyukur.


📜 Dalil Hadis

Hadis utama doa bangun tidur dari Hudzaifah dan Ibnu Mas’ud:

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أَوَى إِلَى فِرَاشِهِ قَالَ: اَللَّهُمَّ بِاسْمِكَ أَمُوتُ وَأَحْيَا. وَإِذَا اسْتَيْقَظَ قَالَ: اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُورُ

Kānan-nabiyyu shallallāhu ‘alaihi wa sallama idzā awā ilā firāsyihi qāla: ‘Allāhumma bismika amūtu wa ahyā’. Wa idzāstayqazha qāla: ‘Alhamdulillāhil-ladzī ahyānā ba’da mā amātanā wa ilaihinnusyūr’

“Nabi ﷺ apabila hendak tidur beliau mengucapkan: ‘Ya Allah, dengan nama-Mu aku mati dan hidup.’ Dan apabila beliau bangun tidur, beliau mengucapkan: ‘Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah mematikan kami, dan kepada-Nya (kami) kembali.'” (HR. Bukhari no. 6312; Muslim no. 2711)

Hadis ini adalah dalil primer doa bangun tidur yang paling shahih — langsung menggambarkan praktik Rasulullah ﷺ setiap pagi.


Hadis dari Abu Dzar al-Ghifari:

مَنِ اسْتَيْقَظَ مِنَ اللَّيْلِ فَقَالَ: لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ. سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ — ثُمَّ دَعَا اسْتُجِيبَ لَهُ

Manistayqazha minal-laili fa qāla: ‘Lā ilāha illallāhu wahdahū lā syarīka lah, lahul-mulku wa lahul-hamdu wa huwa ‘alā kulli syai’in qadīr. Subhānallāhi wal-hamdu lillāhi wa lā ilāha illallāhu wallāhu akbaru wa lā haula wa lā quwwata illā billāh’ — tsumma da’ā ustujība lah

“Barangsiapa yang bangun malam lalu mengucapkan: ‘Lā ilāha illallāhu wahdahū lā syarīka lah…’ kemudian berdoa — niscaya doanya akan dikabulkan.” (HR. Bukhari no. 1154)


5. PENJELASAN ULAMA

Imam al-Nawawi dalam Al-Adzkar menyebutkan bahwa doa bangun tidur adalah amalan pertama yang membedakan seorang Muslim dengan selain Muslim — karena ia mengakui bahwa tidurnya adalah kematian kecil dan terbangunnya adalah bukti kasih sayang Allah Ta’ala.

Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fath al-Bari menjelaskan hadis Bukhari no. 6312 dengan menyatakan bahwa kalimat “Alhamdulillahil-ladzi ahyana ba’da ma amatana” adalah pengakuan teologis yang mendalam — bahwa tidur adalah kondisi antara kehidupan dan kematian, dan bangun darinya adalah kebangkitan kecil sebelum kebangkitan besar di hari kiamat.

Ibnu Qayyim al-Jauziyah dalam Zad al-Ma’ad menyatakan bahwa orang yang memulai harinya dengan doa bangun tidur telah meletakkan fondasi spiritual yang kuat untuk seluruh aktivitasnya di hari itu — ibarat membangun rumah di atas batu karang, bukan di atas pasir.

Syaikh Ibnu Utsaimin dalam Syarh Riyadh al-Shalihin menjelaskan bahwa doa bangun tidur mengandung tiga elemen spiritual penting: tahmid (puji-pujian), tawakkul (penyerahan diri), dan tawajjuh (orientasi kepada Allah) — semuanya hadir dalam kalimat yang singkat namun padat makna.


Pemandangan fajar dari kamar muslim sebagai gambaran waktu membaca doa bangun tidur — momen paling istimewa untuk bersyukur kepada Allah atas nikmat hidup kembali setelah tidur.
Fajar adalah momen paling istimewa untuk mengawali hari dengan doa bangun tidur dan segera bergegas menuju shalat Subuh.

6. TUJUH DOA BANGUN TIDUR LENGKAP

📿 Doa 1 — Doa Utama Bangun Tidur (Wajib Dihafalkan)

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُورُ

Alhamdulillāhil-ladzī ahyānā ba’da mā amātanā wa ilaihinnusyūr

“Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah mematikan kami (menidurkan kami), dan kepada-Nyalah kami dikembalikan.” (HR. Bukhari no. 6312; Muslim no. 2711)

Keutamaan: Ini adalah doa bangun tidur yang paling shahih dan paling utama — langsung dari praktik Rasulullah ﷺ setiap kali beliau membuka mata dari tidur. Membacanya adalah mengikuti sunnah yang paling sahih.

