Share

Panduan lengkap 15 adab ke masjid beserta dalil dan penjelasan ulama Syafi'i

15 Adab ke Masjid yang Wajib Diketahui Setiap Muslim beserta Dalilnya

Pendahuluan

Masjid bukan sekadar bangunan tempat shalat. Dalam Islam, masjid adalah rumah Allah (baytullāh) — tempat paling mulia di muka bumi, lebih dicintai Allah ﷻ dari tempat mana pun. Karena kemuliaannya itulah, Islam mengajarkan seperangkat adab khusus bagi setiap Muslim yang hendak mengunjunginya.

Sayangnya, banyak Muslim modern yang datang ke masjid tanpa memahami adab-adabnya. Ada yang berbicara keras, ada yang makan di dalam, ada yang membawa anak tanpa kendali, bahkan ada yang menggunakan HP dengan suara nyaring. Semua ini bertentangan dengan kemuliaan masjid sebagai rumah Allah.

Artikel ini merangkum 15 adab ke masjid — dari persiapan sebelum berangkat, saat masuk, berada di dalam, hingga keluar — lengkap dengan dalil dan penjelasan ulama Syafi’i.

Ilustrasi interior masjid tradisional Indonesia yang bersih dan tenteram sebagai rumah Allah
Masjid adalah rumah Allah ﷻ — tempat yang paling dicintai-Nya di muka bumi — yang menuntut adab dan penghormatan terbaik dari setiap pengunjungnya.

Pengertian

Adab ke masjid adalah tata krama, perilaku, dan etika yang ditetapkan syariat Islam bagi setiap Muslim yang mengunjungi masjid — baik untuk shalat, i’tikaf, membaca Al-Qur’an, maupun kegiatan keislaman lainnya. Adab-adab ini bersumber dari Al-Qur’an, hadis shahih, dan ijtihad ulama.


Dasar Hukum Memuliakan Masjid

فِي بُيُوتٍ أَذِنَ اللَّهُ أَن تُرْفَعَ وَيُذْكَرَ فِيهَا اسْمُهُ يُسَبِّحُ لَهُ فِيهَا بِالْغُدُوِّ وَالْآصَالِ

Fī buyūtin ażinallāhu an turfa’a wa yużkara fīhas-muhū yusabbiḥu lahū fīhā bil-ghuduwwi wal-āṣāl.

“(Cahaya itu) di rumah-rumah yang Allah izinkan untuk dimuliakan dan disebut nama-Nya di sana. Di sana bertasbih kepada-Nya pada waktu pagi dan petang.” (QS. An-Nur: 36)


أَحَبُّ الْبِقَاعِ إِلَى اللَّهِ الْمَسَاجِدُ، وَأَبْغَضُ الْبِقَاعِ إِلَى اللَّهِ الْأَسْوَاقُ

Aḥabbul-biqā’i ilallāhil-masājid, wa abghaḍul-biqā’i ilallāhil-aswāq.

“Tempat yang paling dicintai Allah adalah masjid, dan tempat yang paling dibenci Allah adalah pasar.” (HR. Muslim no. 671)


15 Adab ke Masjid

🟢 ADAB SEBELUM BERANGKAT

Adab 1 — Bersuci dan Berwudhu dari Rumah Disunnahkan berwudhu dari rumah sebelum berangkat ke masjid. Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ تَطَهَّرَ فِي بَيْتِهِ ثُمَّ مَشَى إِلَى بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ لِيَقْضِيَ فَرِيضَةً مِنْ فَرَائِضِ اللَّهِ كَانَتْ خَطْوَتَاهُ إِحْدَاهُمَا تَحُطُّ خَطِيئَةً وَالْأُخْرَى تَرْفَعُ دَرَجَةً

“Barangsiapa bersuci di rumahnya kemudian berjalan ke salah satu rumah Allah untuk menunaikan kewajiban-Nya, maka setiap dua langkahnya — satu menghapus dosa dan satu lagi mengangkat derajat.” (HR. Muslim no. 666)

Adab 2 — Memakai Pakaian Terbaik dan Bersih Allah ﷻ memerintahkan untuk berhias ketika hendak ke masjid:

يَٰبَنِىٓ ءَادَمَ خُذُوا۟ زِينَتَكُمْ عِندَ كُلِّ مَسْجِدٍ

Yā banī Ādama khużū zīnatakum ‘inda kulli masjid.

“Wahai anak cucu Adam, pakailah pakaianmu yang bagus di setiap (memasuki) masjid.” (QS. Al-A’raf: 31)

Adab 3 — Berangkat dengan Tenang dan Tidak Tergesa Rasulullah ﷺ bersabda: “Jika shalat telah ditegakkan, janganlah kalian mendatanginya dengan berlari — tapi datanglah dengan berjalan tenang.” (HR. Bukhari no. 636)

Adab 4 — Mendahulukan Kaki Kanan saat Masuk Disunnahkan memasuki masjid dengan kaki kanan lebih dahulu, sebagaimana sunah Nabi ﷺ mendahulukan anggota kanan dalam segala kebaikan (HR. Bukhari no. 168).