Waktu: Dibaca pertama kali setelah membuka mata, sebelum bergerak dari tempat tidur.


📿 Doa 2 — Doa Syukur atas Nikmat Hidup

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي عَافَانِي فِي جَسَدِي وَرَدَّ عَلَيَّ رُوحِي وَأَذِنَ لِي بِذِكْرِهِ

Alhamdulillāhil-ladzī ‘āfānī fī jasadī wa radda ‘alayya rūhī wa adzina lī bidzikrih

“Segala puji bagi Allah yang telah memberikan kesehatan pada tubuhku, mengembalikan ruhku kepadaku, dan mengizinkanku untuk berdzikir kepada-Nya.” (HR. Tirmidzi no. 3401 — hasan)

Keutamaan: Doa ini mencakup tiga syukur sekaligus — atas kesehatan badan, dikembalikannya ruh, dan diberinya kesempatan untuk berdzikir. Membacanya menjadikan seluruh aktivitas hari itu bernilai dzikir kepada Allah.


📿 Doa 3 — Doa Mengingat Allah setelah Bangun

لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ. سُبْحَانَ اللهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، وَاللهُ أَكْبَرُ، وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيمِ

Lā ilāha illallāhu wahdahū lā syarīka lah, lahul-mulku wa lahul-hamdu wa huwa ‘alā kulli syai’in qadīr. Subhānallāh, wal-hamdu lillāh, wa lā ilāha illallāh, wallāhu akbar, wa lā haula wa lā quwwata illā billāhil-‘aliyyil-‘azhīm

“Tidak ada tuhan selain Allah, Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya segala puji. Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tidak ada tuhan selain Allah, Allah Maha Besar, dan tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung.” (HR. Bukhari no. 1154)

Keutamaan: Siapa yang membaca doa bangun tidur ini lalu berdoa, doanya akan dikabulkan Allah. Jika berwudhu dan shalat, shalatnya diterima. (HR. Bukhari no. 1154)


📿 Doa 4 — Doa Memohon Kebaikan Hari

اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ خَيْرَ هَذَا الْيَوْمِ فَتْحَهُ وَنَصْرَهُ وَنُورَهُ وَبَرَكَتَهُ وَهُدَاهُ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا فِيهِ وَشَرِّ مَا بَعْدَهُ

Allāhumma innī as’aluka khaira hādzal-yawmi fathahu wa nashrahu wa nūrahu wa barakatahu wa hudāhu wa a’ūdzu bika min syarri mā fīhi wa syarri mā ba’dah

“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu kebaikan hari ini — kemenangannya, pertolongannya, cahayanya, keberkahannya, dan petunjuknya. Dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukan yang ada di dalamnya dan keburukan setelahnya.” (HR. Abu Dawud no. 5084 — hasan)

Keutamaan: Doa bangun tidur ini adalah doa komprehensif yang memohon seluruh kebaikan hari — cocok dibaca tepat setelah bangun sebagai “program harian” seorang Muslim.


📿 Doa 5 — Mengusap Wajah dan Membaca Akhir Surah Ali Imran

Rasulullah ﷺ saat bangun tidur mengusap wajah dengan tangan lalu membaca 10 ayat terakhir Surah Ali Imran (QS. 3: 190–200). Ini adalah sunnah yang disebutkan dalam hadis Ibnu Abbas:

“Aku bermalam di rumah bibiku Maimunah. Aku perhatikan Nabi ﷺ bangun tidur, duduk, mengusap bekas tidur dari wajahnya dengan tangannya, lalu membaca sepuluh ayat terakhir Surah Ali Imran.” (HR. Bukhari no. 183; Muslim no. 763)

Keutamaan: Membaca akhir Surah Ali Imran saat bangun tidur adalah sunnah khusus yang menunjukkan betapa Rasulullah ﷺ menjadikan Al-Qur’an sebagai santapan pertama setiap harinya.


📿 Doa 6 — Doa Memohon Ampunan di Pagi Hari

أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيمَ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ

Astaghfirullāhal-‘azhīmal-ladzī lā ilāha illā huwal-hayyul-qayyūmu wa atūbu ilaih

“Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung, yang tidak ada tuhan selain Dia, Yang Maha Hidup lagi Maha Berdiri Sendiri, dan aku bertaubat kepada-Nya.” (HR. Abu Dawud no. 1517; Tirmidzi no. 3577 — shahih)

Keutamaan: “Barangsiapa yang mengucapkannya, Allah akan mengampuni dosanya meskipun ia pernah lari dari medan perang.” (HR. Abu Dawud — shahih) Doa bangun tidur ini menjadikan pagi hari sebagai momen pembersihan dosa sebelum memulai hari baru.