Infografis doa masuk masjid dan doa keluar masjid lengkap dengan tulisan Arab dan latin
Doa masuk masjid dan keluar masjid adalah adab penting yang diajarkan Rasulullah ﷺ kepada setiap Muslim.

🟡 ADAB SAAT MASUK MASJID

Adab 5 — Membaca Doa Masuk Masjid

اللَّهُمَّ افْتَحْ لِي أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ

Allāhummaftaḥ lī abwāba raḥmatik.

“Ya Allah, bukakanlah untukku pintu-pintu rahmat-Mu.” (HR. Muslim no. 713)

Adab 6 — Shalat Tahiyyatul Masjid Disunnahkan shalat 2 rakaat tahiyyatul masjid (penghormatan masjid) sebelum duduk. Rasulullah ﷺ bersabda: “Jika salah seorang dari kalian masuk masjid, janganlah duduk sebelum shalat dua rakaat.” (HR. Bukhari no. 1163)

Adab 7 — Mengisi Shaf Pertama Rasulullah ﷺ bersabda bahwa jika manusia mengetahui keutamaan shaf pertama, niscaya mereka akan berundi untuk mendapatkannya (HR. Bukhari no. 721). Upayakan mengisi shaf yang kosong dari depan.


🔵 ADAB DI DALAM MASJID

Adab 8 — Menjaga Ketenangan dan Tidak Berisik Masjid adalah tempat dzikir dan ibadah. Berbicara keras, tertawa terbahak-bahak, atau membuat keributan adalah bertentangan dengan kehormatan masjid. Rasulullah ﷺ melarang jual beli dan mengumumkan barang hilang di dalam masjid (HR. Tirmidzi no. 1321).

Adab 9 — Memperbanyak Dzikir dan Membaca Al-Qur’an Waktu di dalam masjid adalah waktu emas. Isi dengan dzikir, membaca Al-Qur’an, shalawat, atau doa — bukan dengan membicarakan urusan dunia yang tidak perlu.

Adab 10 — Tidak Menyilangkan Jari-Jari saat Menunggu Shalat Rasulullah ﷺ melarang tasbik (menyilangkan jari) saat duduk menunggu shalat karena kondisi itu menyerupai kondisi orang yang hatinya tidak khusyu’ (HR. Abu Dawud no. 562).

Adab 11 — Tidak Melangkahi Bahu atau Pundak Jamaah Melangkahi orang yang sedang duduk atau menunggu shalat adalah tindakan yang tidak beradab dan mengganggu kekhusyukan orang lain. Carilah tempat kosong tanpa harus melangkahi.

Adab 12 — Menjaga Kebersihan Masjid Masjid wajib dijaga kebersihannya. Meludah di lantai masjid adalah dosa (HR. Bukhari no. 415). Jika melihat kotoran, singkirkan. Membawa makanan berbau tajam (bawang, petai) ke masjid juga dilarang (HR. Bukhari no. 853).


Infografis doa Masuk masjid dan doa keluar masjid lengkap dengan tulisan Arab dan latin
Doa masuk masjid dan keluar masjid adalah adab penting yang diajarkan Rasulullah ﷺ kepada setiap Muslim.

🔴 ADAB SAAT KELUAR MASJID

Adab 13 — Mendahulukan Kaki Kiri saat Keluar Kebalikan dari masuk, keluar masjid disunnahkan mendahulukan kaki kiri — sebagai tanda meninggalkan tempat yang mulia.

Adab 14 — Membaca Doa Keluar Masjid

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ

Allāhumma innī as’aluka min faḍlik.

“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon karunia-Mu.” (HR. Muslim no. 713)

Adab 15 — Tidak Keluar Setelah Adzan Tanpa Uzur Rasulullah ﷺ bersabda: “Tidak halal bagi seorang yang beriman kepada Allah dan hari akhir untuk keluar dari masjid setelah adzan dikumandangkan, kecuali untuk bersuci (wudhu/hajat), dan ia bermaksud untuk kembali.” (HR. Thabrani — Hasan)


Larangan-Larangan di Dalam Masjid

Berdasarkan hadis-hadis shahih, berikut larangan yang harus dihindari:

LaranganDalil
Jual beli di dalam masjidHR. Tirmidzi no. 1321
Mengumumkan barang hilangHR. Tirmidzi no. 1321
Membawa makanan berbau (bawang, petai)HR. Bukhari no. 853
Meludah di lantai masjidHR. Bukhari no. 415
Berbicara keras dan berisikQS. An-Nur: 36
Bermain HP dengan suara nyaringQiyas dari larangan berisik
Anak kecil yang tidak dapat dikendalikanHR. Ibnu Majah no. 750

Penjelasan Ulama

Imam Nawawi (Mazhab Syafi’i)

Dalam Al-Majmu’ (2/175), Imam Nawawi menyebutkan bahwa menjaga kehormatan masjid adalah kewajiban setiap Muslim. Beliau memperinci adab-adab masjid secara sistematis dan menegaskan bahwa tahiyyatul masjid adalah sunah mu’akkadah yang sangat dianjurkan.