📿 Doa 7 — Doa Penyerahan Diri di Awal Hari

اَللَّهُمَّ بِكَ أَصْبَحْنَا وَبِكَ أَمْسَيْنَا وَبِكَ نَحْيَا وَبِكَ نَمُوتُ وَإِلَيْكَ النُّشُورُ

Allāhumma bika ashbahnā wa bika amsainā wa bika nahyā wa bika namūtu wa ilaikal-nusyūr

“Ya Allah, dengan (pertolongan)-Mu kami memasuki pagi hari, dengan-Mu kami memasuki petang hari, dengan-Mu kami hidup, dengan-Mu kami mati, dan kepada-Mu kami dikembalikan.” (HR. Abu Dawud no. 5068; Tirmidzi no. 3391 — hasan)

Keutamaan: Doa ini adalah deklarasi total seorang Muslim bahwa seluruh hidupnya — dari pagi hingga petang, dari lahir hingga mati — hanya bergantung kepada Allah Ta’ala semata.


7. KONDISI KHUSUS

a. Doa Bangun Tidur bagi yang Bangun Malam untuk Tahajud

Bagi yang bangun malam untuk shalat Tahajud, dianjurkan membaca doa bangun tidur terlebih dahulu sebelum shalat. Rasulullah ﷺ juga membaca dzikir khusus saat bangun malam yang diriwayatkan dalam Shahih Muslim no. 769 — berbeda dengan doa bangun tidur di pagi hari.

b. Jika Lupa Membaca Doa Bangun Tidur

Jika sudah bangkit dari tempat tidur dan baru teringat belum membaca doa bangun tidur — tidak ada masalah. Boleh dibaca kapan saja setelahnya. Tidak ada syarat khusus bahwa doa bangun tidur harus dibaca dalam posisi berbaring.

c. Doa Bangun Tidur untuk Anak-anak

Mengajarkan doa bangun tidur kepada anak sejak dini adalah bagian dari pendidikan Islam yang sangat dianjurkan. Mulailah dengan doa pertama yang paling pendek dan mudah: “Alhamdulillahil-ladzi ahyana ba’da ma amatana wa ilaihinnusyur” — lalu tambahkan secara bertahap seiring pertumbuhan anak.


8. URUTAN AMALAN SUNNAH SAAT BANGUN TIDUR

Berikut urutan lengkap amalan sunnah yang dianjurkan Rasulullah ﷺ saat bangun tidur, yang dapat dijadikan panduan harian:

UrutanAmalanDalil
1Baca doa bangun tidur (Doa 1)HR. Bukhari no. 6312
2Usap wajah dengan tanganHR. Bukhari no. 183
3Baca akhir Surah Ali ImranHR. Muslim no. 763
4Bersiwak (gosok gigi)HR. Bukhari no. 245
5Berwudhu dan bersiap shalat SubuhHR. Bukhari no. 1154

9. PANDUAN PRAKTIS

✅ Tips Istiqamah Membaca Doa Bangun Tidur:

  1. Hafal doa pertama dulu“Alhamdulillahil-ladzi ahyana…” adalah yang paling pendek dan paling utama. Hafalkan ini sebelum yang lain
  2. Tempel kertas kecil di headboard atau di plafon kamar — sehingga saat mata terbuka, langsung ada panduan doa bangun tidur
  3. Set reminder di HP dengan notifikasi berisi doa bangun tidur — sebagai pengingat di awal hari
  4. Biasakan sebelum meraih HP — jadikan aturan: doa bangun tidur dibaca sebelum menyentuh HP
  5. Ajarkan ke anak sejak kecil — kebiasaan doa bangun tidur yang dibangun sejak dini akan bertahan seumur hidup

❌ Kebiasaan yang Harus Diubah:

  1. Langsung meraih HP saat bangun — tahan 30 detik untuk membaca doa bangun tidur terlebih dahulu
  2. Bangun terburu-buru tanpa sempat berdoa — ini tanda kurangnya manajemen waktu tidur
  3. Menganggap doa bangun tidur tidak penting karena “hanya sunnah” — setiap sunnah adalah ladang pahala yang disayangkan jika dilewatkan
  4. Hanya membaca di hati tanpa menggerakkan lisan — usahakan lisan ikut bergerak meski pelan

10. KESIMPULAN

Doa bangun tidur adalah amalan paling sederhana namun paling bermakna yang bisa dilakukan seorang Muslim di awal hari. Dalam satu kalimat singkat — “Alhamdulillahil-ladzi ahyana ba’da ma amatana” — tersimpan pengakuan iman, ungkapan syukur, dan orientasi hidup seorang hamba kepada Tuhannya.

Ketujuh doa bangun tidur yang telah dipaparkan bukan sekadar kumpulan lafaz — masing-masing mengandung makna teologis yang dalam dan keutamaan yang nyata, berdasarkan hadis-hadis shahih dari Rasulullah ﷺ. Mulailah dari yang paling mudah, konsistensikan, lalu tambahkan secara bertahap.

Lengkapi amalan pagi Anda dengan membaca dzikir pagi dan petang setelah shalat Subuh, dan tutup hari dengan doa sebelum tidur agar seluruh siklus harian Anda dipagari dengan dzikir dan doa kepada Allah Ta’ala. Semoga Allah menjadikan setiap pagi kita sebagai pagi yang penuh berkah dan ridha-Nya. Aamiin.


11. FAQ

❓ Doa bangun tidur yang mana yang paling utama dibaca? Doa bangun tidur yang paling utama dan paling shahih adalah: “Alhamdulillāhil-ladzī ahyānā ba’da mā amātanā wa ilaihinnusyūr” — berdasarkan HR. Bukhari no. 6312 dan Muslim no. 2711. Inilah doa yang langsung dipraktikkan Rasulullah ﷺ setiap pagi dan wajib dihafalkan pertama kali.

❓ Apakah doa bangun tidur harus dibaca dalam posisi masih berbaring? Tidak ada syarat posisi tertentu. Doa bangun tidur boleh dibaca sambil masih berbaring, duduk di tepi tempat tidur, atau setelah berdiri — yang terpenting adalah dibaca sesegera mungkin setelah bangun, sebelum memulai aktivitas lainnya.

❓ Bolehkah membaca doa bangun tidur dalam bahasa Indonesia? Doa adalah amalan hati yang melampaui batas bahasa. Membaca terjemahan doa bangun tidur dalam bahasa Indonesia tetap bernilai doa dan sah. Namun membaca doa dalam bahasa Arab lebih utama karena itulah yang diajarkan langsung Rasulullah ﷺ dan lebih terjaga keaslian maknanya.

❓ Apakah anak kecil yang belum baligh dianjurkan membaca doa bangun tidur? Ya, sangat dianjurkan. Mengajarkan doa bangun tidur kepada anak adalah bagian dari pendidikan Islam sejak dini. Anak yang terbiasa dengan doa bangun tidur sejak kecil akan membawa kebiasaan ini sepanjang hidupnya — ini adalah investasi spiritual terbaik orang tua.

❓ Apakah ada perbedaan doa bangun tidur di malam hari (saat bangun Tahajud) dan pagi hari? Ya, ada perbedaan. Untuk bangun Tahajud di tengah malam, Rasulullah ﷺ membaca doa khusus yang dimulai dengan “Allāhumma lakal-hamdu anta qayyimus-samāwāti wal-ardh…” (HR. Bukhari no. 1120). Untuk bangun tidur di pagi hari, doa utamanya adalah “Alhamdulillāhil-ladzī ahyānā…” sebagaimana telah dipaparkan.


📚 REFERENSI

  1. Al-Nawawi, Yahya ibn Syaraf. Al-Adzkar al-Muntakhabah min Kalam Sayyid al-Abrar. Dar al-Minhaj.
  2. Ibnu Hajar al-Asqalani. Fath al-Bari Syarh Shahih al-Bukhari. Dar al-Ma’rifah.
  3. Ibnu Qayyim al-Jauziyah. Zad al-Ma’ad fi Hadyi Khairil-‘Ibad. Mu’assasah al-Risalah.
  4. Ibnu Utsaimin, Muhammad ibn Shalih. Syarh Riyadh al-Shalihin. Dar al-Wathan.
  5. Al-Qahthani, Sa’id ibn Ali. Hisnul Muslim min Adzkar al-Kitab wa al-Sunnah. Maktabah Dar al-Salam.
  6. Al-Bukhari. Shahih al-Bukhari. (Hadis no. 183, 245, 1120, 1154, 6312)
  7. Muslim ibn al-Hajjaj. Shahih Muslim. (Hadis no. 763, 769, 2711)
  8. Abu Dawud. Sunan Abu Dawud. (Hadis no. 1517, 5068, 5084)
  9. Al-Tirmidzi. Sunan al-Tirmidzi. (Hadis no. 3391, 3401, 3577)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POPULER

Paling Banyak Dibaca