Imam Al-Ghazali

Dalam Ihya’ Ulumuddin (1/155), beliau menulis bahwa orang yang masuk masjid tanpa adab seperti orang yang masuk ke istana raja tanpa izin dan tata krama — betapa lebih besar seharusnya adab kita kepada Raja di atas segala raja.

Imam Ibnu Hajar Al-Haitami

Dalam Tuhfat Al-Muhtaj, beliau menjelaskan bahwa larangan meludah dan berbuat kotor di dalam masjid adalah haram, bukan sekadar makruh — karena bertentangan langsung dengan perintah memuliakan syiar-syiar Allah.


Kondisi Khusus

❓ Bolehkah membawa anak kecil ke masjid?

Boleh dan bahkan dianjurkan sebagai sarana pendidikan sejak dini. Namun orang tua wajib menjaga agar anak tidak mengganggu kekhusyukan jamaah. Nabi ﷺ pernah memperpendek shalat karena mendengar tangis bayi (HR. Bukhari no. 868). Ini menunjukkan perhatian Islam pada kenyamanan jamaah.

❓ Bagaimana hukum menggunakan HP di dalam masjid?

Menggunakan HP dengan mode senyap untuk keperluan yang tidak mengganggu (misal membaca Al-Qur’an digital) dibolehkan. Namun membunyikan nada dering, menelepon keras, atau bermain game adalah makruh bahkan bisa haram jika mengganggu ibadah orang lain.

❓ Apakah wanita haid boleh masuk masjid?

Ulama berbeda pendapat. Mazhab Syafi’i: tidak boleh wanita haid berdiam (menetap) di dalam masjid, namun boleh sekadar lewat dengan syarat tidak mengotori. Ini adalah pendapat yang mu’tamad.


Kesimpulan

Masjid adalah rumah Allah ﷻ di muka bumi — dan setiap rumah memiliki tata krama bagi tamunya. Lima belas adab yang dibahas dalam artikel ini adalah warisan Nabi ﷺ yang beliau ajarkan agar setiap kunjungan ke masjid menjadi ibadah yang sempurna, bukan sekadar rutinitas.

Dari wudhu sebelum berangkat, doa masuk, shalat tahiyyatul masjid, menjaga ketenangan, hingga doa keluar — semua dirancang untuk memaksimalkan keberkahan yang Allah curahkan kepada siapa pun yang memuliakan rumah-Nya.

Allāhumma ij’alnā min ‘ummāri buyūtik.


❓ FAQ

1. Apakah tahiyyatul masjid wajib atau sunah? Sunah mu’akkadah — sangat dianjurkan. Tidak berdosa jika ditinggalkan, namun rugi melewatkan keutamaannya. Nabi ﷺ pernah memerintahkan seseorang yang langsung duduk untuk berdiri dan shalat dua rakaat terlebih dahulu (HR. Bukhari no. 1163).

2. Bagaimana jika masuk masjid dan iqamah sudah dikumandangkan? Jika iqamah sudah berkumandang, langsung ikut jamaah — tahiyyatul masjid gugur karena shalat berjamaah sudah dimulai. Niat shalat fardhu sudah mencakup keduanya.

3. Bolehkah tidur di dalam masjid? Dibolehkan, terutama bagi musafir atau orang yang tidak memiliki tempat tinggal (berdasarkan contoh Ahlus-Shuffah di zaman Nabi ﷺ). Namun tidak boleh menjadikan masjid sebagai tempat tidur permanen tanpa keperluan.

4. Apakah boleh makan dan minum di dalam masjid? Dalam kondisi tertentu dibolehkan — terutama saat i’tikaf atau bagi tamu yang tidak punya tempat lain. Namun harus menjaga kebersihan dan tidak membawa makanan berbau tajam.

5. Apa hukum masbuk yang langsung duduk tanpa tahiyyatul masjid? Jika masuk masjid lalu langsung mengikuti shalat berjamaah karena takut ketinggalan rakaat, maka tahiyyatul masjid gugur. Shalat berjamaah lebih diprioritaskan daripada tahiyyatul masjid.


📚 Referensi

Kitab Klasik:

  • Imam Nawawi, Al-Majmu’, Juz 2, hal. 175–190
  • Imam Al-Ghazali, Ihya’ Ulumuddin, Juz 1, hal. 155
  • Ibnu Hajar Al-Haitami, Tuhfat Al-Muhtaj, Juz 2

Dalil Primer:

  • QS. An-Nur: 36 · QS. Al-A’raf: 31
  • HR. Muslim no. 666, 671, 713
  • HR. Bukhari no. 168, 415, 636, 721, 853, 868, 1163

Artikel lain di Yokersane :

Referensi:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POPULER

Paling Banyak Dibaca